Rabu, 02 Oktober 2013

Home » » Petani Pilih Tanam Jagung daripada Kedelai

Petani Pilih Tanam Jagung daripada Kedelai

Petani malah rugi Rp 150/kg | (Foto:dok/krjogja.com)
Mafaza-Online.Com | JAKARTA - Para petani lokal lebih suka memilih menanam jagung daripada kedelai. Ada beberapa alasan mengapa petani tidak suka menanam kedelai antaralain harga beli petani (HBP) kedelai yang rendah.

"Harga beli petani saat ini yang dipatok pemerintah sebesar Rp 7.000/kg dinilai tidak menggerakan petani untuk menanam. Karena biaya produksi kedelai jauh lebih tinggi dari harga belinya. Harga produksi per kg saat ini Rp 7.150/kg. Petani malah rugi Rp 150/kg," ungkap petani kedelai asal Nganjuk, Jawa Timur Timin Kartodihardjo saat berdiskusi dengan media di Rumah Makan Bumbu Desa Cikini, Jakarta, Rabu (25/9/2013).

Selain harga beli yang rendah, para tengkulak juga memainkan peran yang cukup besar untuk membeli kedelai para petani. Di tingkat tengkulak kedelai petani hanya dihargai Rp 5.500-6.000/kg.

"Yang banyak beli di kita itu tengkulak, harganya hanya Rp 6.000/kg. Kita rugi Rp 1.150/kg," imbuhnya.

Sedangkan untuk harga beli jagung, harganya jauh lebih kompetitif. Harga beli jagung per kg saat ini Rp 3.600/kg sedangkan biaya produksi jagung per kg hanya Rp 2.500/kg. "Kalau jagung kita untung Rp 1.100/kg," katanya. (detik)


Silakan di Klik:
Qurban Bersama SABANSA
Share this article :

Posting Komentar