Kamis, 09 April 2020

Home » » HIJAB MURID Karena Hidup Tidak Seragam

HIJAB MURID Karena Hidup Tidak Seragam

Untuk mengenal Tarekat ini kita otomatis akan berinteraksi dengan sesama murid. Setelah hijab diri tersingkap, maka kita akan berjuang untuk menepis hijab murid
   
Suasana pekan taaruf Santri Pondok Tarekat Idrisiyyah 

Mafaza-Online | Murid-murid Syekh Mursyid bak Bintang di langit, menjadi pedoman ketika hilang arah. Disadari atau tidak, masing-masing akan menjadi contoh teladan. 

Masing-masing murid akan saling meniru dari kisah perjalanan suluknya. Secara langsung atau tidak, satu sama lain akan saling mengingatkan. Untuk mengenal Tarekat ini, kita otomatis akan berinteraksi dengan sesama murid. Setelah hijab diri tersingkap, maka kita akan berjuang untuk menepis hijab murid. 

Perjuangan yang menguras emosi hingga ego diri menjadi nihil. Seperti besi rongsokan yang masuk ke tungku pembakaran Lebur bersama. Hingga menjadi barang baru secara bersama. 

Positif Thinking, Betapa pun Tarekat ini jamaah manusia, bukan jamaah malaikat. Tentu ada peluang Murid untuk berbuat salah. Kita dilarang oleh syariat untuk mengintip-intip kesalahan orang lain. Untuk meredam hasad, kita kedepankan baik sangka. Seperti, bila dia telat atas janji hadir sesuai kesepakatan, maka buatlah 70 alasan yang baik-baik. Hingga kita lelah dan tak sempat lagi berprasangka buruk. 

Tidak ada Murid Senior, itu rambu yang ditancapkan Syekh ke hati murid. Bukankah komposisi Wali itu berubah setiap detiknya. Begitu seorang Murid lalai, maka kedudukannya akan diisi oleh yang dibawahnya. Bila bertingkah dia turun kelas, bisa jadi balik ke Taman Kanak Kanak lagi. 

Kita sebagai murid, hanya bisa mengingatkan sedangkan raport penilaian dipegang langsung oleh Syekh Mursyid. Jadi untuk apa pusing-pusing menilai Maqam (kedudukan) murid lainnya. Kalau mau menolong mereka, sibukkan saja hati dengan zikir. Otomatis diri, keluarga dan lingkungan akan tertolong. Itulah barokah. 

Takdir Manusia hidup di Dunia ini tidak bisa seragam. Meski santri diberi seragam yang sama, tetap saja hasil ujiannya berbeda. Meski tinggal di komplek yang sama, kerja di tempat yang sama, tapi rezekinya berbeda. 

Teman Muhasabah Ternyata teman yang buruk itu ada gunanya juga lho?! Bila kita kesal dengan seseorang, maka hadirkanlah wajahnya di malam hari di saat-saat muhasabah diantara waktu-waktu TAHAJUD kita. Sifat buruknya itu; jadikan sebagai bahan muhasabah. 

Ya Allah ada ya orang seperti itu, semoga saya tidak begitu. Ya Allah lindungi diri ini dari sifat buruk, jangan sampai ketempelan sikapnya itu. Sungguh sifat buruk itu membuat orang lain tidak nyaman. Ya Allah, bukankah Agama seseorang tergantung temannya juga. Aku juga pastinya pernah ada andil sehingga mendapati temanku seperti itu. 

Kalau aku pernah berbuat seperti itu, Ya Allah aku malu banget ketika di Yaumil hisab nanti, hari ketika ditampakkan amal. 

Astagfirullah al adzim wa atubu ilaih .... 😭



Silakan Klik:


Share this article :

Posting Komentar