Jumat, 10 April 2020

Home » » Fisik dibatasi Hati Jangan Mati

Fisik dibatasi Hati Jangan Mati

Salah satu kesempurnaan manusia adalah, mampu beradaptasi. Untuk hidup manusia harus bergerak

Ilustrasi Serangan Covid-19 

Mafaza-Online | Begitu ganasnya serangan virus Covid-19, sehingga Manusia harus bertahan di rumah masing-masing.  Apa pun namanya, Isolasi, Karantina, Kejadian Luar Biasa, Limited Mobility hingga Lock Down, artinya sama membatasi fisik. Di Twitter Tagar #DiRumahAja yang sempat trending topic, hari ini (ketika tulisan ini diketik) berganti #LockdownAtauMusnah. 

Tapi kehidupan terus berjalan, harus bertahan hidup. Manusia adalah mahluk yang sempurna penciptaannya. Dengan bekal Hati dan Akal, mampu menjangkau ciptaan Allah baik yang Makro maupun yang Mikro. Dengan akalnya, manusia tidak punya sayap, tapi bisa terbang. Tidak punya sirip tapi bisa melintasi lautan. Dengan hati, bisa menjangkau Arasy, lauhul Mahfudz dan alam malakut.  

Salah satu kesempurnaan manusia adalah, mampu beradaptasi. Untuk hidup manusia harus bergerak. Dalam situasi sepreti ini, ketika fisik di batasi hati tak boleh mati. Jadikanlah Lockdown sebagai Khalwat massal. 

Agar hidup terus bermakna, semangat terjaga: buatlah target. Misalnya: selama #dirumahsaja, Membaca Siroh bagaimana ketika nabi Muhammad ﷺ menghadapi Blokade musyrikin Qurays,  Nabi Yusuf dicemplungkan ke sumur, Nabi Yunus di perut ikan Paus dst. 

Khatam Al Quran beberapa kali, Menghafalnya. Pasang target agar TAHAJUD gak pernah bolong, setiap malamnya. 
       
Share this article :

Posting Komentar