Selasa, 12 November 2013

Home » » Hacker Australia Gondol Bitcoin US$ 1 Juta

Hacker Australia Gondol Bitcoin US$ 1 Juta

Peretas adalah remaja Sidney yang usianya tidak lebih dari 18 tahun

Mafaza-Online.Com | SYDNEY – Sebuah ‘bank’ penyimpan koin langka nan mahal (bitcoin) yang khasanahnya ada uang-kripto bernilai lebih dari US$ 1 juta (Rp 11 miliar lebih) dibobol oleh hacker. Inilah penganggsiran uang terbesar di dunia maya dalam empat tahun belakangan.

Insiden peretasan ini terjadi pada 26 Oktober lalu, saat bank itu dibobol sebanyak 4.100 bitcoin bernilai US$ 1,3 juta oleh hacker yang diketahui berjuluk “Tradefortress”. Ia menolak menyebut namanya kepada wartawan, dan hanya bilang usianya tidak lebih dari 18 tahun dan laki-laki, tulis Al Jazeera, Minggu (10/11/2013).

Pemilik ‘bank’ perlu waktu dua pekan untuk mencatat satu per satu nasabah yang koinnya digondol peretas remaja Sydney ini. Bitcoin ini bebas dari kontrol pemerintah atau bank sentral. Mata uang kripto ini diperjual belikan pada penukaran valuta asing online, dan transaksinya bisa dilakukan secara maya dan anonim.

Satu bitcoin kini berharga lebih dari US$300 di Mt.Gox, tempat penukaran bitcoin terbesar di dunia, yang pada bulan Maret nilainya baru mencapai US$ 50. Ada sebanyak 11.925.700 juta bitcoin yang beredar di dunia.

Remaja Sydney ini menawarkan jasanya yang disebut “Input.io” yang diklaim sebagai “salah satu dompet web paling aman di pasar.” Nasabah atau pelanggannya hanya dikutip dengan biaya rendah agar bitcoin mereka tetap di dompet remaja ini.

Situs ini menggunakan dua faktor konfirmasi dengan otorisasi dan lokasi melalui email dan menyatakan dalam laman dengan kalimat “bitcoin yang diretas hanya jika server webnya disepakati.”

Uang yang diretas akan dikembalikan, ujar operator remaja ini kepada Fairfax Media, Australia. Tradefortress mengatakan, ia akan menggunakan 1.000 keping bitcoin miliknya, bukan uang hasil garongannya.

“Pengguna akan dibayar maksimum 100 persen tegantung dari jumlahnya (dengan skala menurun), umumnya sekitar 40-70 persen,” kata Tradefortress.

Operator ini mengindikasikan peretasan hanya mungkin dilakukan karena ada “cacat” dalam sistemnya sehingga peretas bisa membobol benteng perlindungan sistem ini.

Peretas canggih ini mengunggah pesan dengan tampilan gambar sedih: “Saya tahu ini tak terlalu berarti, namun saya meminta maaf; saya sangat sedih ini benar-benar terjadi.” (inilah.com)

Silakan di Klik:
┈┈»̶•̵̭̌✽M-STORE LengkapiKebutuhanAnda✽•̵̭̌«̶┈┈ 



Share this article :

Posting Komentar