Minggu, 03 Oktober 2021

Home » » Keutamaan Surat Al Mulk

Keutamaan Surat Al Mulk

Follower sejatimu hanyalah amal

Salah satu surat yang memiliki keistimewaan yakni Al Mulk yang artinya Kerajaan. Surat ini termasuk surah Makkiyyah dengan jumlah 30 ayat. Surat ini turun sesudah Surat ath-Thur.

Mufsair Ibnu Katsir menerangkan, Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hajjaj ibnu Muhammad dan Ibnu Jafar. Keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Syubah, dari Qatadah, dari Abbas Al-Jusyami, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah ﷺ yang bersabda:

«إِنَّ سُورَةً فِي الْقُرْآنِ ثَلَاثِينَ آيَةً شَفَعَتْ لِصَاحِبِهَا حَتَّى غُفِرَ لَهُ: تَبارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ»

Sesungguhnya di dalam Al-Quran terdapat suatu surat berisikan tiga puluh ayat dapat memberi syafaat bagi pembacanya hingga ia mendapat ampunan, yaitu Tabarakal Lazi Biyadihil Mulku (surat Al-Mulk).

Arbaah telah meriwayatkan hadis ini melalui Syubah dengan sanad yang sama. Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan.

Mengenai keutamaan surat Al Mulk ini, sahabat Anas ibnu Malik ra mengatakan, Rasulullah ﷺ pernah bersabda bahwa sesungguhnya ada seorang lelaki dari kalangan umat sebelum kalian meninggal dunia, sedangkan tiada sesuatu pun dari Kitabullah yang dihafalnya selain dari Tabaraka (Al Mulk).

Ketika lelaki itu diletakkan di dalam kuburnya, malaikat penanya datang. Maka surat Tabaraka menghalang-halanginya sehingga malaikat itu berkata: 

"Sesungguhnya engkau adalah salah satu dari Kitabullah, dan aku tidak suka membuatmu tidak senang, tetapi aku tidak mempunyai kuasa bagimu, bagi dia dan juga bagi diriku terhadap suatu kemudaratan dan juga suatu kemanfaatan. Jika engkau hendak membela orang ini, maka menghadaplah kepada Allah Swt dan mintalah syafaat dari-Nya buat dia."

Maka surat itu berangkat menuju kehadirat Allah SWT, lalu berkata memohon, "YaTuhanku, sesungguhnya si Fulan dengan sengaja memilihku di antara Kitab-Mu, lalu ia mempelajariku dan membacaku serta menghafalku. 

Maka apakah Engkau akan membakarnya dengan api, sedangkan aku berada di dalam rongganya? Jika Engkau hendak mengazabnya, maka hapuskanlah terlebih dahulu aku dari Kitab-Mu.

"Allah berfirman, "Aku lihat engkau marah." 

Surat itu menjawab, "Sudah seharusnya aku marah." 

Maka Allah berfirman, "Sekarang pergilah kamu, sesungguhnya Aku telah menyerahkannya kepadamu dan Aku memberi izin kepadamu untuk memberi syafaat buatnya."

Maka Surat itu kembali dan mengusir malaikat penanya, lalu lelaki itu bangkit dalam keadaan senang hati tanpa mengalami suatu siksaan pun dari malaikat tersebut.

Lalu surat itu meletakkan mulutnya ke mulut lelaki itu dan berkata, "Selamat datang dengan mulut ini, barangkali mulut ini sering digunakan untuk membacaku; 

selamat datang dengan dada ini, barangkali dada ini dipakai untuk memuatku; 

selamat datang dengan kedua kaki ini, barangkali ia dipakai untuk berdiri membacaku. Surat itu menghiburnya di dalam kuburnya karena merasa khawatir bila ia kesepian dan merasa takut."

Anas ibnu Malik melanjutkan, bahwa setelah Rasulullah ﷺ menceritakan kisah ini, maka tiada seorang pun —baik anak kecil, atau orang dewasa atau budak atau orang yang merdeka— melainkan mempelajarinya dan menghafalkannya. 

Rasulullah ﷺ menamainya dengan sebutan Al-Munjiyah (surat yang menyelamatkan).

Silakan Klik

Mafaza-Store

Lengkapi Kebutuhan Anda


Share this article :

Posting Komentar