Pengunjung

Categories

Belanja murah di LAZADA aja

LazadaID

Silakan Klik Pada Gambar

Buku Fiqih Sunnah Bisa Dicicil 3x

Rabu, 22 Februari 2017

Habib Rizieq Tiba-Tiba Muncul Ditengah Massa Aksi 212 di Depan Gedung MPR/DPR


Mafaza-Online | Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab tiba-tiba muncul ditengah lautan massa peserta Aksi Bela Islam 212 Jilid II. Kehadiran Habib Rizieq langsung disambut takbir oleh Umat Islam.

Dalam orasinya, Habib menegaskan bahwa kehadiran dirinya menemui massa 'Aksi 212' jilid II bukan untuk membuat kerusuhan, melainkan menuntut pemberhentian Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai gubernur DKI.

Habib Rizieq meminta agar ruang dialog antara pemerintah dengan sejumlah ormas Islam terus dilakukan terkait kasus dugaan penistaan agama.

"Hari ini kita duduk di DPR untuk pemberhentian Ahok, penjarakan Ahok, stop kriminalisasi ulama, stop penangkapan mahasiswa," ujar Habib Rizieq di depan gedung MPR/DPR, Jakarta,seperti dilansir teropongsenanyan, Selasa (21/2/2017).

Selanjutnya Habib Rizieq menghimbau agar peserta Aksi 212 ini dapat pulang dengan damai tanpa ada gesekan apapun. Habib Rizieq juga menjelaskan bahwa, perwakilan Forum Umat Islam (FUI) sudah menyampaikan segala permasalahan kepada Komisi III DPR. 



Silakan klik:
                                                         Lengkapi Kebutuhan Anda

Sebelumnya:

Meneladani Sang Pendekar

Dari sosok Imam Syafi'i kita memahami bahwa air tenang jangan dianggap tidak berbuaya. Dari sosok Imam Abu Al Hasan Al Asy'ari kita belajar agar jangan sekali - kali membangunkan macan tidur 

Eko Jun @ Majelis I'tibar

Warga Muslim Indonesia di Belanda Dukung Aksi 112

  
Mafaza-Online | Puluhan warga muslim Indonesia di sekitar Kota Den Haag dan Rotterdam, Belanda mengadakan Aksi Simpatik bertajuk “Belanda 112” berlokasi di Kincir angin Molen de Vlieger di kota Den Haag, Jumat 10 Februari 2017. Acara berlangsung Jumat siang selepas melaksanakan Sholat Jumat di tengah suhu udara yang berada di kisaran 0 derajat Celcius.

Menurut kordinator Aksi, Eko Nugroho, Aksi Belanda 112 ini dimaksudkan sebagai dukungan warga muslim di Belanda untuk acara Bela Islam dan Dzikir Bersama 112 yang diadakan di Masjid Istiqlal Jakarta hari ini. Turut hadir dalam aksi tersebut warga muslim Indonesia yang tinggal di Belanda dari beragam profesi, mulai dari pengusaha restoran, pekerja profesional, perawat, konsultan IT, pengajar, hingga mahasiswa. Eko Nugroho sendiri merupakan pekerja profesional di bidang software testing yang sudah menetap di Belanda selama 25 tahun.


“Walaupun kami berada jauh dari tanah air, hati kami tetap bersama saudara-saudara seiman di Indonesia. Semoga upaya kecil ini bisa jadi bagian kontribusi kami kepada umat,” lanjut Eko.

Dalam aksi tersebut, pernyataan sikap dibacakan oleh Hamdi Rafioeddin, seorang  ustadz yang sempat mengenyam pendidikan di pondok pesantren Gontor dan Universitas Al-Azhar, Mesir yang kini menjadi pengajar di Belanda.

Pernyataan sikap tersebut antara lain, bahwa warga muslim di Belanda

• Mendukung penerapan Al-Maidah 51 untuk ibukota yang beradab dan untuk NKRI tercinta.
• Mendukung penegakan hukum dan penegakan keadilan di Indonesia.
• Menolak penistaan Al Quran, menolak penistaan agama, dan menolak penistaan ulama
• Mendukung kerukunan beragama dan menolak perpecahan bangsa.
Sebelumnya, Aksi Bela Islam 212 juga dilakukan oleh warga muslim Indonesia di Belanda pada bulan Desember lalu di Kota Utrecht, Belanda.

islamedia

Silakan klik:
                                                         Lengkapi Kebutuhan Anda

Sebelumnya:

Kisah Almarhum Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sikap Terhadap Etnis Tionghoa

Sri Sultan Hamengkubuwono IX
Bagi warga DI Yogyakarta yang usia diatas 50 tahun, tentu bisa mengenang kiprah almarhum Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Beliau adalah Raja Kasultanan Yogyakarta, Kepala Daerah DIY, mantan Wakil Presiden RI, pejuang dan pahlawan negara. Ini adalah ayah dari Sri Sultan HB X yang saat ini memerintah.

Almarhum Sultan HB IX dikenal sebagai pemimpin yang amat sangat merakyat dan dicintai rakyat. Beliau sering blusukan ke pasar-pasar bukan untuk cari dukungan, tapi ingin membantu warga miskin. Beliau sudah kaya dan terhormat dari lahir sehingga tidak butuh pencitraan. Sejarah mencatat, beliau punya peran besar dalam kemerdekaan RI dan upaya mempertahankan kemerdekaan. Sampai-sampai beliau dan Bung Karno berinisiatif memindahkan ibukota ke Jogja untuk mempertahankan kemerdekaan, serta beliau membangunkan gedung Istana Negara di Yogyakarta (sampai sekarang masih ada gedungnya, disamping Malioboro, seberang Benteng Vredeburg).

Sejarawan mencatat, beliau beberapa kali ditawari menjadi Presiden dan beberapa kali berkesempatan menjadi Presiden tapi beliau tidak mau. Beliau hanya sekali menjadi Wapres (jaman Soeharto) dan itupun hanya satu periode dan setelah itu tidak mau lagi dipilih.

Kecintaan warga DIY terhadap almarhum sangat tinggi. Wajar ketika beliau wafat tahun 1988, sepanjang jalan dari Keraton hingga Imogiri Bantul (tempat pemakaman) dijejali para pelayat. Diatas 500 ribu pelayat. Guiness Book Of International Record mencatat peristiwa itu sebagai jumlah pelayat terbanyak di dunia yang pernah ada. Koran dan media besar nasional pun menjadikannya sebagai topik bahasan utama: perginya pemimpin besar, pembela rakyat nan sejati.

Yang menarik dari beliau ialah sikapnya terhadap warga keuturuan Tionghoa. Beliau orang yang sangat humanis dan tidak membeda-bedakan, namun urusan kebijakan pemerintahan beliau sangat tegas. Salah satu aturan peninggalan beliau ialah melarang warga keturunan Tionghoa untuk memiliki tanah di Jogjakarta, dalam artian tanah sebagai hak milik. Warga keturunan hanya boleh punya Hak Pakai atau Hak Guna Bangunan. Aturan ini sampai sekarang masih berlaku di DIY, dan ini salah satu keistimewaan DIY.

Aturan itu lahir karena ada sejarahnya. Yakni pada saat tahun 1948, atau tahun-tahun saat mempertahankan kemerdekaan RI, sejarah mencatat bahwa etnis Tionghoa lebih memilih membantu pasukan Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia ketimbang ikut berjuang bersama elemen bangsa lainnya untuk mengusir Belanda. Dalam sejarah, ini dicatat sebagai Agresi Militer II Belanda, yakni Desember 1948. Saat itu komunitas Tionghoa yang ada di Jogja justru berpihak dan memberikan sokongan ke Belanda yang sebelumnya sudah menjajah Indonesia 350 tahun.

Sejak itulah Kanjeng Sultan Hamengkubuono IX kemudian mencabut hak kepemilikan tanah terhadap etnis Tionghoa di Yogyakarta. Tahun 1950, ketika NKRI kembali tegak dan berhasil dipertahankan dengan keringat dan darah, komunitas Tionghoa akan eksodus dari Yogyakarta. Namun Kanjeng Sultan HB IX masih berbaik hati dan menenangkan ke mereka bahwa meskipun mereka telah berkhianat kepada Negeri ini tetapi tetap akan diakui sebagai tetangga. "Tinggallah di Jogja. Tapi maaf, saya cabut satu hak anda, yaitu hak untuk memiliki tanah".

Itulah kenapa hingga sekarang ini pengusaha Tionghoa tidak punya hak milik atas tanah di berbagai pusat bisnis di kota Jogja. Mereka hanya bisa punya hak guna atau hak pakai sampai jumlah tahun tertentu. Hal ini diperkuat bahwa pada 1975, Paku Alam VIII menerbitkan surat instruksi kepada bupati dan wali kota untuk tidak memberikan surat hak milik tanah kepada warga negara nonpribumi. Surat ini masih berlaku.
Beliau orang yang sangat humanis dan tidak membeda-bedakan, namun urusan kebijakan pemerintahan beliau sangat tegas
 
Surat instruksi tersebut mengizinkan warga keturunan memiliki tanah dengan status hak guna bangunan (HGB), bukan hak milik (SHM). Bila tanah tersebut sebelumnya dimiliki pribumi, lalu dibeli warga keturunan, maka dalam jangka tahun pemakaian tertentu tanah itu status kepemilikannya dialihkan pada negara.

Kalangan investor dan cukong sudah beberapa kali menggugat aturan itu dan mengadukan hal itu ke Presiden. Dalihnya ialah aturan itu dianggap rasis dan tidak adil. Para penggugat itu biasanya menyuruh dan mendanai LSM. Namun oleh Mahkamah Agung tetap tidak dikabulkan karena hal itu bagian dari keistimewaan DIY.

Begitulah almarhum Sri Sultan HB IX yang visioner, tahu bagaimana mencintai dan menjaga negerinya. Beliau tahu bagaimana berbuat baik kepada sesama dan mengambil pelajaran dari berbagai kejadian/sejarah. Setiap membaca biografi beliau saya selalu terharu, merindukan pemimpin berkharisma, tidak ambisi kekuasaan dan harta, mencintai rakyatnya dengan tulus bukan karena pencitraan, dan hidupnya penuh kesederhanaan.

Semoga Sang Pencipta memuliakan kubur beliau, mengampuni segala dosanya dan menerima semua amal kebaikannya. Aamiiin !!

Silakan klik:
                                                         Lengkapi Kebutuhan Anda

Sebelumnya:

ELO Adventure Magelang Hub Pras; 08125429877 Silakan Klik Gambar

Berita Nasional

More on this category »

Berita Internasional

More on this category »

MafazaOnline Peduli

More on this category »

Terjemahkan Halaman

SAHABAT ALAM


=================================

MafazaOnline Peduli (MOP) Adalah dana yang dihimpun dari pembaca. Untuk membantu dakwah Islam.

Mari bersinergi, Kirim bantuan melalui Bank Muamalat Norek: 020 896 7284 Atau Rekening Syariah Mandiri norek 069 703 1963. Atau BCA norek 412 1181 643 a/n Eman Mulyatman

Setelah transfer kirim sms konfirmasi ke 0878 7648 7687 Dengan format: Nama/Alamat/Jumlah/Bank/ Peruntukkan (Pilih salah satu) 1. Desa Binaan 2. Motor Dai 3. Peralatan Shalat 4. Wakaf Al-Qur’an 5. Beasiswa 6. Dunia Islam. Syukran Jazakumullah Khairan Katsira



UMMI RESIDENCES Properti 100% Murni Syariah