Kamis, 09 April 2020

Home » » KHUTBAH JUMAT Empat Pilar Dalam Islam

KHUTBAH JUMAT Empat Pilar Dalam Islam


Khutbah Jum'at | EMPAT PILAR DALAM ISLAM


Mutiara Khutbah Jum’at

Khatib: Syekh M. Fathurahman, M.Ag


Pilar yang memperkokoh agama dan pengikutnya dimuliakan adalah:

1. Al Qur'an, yang terjaga/terpelihara. Di dalamnya mengandung ajaran yang Kamil dan Syamil (komprehensif). Sebagaimana dijelaskan dalam S. Al Maidah ayat: 3. (Pada hari ini Kami sempurnakan agama kalian, dst.)

Al Qur'an adalah karunia yang terbesar. Kitab2 Samawi sebelumnya hilang atau tidak terjaga keasliannya. Ajaran yang sempurna tertuang dalam Quran: menghubungkan antara hamba dengan Allah, antar sesama manusia, antar makhluk, menyeimbangkan materi (fisik) dan immateri (ruhani).

Al Qur'an menyatukan seluruh kaum muslimin di seluruh penjuru bumi dengan satu mushaf Usmani. Tidak ada versi yang lain seperti kitab suci lainnya.

2. Haji ke Baitullah. Mu'tamar Rabbani, pertemuan tahunan Islam. Kaum muslimin di seluruh penjuru bumi, datang ke satu tujuan, kedudukannya sama, berpakaian yg sama, berkumpul di tempat yang sama menghadap kepada Yang Satu, Allah ’Azza wa Jalla. Syariat ini semestinya menjadi pengikat ukhuwah dan persatuan bagi umat Islam meski aliran Mazhab atau Thariqahnya berbeda-beda. 

Pada abad 19, ketika bangsa-bangsa muslim terjajah pelaksanaan ibadah haji setiap tahun menjadi momen untuk membangkitkan semangat persatuan, pengikat rasa penderitaan yang sama. Ruh ini yang menjadi kekuatan untuk melepaskan belenggu dan tekanan penjajahan sehingga menjadi bangsa yang berdaulat.

3. Shalat Jumat. Jumat artinya berkumpul. Panggilan Allah: 'idzaa nuudiya lish sholaati min yawmil jumu'ati fas’au ilaa dzikrillaah wa dzarul baii’ (Jika telah dipanggil untuk melaksanakan shalat Jum’at maka bersegeralah untuk mengingat Allah dan tinggalkanlah perniagaan!) Q.S. Al Jumu’ah: 9.

Jumat adalah hari raya bagi kaum muslimin. Bersihkan dan satukan hati, bangun ukhuwah di antara kaum muslimin. Saat shalat Jumat adalah saat kebersamaan zahir dan batin menghadap kepada Allah.

Panggilan Allah bukan dengan lonceng atau tabuhan yang tanpa makna. Tapi dengan kalimat azan yang mulia, berisi komitmen dan kalimat dzikrullah serta motivasi kemenangan. Makna yang dalam ini menyatukan dan menghubungkan manusia dengan Allah. Shalat adalah perjalanan spiritual (samawi). Ketika dipanggil keluarlah sifat ananiyyah (keegoan) untuk tunduk menghadap kepada-Nya. Pasrah dan total kepada Allah, Pemilik Kemuliaan.

Saat menghadap, badan harus bersih suci hadas kecil maupun besar. Pakaian dan tempat pun harus bersih. Pakaian yang digunakan terbaik. Suci semuanya lahir batin.

4. Al Ulama, pewaris para Nabi. Terjalin risalah yang dibawa oleh yang satu dengan lainnya. Ulama Rabbani yang memahami kondisi umat. Yang menguasai dan menggabungkan kekuatan intelektualitas (ijtihad) dan batin (isyraqiyyah). Syekh Abdurrahman Akhdhari mengungkapkan, 

كَأَشْرَقَتْ بَصَائِرُ الصُّوْفِيّةْ  بِنُوْرِ شَمْسِ الْحَضْرَةِ الْقُدْسِيَّةْ

Seperti "Telah terbit cahaya mata hati Sufi (ahli Tasawuf), dengan (disinari) Cahaya Matahari Hadirat Allah Yang Suci”.

Ulama yang merangkul bukan memukul, memberi nasehat bukan melaknat. Penuh kasih sayang dan tanggung jawab. Sebagai imam kehidupan, bukan sebatas di masjid.

Nabi Saw telah mengisyaratkan akan selalu ada kelompok yang menegakkan agama, menyampaikan dengan penuh adab (etika), hikmah dan bijaksana. Karena memahami agama secara penuh dan memahami manusia beserta kehidupannya. Mereka tidak akan mengalami kebinasaan dalam menghadapi musuh-musuhnya hingga hari kiamat.

Murka Allah akan surut dengan adanya kelompok ini. Rahmat pun turun ke bumi. Mereka menjadi lokomotif kebangkitan bagi umat Islam yang lain. Akhirnya generasi khayru ummah (umat terbaik) muncul kembali di akhir zaman. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan Tsauban Ra., ‘Sebaik-baik umat adalah yang awal dan akhir, di tengahnya mengalami kekeruhan.’

Semoga kita berada dalam pilar tersebut sehingga meraih kenikmatan dan keberuntungan yang besar dalam bimbingan Islam.

Kampoeng Futuh, 21 Feb 2020

#Khutbah #Jum'at #SyekhMuhammadFathurahman


Sebelumnya:

Silakan Klik:


Share this article :

Posting Komentar