Rabu, 14 Maret 2018

Home » » PKS Ingin Membangun Koalisi Dream Team

PKS Ingin Membangun Koalisi Dream Team

   
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman | Mafaza-Online
Mafaza
-Online |
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman memberikan arahan di depan ratusan calon gubernur, wakil gubernur, calon wali kota dan wakil wali kota serta calon bupati dan wakil bupati yang diusung PKS di Pilkada 2018.

Sohibul Iman menegaskan Pilkada 2018 PKS berjalan dengan berbagai partai untuk mengusung pasangan calon. Ia ingin koalisi yang dibangun tersebut menjadi koalisi The Dream Team.

Artinya, papar Sohibul, setiap elemen di koalisi termasuk calon kepala daerah harus mengoptimalkan setiap sumber daya yang mereka miliki. Sumber daya dari tiap elemen di koalisi tidak akan berjalan baik jika tidak melalui kerjasama.
"Optimalisasi sumber daya dan modal niat yang tulus akan melahirkan The Dream Team. Tapi kalau gagal mengelola hanya akan menjadi The Dreaming Team, tim para pemimpi," papar Sohibul di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (4/1/2017).
Soal niat yang lurus, Sohibul kembali menegaskan jika separuh kemenangan dalam Pilkada hanya akan didapat jika setiap elemen khususnya calon kepala daerah meluruskan niat. "Tujuan ikut Pilkada hanyalah satu yakni memberikan kontribusi yang terbaik buat masyarakat bukan untuk kepentingan pribadi dan partai," sebut Sohibul Iman.

Sohibul meminta agar setiap calon kepala daerah yang diusung dan didukung PKS benar-benar menanamkan semangat ikhlas melayani daripada mementingkan diri sendiri.

Anggota Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PKS Mulyanto menambahkan PKS membangun koalisi dengan partai lain dalam pilkada di Indonesia adalah membentuk the dream tim agar bisa bersinergi untuk kepentingan masyarakat dan bangsa Indonesia.

"Misi kita perpartisipasi adalah bukan demi kepentingan partai semata. Tapi untuk kepentingan masyarakat dan bangsa," papar Mulyanto.


Lebih lanjut, Mulyanto juga menambahkan hal yang tak kalah penting dari koalisi ini adalah melakukan edukasi untuk mencerdaskan masyarakat yang tak boleh diabaikan. Agar mereka tahu bagaimana memilih pemimpin yang baik dengan cara-cara yang bermartabat. Dengan demikian diharapkan proses Pemilu dan Pemilukada mendatang akan lebih murah dalam hal biaya.

Share this article :

Posting Komentar