Pengunjung

Categories

Belanja murah di LAZADA aja

LazadaID

Silakan Klik Pada Gambar

Buku Fiqih Sunnah Bisa Dicicil 3x

Minggu, 28 Mei 2017

A.R Fachruddin Cahaya Kesederhanaan Muhammadiyah

A.R Fachruddin menjadi ketua PP Muhammadiyah terlama sepanjang sejarah. Hidupnya sederhana. Ceramahnya sejuk. Pantang baginya menerima uang untuk kegiatan berdakwah. Ia wafat tanpa pernah memiliki rumah.

Inilah Akibat yang Harus Ditanggung Pria di Madiun Karena Meracuni Kucing Sampai Mati

Silakan klik:
                                                         Lengkapi Kebutuhan Anda

PKS Jaksel Minta Polisi Serius Tangani Geng Motor yang Meresahkan Jelang Ramadhan

Silakan klik:
                                                         Lengkapi Kebutuhan Anda

​Pasca Teror Bom, DPRD DKI Ajak Warga Jakarta Ciptakan Rasa Aman Dan Damai


Silakan klik:
                                                         Lengkapi Kebutuhan Anda

PKS Jakarta Kutuk Teror Bom Kampung Melayu

 
Silakan klik:
                                                         Lengkapi Kebutuhan Anda

Sabtu, 27 Mei 2017

Taujih Tarhib Ramadhan Ustadz Anis Matta



Taujih Tarhib Ramadhan
Ust. Anis Matta

Tertarik OK OCE, Universitas di Jepang Undang Tim Anies-Sandi

  
Calon Wakil Gubernur Nomor urut 3 Sandiaga Uno berfoto bersama peserta seminar OK, OCE di Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Center, Kebayoran Baru, Jakarta, 26 Januari 2017. Tempo/ Dwi Herlambang. (Magang)
Mafaza
-Online |
Tim pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno sekaligus co-founder OK OCE Academy, Anggawira, diundang menjadi pembicara dalam SIACA Discussion PPI Ehime di Ehime University, Matsuyama, Jepang.

Dalam kesempatan tersebut, Anggawira diminta memaparkan program OK OCE (One Kecamatan One Centre of Entrepreneurship), yang merupakan gagasan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies-Sandi.

Di hadapan peserta diskusi, Anggawira menyatakan program yang telah berdiri sejak 2016 itu bertujuan mencetak wirausaha baru di DKI Jakarta sehingga dapat memangkas angka pengangguran. Selain itu, ucap Anggawira, program ini bertujuan mendorong pemerataan ekonomi melalui kolaborasi dan partisipasi masyarakat dengan berbasis teknologi informasi.

“Kami berupaya dan berkomitmen agar pengusaha kelas menengah-bawah dapat bersaing sehingga mampu membuka lapangan kerja baru di Jakarta," ucap Anggawira dalam siaran persnya, Kamis, 25 Mei 2017.

Anggawira menyebutkan target program OK OCE adalah mencetak 200 ribu pengusaha baru. Saat ini, ujar Anggawira, peserta progres OK OCE telah mencapai 12 ribu.

Anggawira menjelaskan, setiap peserta akan mendapatkan mentoring usaha, pelatihan, dan akses bantuan permodalan usaha. Menurut Anggawira, pelaksanaan program ini tidak lepas dari sinergi yang dilakukan timnya dengan sejumlah jaringan perusahaan, investor, dan komunitas-komunitas bisnis di Jakarta.
“OK OCE sangat inspiratif dan menjadi solusi tepat untuk mengurangi ketimpangan ekonomi yang cukup ekstrem di Jakarta"
Salah satu mahasiswa program doktor asal Indonesia, Alim Setiawan, menyambut baik program OK OCE. Menurut Alim, program ini sangat inspiratif dan akan membawa dampak positif bagi ekonomi masyarakat.

“OK OCE sangat inspiratif dan menjadi solusi tepat untuk mengurangi ketimpangan ekonomi yang cukup ekstrem di Jakarta. Kami optimistis, dalam kurun waktu lima tahun, Jakarta akan menjadi jauh lebih baik. Kami mau aplikasikan juga di sini untuk masyarakat sekitar,” ujar Alim.

MAYA AYU PUSPITASARI | Tempo


Sebelumnya: 


Silakan klik:
                                                         Lengkapi Kebutuhan Anda

Deddy Mizwar Ingatkan Lippo Soal Tata Ruang Proyek Meikarta

  
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar
Mafaza
-Online |
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, proyek properti Lippo Group, Meikarta di Kabupaten Bekasi diminta terintegrasi dengan tata ruang metropolitan Bodebekarpur (Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, Puncak Cianjur). 

“Jangan sampai pembangunan di beberapa tempat secara sporadis justru secara tata ruang malah merusak bagian-bagian lain,” kata dia setelah bertemu Presiden Direktur Lippo Group Theo L Sambuaga di ruangannya di Gedung Sate, Bandung, Jumat, 26 Mei 2017.

Deddy mengatakan, kedatangan perwakilan Lippo Group itu untuk berkonsultasi soal rencana proyek properti kelompok usaha itu di Kabupaten Bekasi . “Kami apresiasi pada pihak Meikarta untuk mengkonsultasikan soal ini, karena memang berkaitan dengan Perda 12 tahun 2014 (tentang Pengelolaan Pembangunan dan Pengembangan Metropolitan dan Pusat Pertumbuhan),” kata dia.

Menurut Deddy, pihak Lippo Group bersedia melakukan penyesuaian agar pengembangan kota baru di Bekasi itu tidak menabrak aturan tata ruang dalam konteks pengembangan metropolitan. Dalam Perda 12 tahun 2014 itu, pemerintah Jawa Barat menetapkan ada sejumlah lokasi pengembangan metropolitan, salah satunya Bodebekarpur yang dirancang menjadi pengimbang Jakarta. 

“Kita sesuaikan bagaimana konsep menyeluruh tentang tata ruang Bodebekarpur jangan sampai tumpang-tindih. Saya kira tinggal sinkronisasi saja,” kata dia.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Sekretariat Daerah Jawa Barat, Deny Juanda Puradimaja mengatakan, pembangunan di wilayah yang ditetapkan sebagai bagian satu metropolitan dalam Perda 12/2014 itu harus terintegrasi. “Sekarang ini kan orang membangun sendiri-sendiri, nah ini harusnya dalam satu skema besar. Jadi ditata sedemikian rupa dalam skema (metropolitan) Bodebekarpur,” kata dia, Jumat, 26 Mei 2017.

Deny mengatakan, metropolitan Bodebekarpur itu satu kawasan metropolitan dengan dicirikan kawasan industri. Mayoritas industri manufaktur Indonesia misalnya berada di Jawa Barat, sebagian besar berada di Kabupaten Bekasi. “Sekarang terus berkembang hingga sampai ke sebagian Purwakarta,” kata dia.

Menurut Deny, pemerintah provinsi akan mengkaji proyek properti Meikarta yang tengah disiapkan Lipppo Group itu di Bekasi. “Harapannya Meikarta itu salah satu perwujudan dari Bodebekarpur, kalau itu bagus. Kalau belum, akan di arahkan ke sana, untuk mensuport kawasan industri,” kata dia. 

“Bodebekarpur sebagai penciri kawasan industri manufaktur Indonesia, di situ harus ada kampus, lembaga risetnya, jadi bukan hanya gedung-gedung itu.”

Presiden Direktur Lippo Group Theo L Sambuaga mengatakan, sengaja menemui Wakil Gubernur Deddy Mizwar untuk melaporkan perkembangan proyek Meikarta tersebut. “Kami mendapat arahan bagaimana kami mengkoordinasikan ini dengan perencanan Pemprov Jabar sesuai Perda 12/2014 mengenai metropolitan, kemudian mengenai penataan ruang secara keseluruhan, dan kami siap. Siap untuk mengkoordinasikannya,” kata dia, Jumat, 24 Mei 2017.

Mantan Menteri Perumahan Rakyat itu mengatakan, pihaknya bersedia menyesuaikan proyek itu agar terintegrasi dengan rencana metropolitan yang dirancang pemerintah provinsi. “Perda pemprov Jabar ini ada yang mengatur area yang menjadi metropolitan yang semuanya harus disinergikan, disinkronkan, nah kita sudah tentu siap. Karena perencanaan kami sudah mulai dari tahun 2012, mulai dari Orange County, berkembang menjadi sekarang ada Perda 12/2-14 yang memerlukan sinkronisasi, kami siap,” kata dia.

Menurut Theo, Lippo Group baru mengumumkan rencana proyek properti Meikarta itu. “Kita baru umumkan, sekarang ini sudah di lapangan khusus mengalokasikan lahan ini lokasi ini untuk perumahan, taman, tower, dan tentu kami siapkan untuk universitas, sarana pendidikan, semua fasos dan fasum kami siapkan di situ. Sementara ini yang sudah disiapkan sekitar 130-140 hektare, selanjutnya akan berkembang terus sampai ke kawasan 500 hektare,” kata dia.

TEMPO.CO


Sebelumnya: 


Silakan klik:
                                                         Lengkapi Kebutuhan Anda

Jumat, 26 Mei 2017

Pengurus Masjid Salman: Kiai Said Aqil Mengaku Khilaf dan Mohon Maaf

  
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj (kiri) | Republika/Raisan Al Farisi
Mafaza
-Online |
Pengurus Yayasan Masjid Salman Institut Teknologi Bandung menemui Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (25/5) siang. Mereka datang ke PBNU untuk meminta klarifikasi terkait pernyataan Kiai Said bahwa Masjid Salman menjadi tempat radikal.

Ketua Pembina Masjid Salman ITB Suparno mengatakan, pertemuan tersebut merupakan ajang bersilaturrahmi sekaligus untuk menyampaikan terkait pernyataan Kiai Said yang viral tersebut. "Pertama memang kami bersilaturrahni dengan beliau. Lalu, Kami juga menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan viral di masyarakat akibat penyampaian beliau yang kemudian jadi viral itu bahwa menyatakan Salman itu sebagai tempat Radikalisme," ujarnya kepada Republika.co.id di Kantor PBNU, Kamis (25/5).

Menurut Suparno, pihaknya hanya ingin mengetahui apakah dari pihaknya telah luput dalam mengamati Masjid Salman, sehingga Kiai Said menyatakan bahwa Masjid Salman merupakan masjid radikal. Namun, kata dia, setelah pertemuan ternyata Kiai Said mengaku hanya khilaf dan akan mengunjungi Masjid Salman.

"Namun, rupanya beliau menyadari itu suatu kekhilafan. Jadi beliau sudah menyampaiakan secara terbuka permohonan maaf. Pada dasarnya sih bukan pada kami yang hadir, tapi pada semua khususnya intitusi Salman atas ucapan itu," ucap dosen Fisika ITB tersebut.

Setidaknya ada enam orang pengurus Masjid Salman yang datang ke PBNU. Mereka menjadi bagian dalam berbagai kegiatan yang dilakukan Masjid Salman. Menurut Suparno, dalam melaksanakan kegiatan tersebut pihaknya merangkul semua golongan dan dalam pengajarannya ditekankan pada logika sebagai kelompok akademisi.

Ia pun membantah jika Masjid Salman merupakan masjid yang mengajarkan paham radikalisme. Justru, menurut dia, seyogyanya masjid mempunyai peran sebagai tempat untuk bersujud kepada Allah, sehingga menjadi simbol untuk pengabdian kepada Allah.

"Ya suatu radikalisme adalah sesuatu yang dipaksakan barangkali ya. Ya kami nggak setuju atau tidak menganut paham yang seperti itu. Bahwa sesuatu itu harus belajar natural atau alamiah yang fitrah-fitrahnya sudah ditetapkan oleh Allah," kata Suparno.

Seperti diketahui, pernyataan "masjid radikal" tersebut disampaikan Kiai Said dalam acara peluncuran Pusat Komando dan Kartu Pintar Nusantara di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin (22/5). Hal ini diungkapkannya saat menjelaskan bahwa nilai-nilai radikal sudah menyebar ke sejumlah lembaga pendidikan tinggi di Tanah Air. "Seperti di ITB, IPB, ITS dan lainnya. Terutama ITB lewat Masjid Salman," ujar Kiai Said.

REPUBLIKA.CO.ID

Sebelumnya: 


Silakan klik:
                                                         Lengkapi Kebutuhan Anda

ELO Adventure Magelang Hub Pras; 08125429877 Silakan Klik Gambar

Berita Nasional

More on this category »

Berita Internasional

More on this category »

MafazaOnline Peduli

More on this category »

Terjemahkan Halaman

SAHABAT ALAM


=================================

MafazaOnline Peduli (MOP) Adalah dana yang dihimpun dari pembaca. Untuk membantu dakwah Islam.

Mari bersinergi, Kirim bantuan melalui Bank Muamalat Norek: 020 896 7284 Atau Rekening Syariah Mandiri norek 069 703 1963. Atau BCA norek 412 1181 643 a/n Eman Mulyatman

Setelah transfer kirim sms konfirmasi ke 0878 7648 7687 Dengan format: Nama/Alamat/Jumlah/Bank/ Peruntukkan (Pilih salah satu) 1. Desa Binaan 2. Motor Dai 3. Peralatan Shalat 4. Wakaf Al-Qur’an 5. Beasiswa 6. Dunia Islam. Syukran Jazakumullah Khairan Katsira



UMMI RESIDENCES Properti 100% Murni Syariah