Senin, 24 Januari 2022

Home » » SIMPATIK Memahami Agama Secara Ringkas

SIMPATIK Memahami Agama Secara Ringkas



SIMPATIK Simpel Praktis Komprehensif  

Iman Islam Ihsan

Oleh: Syekh Muhammad Fathurahman, MAg | Mursyid Tarekat Idrisiyyah


Mafaza-Online | Manusia diciptakan Allah untuk mengabdi (beribadah) kepada-Nya. Dalam rangka menjalankan misi besar tersebut, Allah tidak membiarkan manusia membuat aturan sendiri. Allah menurunkan agama-Nya sebagai aturan beribadah bagi manusia.


Ketahuilah Rukun atau pondasi Agama itu ada Tiga


Pertama Iman


Iman artinya percaya. Keimanan terletak di dalam hati. Para Ulama merumuskan nilai-nilai keimanan (yang dipelajari) dalam Ilmu Tauhid.


Tauhid berasal dari kata: wah-hada - yuwah-hidu - tawhiidan. Inti Ilmu Tauhid adalah mengesakan Allah, meyakini bahwa Allah itu Satu, Tunggal atau Esa. Allah menjadi obyek kajian Ilmu Tauhid.


Dalam Ilmu Tauhid dipelajari tentang Sifat-sifat dan Asma-asma Allah, agar identitas-Nya jelas. Ada 20 Sifat yang wajib bagi Allah, dan 20 Sifat yang mustahil bagi-Nya.


Fungsi Ilmu Tauhid adalah mengenal identitas Allah agar Dia (Al Khaliq) berbeda dengan ciptaan-Nya (Al Makhluq). 


Asma-asma Allah yang berjumlah 99 berisi Nama-nama yang mulia. Ketika disebut Nama Ar Rahman, Yang Pengasih, kita merasakan kasih sayang Allah berupa kenikmatan hidup di dunia berupa penglihatan, makanan, atau rizki lainnya. 


Nama Ar Rahim, Yang Penyayang, mengingatkan kita kepada Allah yang melimpahkan kenikmatan mawahib petunjuk-petunjuk-Nya. Dalam hadis disebutkan, 'Barang siapa yang menghafal (mengenal dan menghayati/merasakan) Asma-asma-Nya akan menjadi ahli surga'.


Allah tidak bisa dilihat atau didengar atau diraba. Mengenal-Nya hanya melalui pendekatan akal dan hati, bukan dengan fisik atau panca indera. Menurut akal sehat (dalil aqli), Allah itu wajib ada, dan mustahil kebalikannya (tidak ada). Begitu pula penjabaran sifat-sifat lainnya.


Ketika akal bekerja, ia menalar bahwa adanya yang diciptakan menuntut adanya yang menciptakan. Sebagai contoh, sebuah gelas yang ada di depan mata kita, pasti ada yang menciptakannya. Apalagi benda-benda besar seperti planet, bintang-bintang, dan benda-benda langit lainnya.


Hati yang senantiasa berdzikir, dan dibersihkan, maka akan bermusyahadah (menyaksikan) Sifat Kebesaran-Nya.


Rukun Iman yang berjumlah Enam menunjukkan bentuk-bentuk keyakinan yang harus ditanam dalam hati.


Kedua Islam


Pengertian Pertama: ketundukan (berserah diri), Kedua: keselamatan (kedamaian).


Syahadat, bersaksi kepada Allah. Keimanan tidak cukup di dalam hati, tapi juga diikrarkan (diakui). Syahadat mengandung pengertian persaksian, pengakuan, atau ikrar.


Ikrar syahadat tidak hanya ketika seseorang masuk Islam saja tapi diulang-ulang di beberapa tempat, seperti saat azan, shalat, dan lainnya.


Shalat, sebagai bukti ketundukan. Shalat merupakan salah satu syarat dalam Islam. Syariat Islam lainnya, seperti zakat, puasa dan haji adalah bentuk-bentuk ketundukan kepada Allah.


Ketika seseorang berikrar syahadat berarti ia bersedia untuk melaksanakan seluruh bentuk-bentuk ketundukan tersebut.


Ketiga Ihsan


Ihsan atau ilmu tasawuf, obyek kajiannya adalah hati. Ihsan ini adalah amat penting. Jika hati tidak dipelajari/digali maka tidak terurus. Hati digali potensinya agar dapat menyaksikan (musyahadah) kepada Allah, dan terhubung/terbimbing terus menerus.


Itulah konsep yang amat mendasar, dan sempurna tentang ajaran Islam yang penting sekali dan mahal nilainya. Apabila orang kafir (diluar Islam) mampu mempelajari/memahaminya maka ia akan menerima (masuk ke dalam) Islam atas izin Allah.


Sumber: Kajian Santri, Kamis, 8 Maret 2018


Silakan Klik:

Mafaza-Store

Lengkapi Kebutuhan Anda

Share this article :

Posting Komentar