Pengunjung

Categories

Belanja murah di LAZADA aja

LazadaID

Kaos TrusBacaQuran Hub 081298793896

Kaos TrusBacaQuran Hub 081298793896

Jumat, 20 April 2018

Inilah Fatwa Imam Syafii Tentang Tasawuf

Salah satu pendapat Imam Asy-Syafi'i yang sering disalah pahami adalah apa yang disebutkan oleh Imam al-Baihaqi didalam Manaqib Imam al-Syafi'i. Pembenci tasawuf, bahkan dengan sengaja mengutip dalam kitab Imam al-Baihaqi secara tidak utuh

Selasa, 17 April 2018

Hukum Kentut di Depan Istri

Bismillah…
Ada pertanyaan menarik di Fatawa Islam Web (situs Markas Fatwa yang berdomisili di Qatar), dari seorang wanita yang menanyakan tentang sikap suaminya yang gemar kentut di hadapannya.
Fatwa tersebut diberi judul,
إخراج الريح بحضور الزوجة ليس من حسن العشرة
Kentut di hadapan istri termasuk perlakuan yang tidak baik kepada Istri (kezaliman).
Berikut jawabannya :
Alhamdulillah was sholaatu was salaam ‘ala Rasulillah, amma ba’du.
فتعمد إخراج الريح أمام الناس أمر مستقبح ومضر، ولا يليق بصاحب المروءة، ومن كان به عذر فليفعل ذلك بعيدا عن الناس، ومن كان مريضا فليبحث لنفسه عن العلاج.
Sengaja mengeluarkan kentut di depan orang adalah tindakan tidak terpuji dan membahayakan. Tidak patut dilakukan oleh orang-orang yang memiliki keluhuran budi / martabat (muru-ah). Untuk yang memiliki uzur, boleh saja kentut namun menjauhlah dari orang-orang. Yang sakit, carilah obat.
فإن كان زوجك يفعل ما ذكرت فهو مسيء، فإن هذا الأمر لا يليق بالمسلم فعله عند الناس، ولو فرضنا أن به عذرا من مرض ونحوه فيمكنه أن يفعل ذلك بعيدا عن الناس، لئلا يتأذوا برائحته ولا سيما الزوجة.
Jika suami anda melakukan seperti yang anda sebutkan, maka dia telah berbuat zalim. Karena kentut sembarangan di hadapan orang tidak patut dilakukan oleh seorang muslim. Taroklah dia beruzur sakit atau sebab lainnya, maka masih memungkinkannya menjauh dari orang-orang saat ingin kentut. Supaya mereka tidak terganggu oleh bau kentut.Terlebih istri.
وينبغي له إن كان به مرض أن يبحث عن سبيل للعلاج. والذي نوصيك به هو الصبر على زوجك ومناصحته في هذا الأمر برفق ولينوالله أعلم
Seyogyanya kalau memang dia sakit, berusaha mencari obat.
Nasehat kami kepada anda, bersabarlah atas perilaku suami anda ini. Berikan masukan kepadanya dengan cara yang lembut dan santun.
Wallahua’lam bis showab.
Sumber: http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=108063
Setidaknya ada tiga argument yang dapat menguatkan paparan di atas :
Pertama, keumuman firman Allah Ta’ala,
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ
Wahai para suami, perlakukanlah mereka dg cara yang baik… ( QS. An-Nisa’ : 19)
Kedua, menjaga muru-ah (martabat/wibawa).
Seorang muslim adalah makhluk Allah yang mulia, memiliki martabat yang tinggi. Sepatutnya dia menjauhi segala perbuatan yang dapat merusak wibawa atau muru-ahnya. Kentut sembarangan, diantara tindakan yang kontrakdisi dengan muru-ah dan juga keluhuran akhlak.
Bagaimana cara menjaga muru-ah itu?
Suburkan rasa malu dalam diri kita. Karena malu dapat mencegah seseorang dari tindakan rendahan dan tak elok.
Nabi Shallallahu alaihi wa sallam mengingatkan,
إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ الأُوْلَى، إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ.
Sesungguhnya ungkapan yang telah dikenal orang-orang dari ucapan nabi-nabi terdahulu adalah: Jika engkau tidak malu perbuatlah sesukamu. (HR. Bukhari).
Berbuatlah sesukamu,” adalah perintah yang bermakna ancaman (tahdid). Maksudnya, silahkan berbuat sesukamu namun ingat, semua tindakan ada balasannya di sisi Allah!
Pernah ada seorang A’robi menemui Umar Radhiyallahu’anhu, meminta kepada beliau diajarkan Islam. Umar menjawab,
أن تشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله ، وتقيم الصلاة ، وتؤتي الزكاة ، وتحج البيت ، وتصوم رمضان ، وعليك بالعلانية ، وإياك والسر وكل ما يستحى منه
Kamu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mengerjakan sholat, membayar zakat, berhaji, puasa ramadhan, jauhi dosa-dosa di depan khalayak dan saat sendirian, serta jauhilah segala tindakan yang memalukan. (Dinukil dalam Syu’abul iman no. 3976, dikutip dari Islamqa).
Tidak diragukan, bahwa kentut sembarangan di depan orang, tanpa uzur, diantara tindakan memalukan itu.
Ketiga, kebiasaan kaum Luth.
Mungkin orang beralasan, “Di awal nikah memang malu. Tapi makin tua usia pernikahan, menjadi biasa. Bahkan kentut menjadi suatu hal yang lucu. Kami tidak merasa saling terdzalimi.”
Baiklah, satu alasan ini dapat menyadarkan kita untuk meninggalkan kebiasaan tak baik ini. Bahwa ternyata kentut sembarangan adalah kebiasaan kaum Nabi Luth.
Allah berfirman,
أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ وَتَقْطَعُونَ السَّبِيلَ وَتَأْتُونَ فِي نَادِيكُمُ الْمُنْكَرَ ۖ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا ائْتِنَا بِعَذَابِ اللَّهِ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ
Apakah pantas kamu mendatangi laki-laki, menyamun dan melakukan kemungkaran di tempat-tempat pertemuan kalian?” Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan, “Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika engkau termasuk orang-orang yang benar.”
(QS. Al-Ankabut : 29)
Dalam tafsir Al Qurtubi pada tafsiran ayat di atas dijelaskan,
وقالت عائشة وابن عباس والقاسم بن أبي بزة والقاسم بن محمد : إنهم كانوا يتضارطون في مجالسهم
Aisyah, Ibnu Abbas, Al Qosim bin Abi Bazzah dan Al Qosim bin Muhammad menjelaskan makna “melakukan kemungkaran di tempat-tempat pertemuan kalian”
(وَتَأْتُونَ فِي نَادِيكُمُ الْمُنْكَرَ),
“Mereka memiliki kebiasaan saling berbalas kentut di acara-acara mereka.”
Adapun berkaitan menjadikan kentut sebagai bahan lelucon atau tertawaan, sudah pernah di bahas pada tulisan berikut: Dilarang Menertawakan Kentut
Semoga manfaat…
Wallahua’lam bis showab.
Ditulis oleh Ustadz Ahmad Anshori, Lc (Pengajar PP. Hamalatul Quran DIY)

Manasik Umroh, Perjalanan Butuh Pemandu

Manasik | Mafaza
Mafaza-Online | Idrisiyyah Tour & Travel menyelenggarakan pelatihan Manasik Umroh, di komplek Idrisiyyah Islamic Boarding School (IIBS), Sabtu (14/02/2018). Sekitar 50 Jamaah akan berangkat melaksanakan Ibadah Umroh pada 1 Mei mendatang.

Dalam pelatihan ini, Jamaah diberi materi mengenai tata cara pelaksanaan Umroh baik teori maupun prakteknya.

Buya Zaini Dahlan Lc menyampaikan prakata dalam kegiatan pelatihan Manasik Umroh tersebut, menyampaikan tujuan diadakannya kegiatan ini, "Dengan adanya manasik ini, minimal sudah saling kenal antar Jamaah, supaya perjalanan Umroh ini nyaman, jelasnya. 

Buya Zaini Dahlan | Mafaza
Umroh atau haji, masih kata Buya Zaini, sebagai miniatur perjalanan hidup kita. "Sebuah perjalanan tentu harus ada pemandu," katanya. 

Lebih lanjut Buya menuturkan, dalam sehari-hari saja ibadah memerlukan pembimbing, apalagi umroh (haji) yang bukan ibadah rutin. Atau bisa jadi hanya dilakukan seumur hidup, karena itu harus ada manasik. sebelum berangkat saja, harus mengurus pasport, visa vaksin dan lain-lainnya. "Begitulah, menjalankan agama harus ada pembimbing," tegas Buya Zaini.   

Selanjutnya, Acara diisi oleh Ajengan Daud Burhani membawakan materi, Tatacara Ibadah Umroh. Ajengan Jalaluddin melanjutkan dengan praktik langsung di halaman Sekolah Idrisiyyah.

Umroh kali ini merupakan umroh kedua di tahun 2018, ada 46 peserta mengikuti umroh kali ini terdiri dari 20 ikhwan dan 26 akhwat. 

Adib Zainal Arifin

Silakan klik:
Lengkapi Kebutuhan Anda


  


Minggu, 15 April 2018

Divisi Pendidikan Idrisiyyah Gelar Lomba Ranking Satu

  
Suasana lomba Ranking Satu, Jumat (13/04/2018) di halaman Masjid Al-Fattah Tasimalaya
Mafaza-Online | Lembaga Pendidikan Idrisiyyah dalam Festival Qini Nasional ke-137 menyelenggarakan perlombaan Ranking Satu, Jumat (13/04/2018) di halaman Masjid Al-Fattah Tasimalaya.

Acara ini cukup meriah terlihat dari antusiasme peserta, sekitar 150 tenaga Pendidik di Lembaga Pendidikan Tarekat Idrisiyyah mengikuti acara ini.

Soal yang dilombakan diantaranya: Pedagogik, Umum, Matematika, Tebak lagu dan lain-lain.

Perlombaan dilaksanakan dalam dua sesi, Pertama, untuk Ustadzah, dan sesi Kedua diikuti para ustadz. Setiap sesi diikuti 50 peserta.

   
Ranking Satu Peserta yang lolos pada sesi ini akan melanjutkan ke babak final.

Menurut Ainun Nurul Sadiyah sebagai Penaggung jawab, tujuan perlombaan ini sebagai salah satu sarana untuk mengetes kemampuan para tenaga pendidik dan kependidikan, 

"Lomba menjadi ajang silaturahmi antara guru di Lembga Pendidikan Tarekat Idrisiyyah" ungkap Ainun yang juga salah seorang tenaga pendidik di SDIT Idrisiyyah Cidahu.

Harapannya, masih kata Ainun, kegiatan ini selain menjadi media hiburan, juga dapat meningkatkan kemampuan akademisnya.

"Dari perlombaan ini dewan guru dapat mengevaluasi kemampuan dirinya," pungkasnya.

MUHAMMAD SYARIF 
Silakan klik:
Lengkapi Kebutuhan Anda

Thariqah Sufiyyah Kunci Futuh Umat Islam Akhir Zaman

Manfaatkan Momentum Qini 137 untuk Membangun Persaudaraan

QINI NASIONAL 137 Tausiyyah Syekh Akbar Muhammad Fathurahman M.Ag: Pentingnya Sanad dalam Zikir

Dalam Al Quranul Karim, tanda bahwa bumi ini masih berputar karena masih ada wali-wali Allah


PEMBUKAAN QINI NASIONAL 137: Bersama Qori Internasional

   
Pembukaan Qini Nasional 137  
Mafaza-Online
| TASIKMALAYA - Tarekat Idrisiyyah menyelenggarakan kegiatan "Qini Nasional ke-137" yang akan berlangsung selama 3 hari 3 malam dimulai pada hari Kamis sampai Ahad 12-15 April 2018. 


Pembukaan acara ini berlangsung Bada shalat Isya.  Direktur Operasional Tarekat Idrisiyyah sekaligus Ketua Pelaksana Qini Nasional 137, Ustadz Adang Nurdin M.Pd. menyampaikan "Selamat datang di Pondok Pesantren Idrisiyyah, semoga kita semua bisa mengikuti Qini Nasional ini dari awal sampai akhir."   

Qini Nasional kali ini, masih kata Ustadz Adang, akan dimeriahkan dengan beberapa kegiatan diantaranya, Kajian Keislaman setiap malam dan pagi hari setelah Shalat Subuh yang disampaikan langsung oleh Syekh Muhammad Fathurahman M.Ag, Mursyid Tarekat Idrisiyyah.  

Selain itu, menurut Ustadz Adang Nurdin, akan dilaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan pelatihan-pelatihan yang bisa diikuti oleh seluruh Jamaah Idrisiyyah.  

   
Ustadz Adang Nurdin M.Pd.
"Dalam Qini Nasional kali ini juga akan dilaksanakan peringatan Haul Masyayikh Tarekat Idrisiyyah dan Milad Pesantren Idrisiyyah ke-86". tambah Ustadz Adang.  


Menutup sambutannya, Ustadz Adang Nurdin berdoa, "Mudah-mudahan kita semua diberikan kesehatan dan keberkahan oleh Allah SWT."  

Qori Internasional, H. Arwani Marhum juga Qori lainnya diantaranya H. Iwan bakhtiar, H. Mulyadi, H. Jenal, H. Abdul hakim, dan Ustadz Muslih Qori Tarekat Idrisiyyah, memeriahkan Pembukaan Qini Nasional dengan Haflah Tilawah Quran dan lantunan Shalawat. | ADIB

www.idrisiyyah.or.id



Silakan klik:
Lengkapi Kebutuhan Anda




Rabu, 14 Maret 2018

PKS Ingin Membangun Koalisi Dream Team

   
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman | Mafaza-Online
Mafaza
-Online |
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman memberikan arahan di depan ratusan calon gubernur, wakil gubernur, calon wali kota dan wakil wali kota serta calon bupati dan wakil bupati yang diusung PKS di Pilkada 2018.

Sohibul Iman menegaskan Pilkada 2018 PKS berjalan dengan berbagai partai untuk mengusung pasangan calon. Ia ingin koalisi yang dibangun tersebut menjadi koalisi The Dream Team.

Artinya, papar Sohibul, setiap elemen di koalisi termasuk calon kepala daerah harus mengoptimalkan setiap sumber daya yang mereka miliki. Sumber daya dari tiap elemen di koalisi tidak akan berjalan baik jika tidak melalui kerjasama.
"Optimalisasi sumber daya dan modal niat yang tulus akan melahirkan The Dream Team. Tapi kalau gagal mengelola hanya akan menjadi The Dreaming Team, tim para pemimpi," papar Sohibul di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (4/1/2017).
Soal niat yang lurus, Sohibul kembali menegaskan jika separuh kemenangan dalam Pilkada hanya akan didapat jika setiap elemen khususnya calon kepala daerah meluruskan niat. "Tujuan ikut Pilkada hanyalah satu yakni memberikan kontribusi yang terbaik buat masyarakat bukan untuk kepentingan pribadi dan partai," sebut Sohibul Iman.

Sohibul meminta agar setiap calon kepala daerah yang diusung dan didukung PKS benar-benar menanamkan semangat ikhlas melayani daripada mementingkan diri sendiri.

Anggota Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PKS Mulyanto menambahkan PKS membangun koalisi dengan partai lain dalam pilkada di Indonesia adalah membentuk the dream tim agar bisa bersinergi untuk kepentingan masyarakat dan bangsa Indonesia.

"Misi kita perpartisipasi adalah bukan demi kepentingan partai semata. Tapi untuk kepentingan masyarakat dan bangsa," papar Mulyanto.


Lebih lanjut, Mulyanto juga menambahkan hal yang tak kalah penting dari koalisi ini adalah melakukan edukasi untuk mencerdaskan masyarakat yang tak boleh diabaikan. Agar mereka tahu bagaimana memilih pemimpin yang baik dengan cara-cara yang bermartabat. Dengan demikian diharapkan proses Pemilu dan Pemilukada mendatang akan lebih murah dalam hal biaya.

Pelarangan Mahasiswi Bercadar: Sebuah Kemunduran Berpikir

Jangan sampai larangan bercadar ini mengekor stigma islamophobia
Oleh: Syekh M Fathurahman, M.Ag*

Kamis, 08 Maret 2018

ELO Adventure Magelang Hub Pras; 08125429877 Silakan Klik Gambar