Rabu, 24 Februari 2021

Home » » KIRANA Bersinar dalam Gelap

KIRANA Bersinar dalam Gelap

KIRANA Bersinar dalam Gelap

Hanya dengan melewati gelapnya malam, kita akan bertemu terangnya fajar

Mafaza-Online | Seringkali awak ini mengeluh, lagi dan lagi. Entah itu gegara masalah rezeki, keluarga, teman kerja, sungguh klasik. Sepertinya dunia ini isinya hanya derita yang tiada akhir. Sambat yang berputar disitu-situ terus. Orang bilang terperangkap dalam lingkaran setan. 

Disisi lain seringkali dan terutama bada shalat kita membaca doa sapujagat:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ


"Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa api neraka”.


Tapi, adakah orang yang keadaannya baik-baik terus? 


Hakikat Ujian


Adakah manusia yang hidup tanpa masalah? Bukankah hakikat hidup itu ujian? Artinya, kita akan selalu dihadapkan dengan masalah. Apalagi bagi seorang salik fillah, ujian sudah menjadi makanan pokok. Sadarilah, bagi seorang pejuang di jalan Allah SWT, sambutannya bukan karpet merah, aplaus puja-puji, tapi justru cobaan yang datang bertubi-tubi. 


Lihat Nabi-nabi yang tergolong Ulul Azmi, mereka itu yang paling berat cobaannya. Nuh as diuji dengan umatnya yang bebal, berdakwah hampir seribu tahun tak jua bersambut. Ibrahim as disanksi masuk kobaran api, oleh Namrud, Raja yang musyrik. Musa menghadapi Firaun yang zhalim dan mengaku sebagai tuhan. Isa meregang tergantung di tiang salib. Adapun Nabi Muhammad  dakwah globalnya justru dihadang kaum jahiliyah yang tak lain kerabatnya sendiri.


Estafet langkah-langkah besar itu pun berlanjut, Umar Mukhtar digantung penjajah Italia. Syekh Abdul Fattah harus meninggalkan kampung halaman selama 12 tahun untuk mencari Guru Mursyid. Diponegoro, kalau mau dia ya tinggal saja di kerajaan sebagai Pangeran yang dihormati. Tinggal duduk nyaman sambil menghitung-hitung hartanya. Tapi, tentu saja sejarah tidak akan mencatatnya, sebagai Pahlawan Nasional. 


Ujian lahir berupa peperangan, penyiksaan, penahanan hingga kematian. Ujian batin  menguras airmata pun harus diterima, pengasingan, teror dan intimidasi . Seringkali kita dapati orang-orang yang mengajak pada kebaikan justru ditolak, diasingkan atau penjara. Perjalanan berat karena jauhnya jarak antara realita dan cita-cita.  Pangkalnya jauh ujungnya belum tiba. 

Bersinar dalam gelap

Zona Nyaman


Kegigihan dan semangat pantang menyerah itulah yang membuat para pahlawan bersinar. Jejak sejarah mereka menerangi langkah generasi berikutnya. Sebaliknya, zona nyaman itu bisa bikin lalai. Terus dimanja oleh keadaan, mental jadi lemah karena tidak terbiasa menghadapi kejutan, kreativitas pun tumpul. 


Justru teknologi itu banyak muncul dalam dunia kemiliteran, seperti drone dan jembatan. Akal raksasa itu memunculkan teknologi yang timbul karena keterdesakan. Ada juga teknologi yang muncul karena tekanan, dilecehkan atau kebutuhan. Seorang sufi menemukan kopi, karena ingin melawan kantuk, bahkan sikat gigi ditemukan dari seorang yang dipenjara. Terjepit membuat kreatif. 


Tak hanya berbicara masalah pahlawan dan sejarahnya, dongeng Cinderela, Bawang Merah Bawang Putih adalah mereka yang bersinar dalam kegelapan. Sabar menghadapi derita dan cobaan. Meski hidup bukanlah dongeng. Sirah Islam cukup kaya dengan kisah-kisah pahlawannya yang bisa dipetik ibrohnya. Sabar yang tanpa tapi dan tak bertepi. 


Dalam jenjang beladiri, sabuk hitam dalam karate, atau sabuk putih dalam silat mereka pasang setelah melewati serangkaian ujian. Bersimbah keringat dalam latihan  dan mengucur darah dalam sabung tanding. Jadi seseorang akan bernilai sejauhmana tantangan yang berhasil dia lewati. Demikian pula seorang Salik akan meraih maqamnya setelah melewati masa-masa ujian. Itulah arti sebenarnya dari pencerahan.  


Hanya dengan melewati gelapnya malam, kita akan bertemu terangnya fajar. Ujian harus dilewati setiap murid agar naik kelas. Untuk menjadi juara sejati juga dinilai dari prosesnya. Cara untuk mengatasi ujian adalah dengan mengerjakannya, mengatasi cobaan adalah dengan melewatinya. Untuk menikmati bintang ya harus di malam hari.  


Sebagaimana ungkapan Mursyid Tarekat Idrisiyyah, Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, "Bintang akan semakin terang apabila malam semakin pekat."


Salman Al Farizi  

Majalah Sufi | TEMPIAS

Silakan klik:

Khadijah ra Cinta Sejati Rasulullah saw


Kisah Khadijah, Ummul-Mu`minîn, meninggalkan kesan yang mendalam. Seluruh umat Islam, tak peduli sebesar apa pun perbedaan paham di antara mereka, mereka akan mencintainya sepenuh hati.

Share this article :

Posting Komentar