Sabtu, 26 Oktober 2013

Home » » Titian Muhibah Mengunjungi Sanusiyyah Malaysia (2)

Titian Muhibah Mengunjungi Sanusiyyah Malaysia (2)

Mengambil Semangat dari Lelaki yang Bersenjata Tongkat

Mafaza-Online.Com | SILATURRAHIM - Selesai acara di Zawiyyah Fatimah sorenya rombongan beranjak menuju penginapan. Bada Isya rombongan dijemput untuk kembali menuju lokasi acara Haul di Rembau, Negeri Sembilan. Dari penginapan lamanya sekitar satu  jam perjalanan. Kali ini rombongan diajak ke tempat kelahiran Syaikh Fuad.

Kami melewati beberapa situs awal pergerakan dakwah Sanusiyyah di Chenong. Tiba di Rembau ratusan jama’ah telah menanti di dalam masjid. Masjid penuh sesak dengan jama’ah hingga sampai keluar masjid.

Masjid tersebut berada di tengah kompleks pendidikan Sanusiyyah. Paling besar di antara zawiyyah lainnya, yakni Zawiyyah Sayyid Ahmad as Syarif yang berlokasi di Bukit Sembilan.

Selain taushiyah, dalam acara Haul dilantunkan beberapa bait shalawat dengan indah oleh para Qori dan Hafizh. Diantara alunan mengalir bait syair silsilah dan Maulid Sanusiyyah.

Syaikh M. Fathurahman dalam taushiyahnya selama sekitar 30 menit menyatakan pentingnya membangun persatuan dan persaudaraan sesama muslim. 

"Wabil khusus untuk yang memiliki manhaj sama," tandas Syaikh Fathurahman.

Menurutnya, ada dua hal yang menyebabkan keterpurukan umat Islam saat ini: 

Pertama Syubuhat, yakni ketidakjelasan umat terhadap pemahaman Islam yang lengkap dan utuh. Sehingga timbullah kesalahpahaman terhadap ajaran Islam dan umat lain memandangnya dengan keliru pula.

Kedua, gejolak hawa nafsu yang menimbulkan kehancuran umat.

Manhaj Sanusiyyah memiliki fakta sejarah yang diakui di panggung kehidupan dunia. Umat sangat mengharapkan jamaah ini mampu mengangkat kembali roda kejayaan umat yang saat ini sedang berada di bawah (terpuruk).

Di tempat yang sama, Syaikh Fuad mengungkapkan pentingnya mengadakan haul untuk melihat keteladanan dan semangat Syaikh Ahmad Syarif dalam menyebarkan dakwah Islam ke seluruh negeri, walaupun mendapatkan tantangan hebat dari para penjajah.

Menurutnya, tidak ada seorang Mujahid Islam yang menghadapi tiga negara penjajah sekaligus dalam satu masa. Syaikh Ahmad Syarif tidak menganjurkan mengadakan front peperangan dengan bangsa Eropa tapi beliau mempertahankan diri. Beliau (Syaikh Ahmad Syarif) memelihara kenikmatan besar yang telah diperolehnya dari Allah SWT berupa kenikmatan keimanan dan keislaman yang telah ditunjukkan dengan pergerakan Sanusiyyah di Libya.

Beliau bukan berjuang dengan mengangkat senjata tapi dengan semangat keimanan yang ada di dalam dadanya. Oleh karenanya beliau berprinsip tidak mencari-cari musuh, tapi tidak lari bila musuh menyerang. 


Lelaki itu pernah menyatakan bahwa ia tidak akan lari dari para penjajah, “Aku akan menghadapinya meski seorang diri dengan menggunakan tongkatku ini!” kata Syaikh Fuad menirukan ucapan Syaikh Syarif.

Sebelumnya:
Titian Muhibah Mengunjungi Sanusiyyah Malaysia (1) 

Silakan di klik
✽̶ M-STORE LengkapiKebutuhanAnda♈̷̴✽̶⌣̊
Share this article :

Poskan Komentar