Jumat, 18 Maret 2022

Home » » PERTEMUAN PUAN MAHARANI - PBNU Bentuk Kedekatan Nasionalis dan Islam

PERTEMUAN PUAN MAHARANI - PBNU Bentuk Kedekatan Nasionalis dan Islam

Ketua DPR Puan Maharani (kiri) berbincang dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (kanan)  di gedung PBNU, Jakarta, Selasa (15/3/2022)



Antara NU maupun Puan mempunyai garis politik yang sama tentang pembangunan bangsa dan negara


Mafaza-Online | Pertemuan Ketua DPR Puan Maharani dan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Selasa (15/3), di kantor PBNU menyita perhatian publik. Pertemuan dua elite tersebut disambut positif untuk keharmonisan bangsa.


Pengamat Politik Emrus Sihombing menilai pertemuan tersebut bentuk kedekatan Puan dengan PBNU. Hal ini bisa dilihat dari lambang non verbal yang ditampilkan ke publik.


“Sebagai negarawan Bu Puan dan Pimpinan NU menunjukkan kedekatan Bu Puan Maharani dengan Nahdlatul ulama," ujar Emrus. 


Karena, Emrus mengungkapkan, secara psikologi komunikasi tidak akan terjadi pertemuan kalau tidak ada kedekatan. 


"Pasti ada kedekatan tertentu!” tegas Emrus kepada wartawan, Rabu (16/3)


Bagi Emrus, bisa saja ke depan antara NU maupun Puan mempunyai garis politik yang sama tentang pembangunan bangsa dan negara.


"Saya pikir ini suatu pertanda bagi Puan maharani bahwa Puan adalah tokoh dan pemimpin di legislatif yang dekat dengan organisasi-organisasi kemasyarakatan dan keagamaan sebagaimana pertemuan kemarin,” terang Emrus.


Senada, Pakar Politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin berpandangan, pertemuan Puan dan PBNU sekaligus menjawab dikotomi antara kaum nasionalis dan Islam. 


Dalam kacapandang Ujang Komarudin, Banyak resistensi kelompok nasionalis dan kelompok islam, "Hari ini mungkin saya mengatakan Puan ingin menunjukkan bahwa saya sebagai wakil nasionalis maka kami pun dekat dengan kelompok-kelompok islam itu,” ujar Ujang.


Ujang menangkap pesannya seperti itu.


Lebih lanjut, menurut Ujang, lewat pertemuan kemarin, Puan sudah mendapatkan momentum yang tepat dalam sejumlah diskursus politik nasional. 


Hari ini nasionalis dekat dengan kelompok islam, "Itu kan menurut saya hal yang positif saat ini dan ke depan,” tandas Ujang.


Dalam pertemuan di PBNU kemarin, Puan didampingi oleh Wakil Ketua MPR sekaligus Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah dan Ketua Banggar DPR Said Abdullah yang juga Ketua DPP PDIP.


Artikel lainnya:

MANAJEMEN KONFLIK Karena Perbedaan suatu Keniscayaan


Silakan Klik:

Mafaza-Store

Lengkapi Kebutuhan Anda

Share this article :

Posting Komentar