Selasa, 12 Juli 2022

Home » » Kisah Pembina Anak Punk yang Ingin Gabung PKS

Kisah Pembina Anak Punk yang Ingin Gabung PKS

Pembina anak Punk | Foto: Alris/PKSFoto | mafazaonline

Senang dengan PKS Sebab merasa satu visi misi karena sama-sama mengokohkan dan membangun masyarakat.

Oleh: Muhammad Sholich Mubarok

Mafaza-Online | Budi Jafar bergegas dari bangkunya. Pria yang mengenakan peci itu meminta salah seorang peserta untuk memegang ponselnya, seusai Training Orientasi Partai (TOP) PKS di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu (16/11/2019).


"Fotoin saya dengan Habib Abu ya?" pintanya. Habib Abu yang dimaksud adalah Abu Bakar Alhabsyi, anggota DPR dari Fraksi PKS.


Seusai swafoto dengan Habib Abu, ia masih minta satu permintaan lagi. 


"Dengan Ustaz HNW ya!" pinta dia dengan sangat antusias. Ia berlari-lari kecil di antara kerumunan para peserta dan pengisi materi TOP.


Budi pun disambut hangat oleh Wakil Ketua Majelis Syura PKS, Hidayat Nur Wahid. Menjelaskan siapa dirinya dan berjabat tangan. Lalu 'Klik!'


Keseharian, Budi menjadi pembina sekaligus pendiri sebuah gerakan bernama Gergaji yang berakronim Gerakan Gemar Mengaji. Gerakan itu untuk anak-anak jalanan dan anak punk wilayah Bogor, Jawa Barat.


"Kami membina mereka yang dianggap sebagai sampah masyarakat," ungkap dia.

Untuk mengajak mereka, Budi tak menemui banyak kesulitan yang berarti. Yang sulit itu menurut dia adalah mencari tempat singgah buat mereka. 


"Kami sudah mencari beberapa tempat tapi tidak diterima masyarakat," tutur dia.


Agar menyenangkan, Budi harus mengajak mereka makan bersama setelah melakukan aktivitas belajar dan mengaji Alquran. 


Cara mengajak anak-anak jalanan itu dengan meminta kepada para ketuanya. Tidak hanya satu titik, tapi beberapa tempat di Bogor. Seperti di Dramaga yang ada sekitar 100 anak punk. 


Di daerah Tanah Sareal ada anak komunitas anak punk bernama Pinker, singkatan dari Punk Pinggir Rel Kereta, lalu anak punk wilayah BTM Bogor hingga desa Ciapus.


BACA:
Anak Betawi Naik Haji


Namanya anak punk pasti memiliki kebiasaan yang sulit dihilangkan. Ini yang ditemui oleh Budi.


"Mereka masih suka ngelem, atau kalau malam suka 'minum' kalau nggak kami kontrol," kisahnya.


Sebagai orang yang membina, Budi mengaku senang mengikuti acara TOP yang diadakan oleh PKS. Sebab merasa satu visi misi karena sama-sama mengokohkan dan membangun masyarakat.


"Visi misi PKS itu jelas. Maka suatu saat saya akan kenalkan mereka ke PKS," kata pria yang ingin segera mendaftar sebagai anggota PKS itu.


#punk #pks


Lainnya:

Rektor UIN Sunan Gunung Djati STAI Idrisiyyah Kampus Istimewa dengan Tasawufnya


Silakan Klik 

Mafaza-Store

Lengkapi Kebutuhan Anda






Share this article :

+ komentar + 1 comment

Anonim
12 Juli 2022 10.27

Alhamdulillah

Terimakasih Anonim atas Komentarnya di Kisah Pembina Anak Punk yang Ingin Gabung PKS

Posting Komentar

 
Copyright © 2011. Mafaza Online: Kisah Pembina Anak Punk yang Ingin Gabung PKS . All Rights Reserved