Jumat, 11 Oktober 2013

Home » » Kebohongan dari Heboh “Jihad Seksual”

Kebohongan dari Heboh “Jihad Seksual”

Terbongkar, Rezim Assad Culik dan Paksa Gadis Suriah Mengaku Lakukan “Jihad Seksual”

Mafaza-Online.Com | Suriah – Kampanye opini buruk dilancarkan Pemerintah Bashar Assad terhadap mujahidin Suriah. Kewalahan menghadapi perlawanan mujahidin rezim Suriah merekayasa berita bahwa telah terjadi aktifitas jihad seksual dikalangan mujahidin.

Seperti digambarkan televisi pemerintah Suriah baru-baru ini, yang menyiarkan pengakuan seorang gadis Suriah,  tentang bagaimana mereka diperkosa oleh pejuang pembebasan atau bagaimana mereka bergabung dengan kelompok al -Qaida untuk memenuhi kebutuhan duniawi pejuang pembebasan yang digambarkan media sebagai “jihad seksual.”

” Ayah saya menyuruh saya untuk pergi mandi. Saat tengah mandi, seorang pria datang, ia tampak lebih tua dari saya dengan usia 50 tahun, dia hanya mengenakan celana dalam. Dia menarik rambut saya dan membawa saya ke kamar. Aku menjerit dan ayah saya mendengar saya, tapi dia tidak melakukan apa-apa,” kata Rawan Qadah , seorang gadis di bawah usia 18 tahun, mengungkapkannya di televisi.

Dia menambahkan bahwa ayahnya telah menjual ” kehormatannya” kepada pemberontak .

Versi video televisi Suriah yang belum diedit menunjukkan para gadis itu diperintahkan oleh laki-laki di latar belakang untuk membaca pernyataan mereka .

Tapi, menurut keluarga Rawan Qadah, putri mereka justru diculik oleh pasukan keamanan Suriah setelah kembali dari sekolah pada November lalu di kota barat daya di Deraa.

Kepergiannya telah memicu kampanye petisi di situs sipil Avaaz global.

Sarah Khaled al- Alawo dari Deir al- Zour Timur adalah wanita lain yang berbicara di televisi pemerintah .

Alawo digambarkan sebagai anggota al –Qaida Front al- Nusra. Dia mengaku bahwa dia melayani tuntutan seksual pemberontak sebagai ” jihad seksual .”

Tapi, keluarga Alawo menekankan bahwa justru putri mereka ditangkap dari kampus Universitas Damaskus setelah Alawo menyatakan dukungannya kepada pemberontakan melawan rezim Presiden Bashar al – Assad .

“Jihad seksual ” atau Jihad  nikah, digambarkan sebagai sebuah pernikahan singkat yang memungkinkan hubungan seksual dengan banyak pasangan. Hal ini dituduhkan kepada beberapa kalangan Salafi bahwa mereka menganggap sah dari perang suci.

Dalam video lain belum diedit yang diperoleh oleh Al Arabiya, seorang gadis Suriah meminta orang-orang di belakang kamera untuk memverifikasi tanggal ”18“, tanggal ketika dia diduga diperkosa oleh para pemberontak. (kiblat.net)


Silakan di Klik:
✽̶ M-STORE LengkapiKebutuhanAnda ♈̷̴✽̶⌣̊
Share this article :

Poskan Komentar