Sabtu, 08 Mei 2021

Home » » Jangan Bosan Berdoa

Jangan Bosan Berdoa

Pekan taaruf Santri Idrisiyyah, Tasikmalaya | Marcomm 


Terkabulnya doa menurut pilihan Allah dan waktu yang dipilih-Nya, bukan menurut kita 

Syekh Ibnu Athaillah as Sakandari berkata,

لاَ يَكُنْ تَأَخُّرُ أَمَدِ الْعَطَاءِ مَعَ الاِلْحَاحِ فِي الدُّعَاءِ مُوْجِبًا لِيَأْسِكَ فَهُوَ ضَمِنَ لَكَ الإِجَابَةَ فِيْمَا يَخْتَارُهُ لَكَ لاَ فِيْمَا تَخْتَارُ لِنَفْسِكَ وَ فِي الْوَقْتِ الَّذِيْ يُرِيْدُ لاَ فِي الْوَقْتِ الَّذِيْ تُرِيْدُ.

Tertundanya pemberian setelah engkau mengulang-ulang permintaan, janganlah membuatmu putus asa. Allah menjamin pengabulan doa sesuai dengan apa yang Dia pilih buatmu, bukan menurut apa yang engkau pilih sendiri, dan pada saat yang Dia kehendaki, dan bukan pada waktu yang engkau inginkan.

Sebaik-baik doa adalah apa yang diperintahkan kepada kita. Seperti dalam surat Al Fatihah, meminta terlebih dahulu jalan yang lurus, kemudian selainnya.

Jika sering berdoa tapi Allah juga belum memberi maka janganlah putus asa. Karena Allah mengabulkan doa yang Dia pilih, bukan pilihan kita. Berdoalah tapi menyerahkan yang terbaik kepada-Nya. Terkabulnya doa menurut pilihan Allah dan waktu yang dipilih-Nya, bukan menurut kita. 

Inilah etika berdoa, untuk belajar berpasrah kepada-Nya. Tidak keukeuh (ngotot) menuntut karena pengetahuan makhluk terbatas.

Pastikan langkah kita di atas jalan Allah. Tidak usah resah dan gelisah. Takdir Allah, itulah yang terbaik buat kita.

@MK_IDRISIYYAH

Kampoeng Futuh, 25 Maret 2021/11 Sya’ban 1422 H

Silakan Klik:

MINHAJUL ABIDIN Jalan Para Ahli Ibadah

Menurut Imam Al-Ghazali ada tujuh 'aqobah yang dapat menghambat kualitas ibadah serta faktor-faktor yang menghambat komunikasi personal seorang hamba dengan Tuhan. 

Dalam teks indonesia 'aqobah diterjemahkan sebagai tanjakan. 

Share this article :

Posting Komentar