Sabtu, 30 November 2019

Home » » KISAH ISTRI SHOLEHAH Patuh dan Setia pada Suami

KISAH ISTRI SHOLEHAH Patuh dan Setia pada Suami

Bagi seorang istri hak suamilah yang paling pertama dan utama harus dipenuhi, sedangkan bagi suami, Ibu yang harus lebih diutamakan


KISAH ISTRI SHOLEHAH Patuh dan Setia pada Suami | LPKS Idrisiyyah
Mafaza-Online | Semua rumah pasti punya masalah. Diskusi parenting, memang tak ada habisnya. Seminar, Talk Show atau pun buku-buku tentang parenting, terus diterbitkan. 

Masalah keluarga memang terus ada sepanjang usia manusia itu sendiri. Dalam banyak hal kita bisa meneladani perjalanan rumah tangga Rasulullah . Tentu yang kami maksud juga rumah tangga sahabat-sahabat nabi .

Kisah nyata ini Penulis kutip dari kitab ‘Uqudulujain. Sebuah kitab yang sering jadi bahan kaji di pondok pesantren di Indonesia. Kitab karya Syaikh Nawawi Al-Bantani ini cukup populer, karena merupakan salah satu kitab yang membahas tentang tata cara hidup berumah tangga yang islami.

Semoga kisah yang ditulis kembali ini dapat menginspirasi para wanita khususnya. Sebagai teladan bagi yang hendak atau sudah membina mahligai rumah tangga. Harapannya agar mendapatkan berkah dalam pernikahannya. Kisah setia ini terjadi pada zaman Rasulullah .

Ketika Rasulullah masih hidup, tersebutlah seorang istri yang shalihah. Wanita setia ini begitu taat kepada suaminya. Suatu hari, karena kewajiban Agama untuk pergi berjihad, sang suami hendak berangkat memenuhi panggilan suci untuk berjihad dia berpesan pada istrinya; 

“Istriku tersayang yang kucintai, aku akan pergi untuk berjihad meninggikan kalimat-kalimat  , sebelum aku kembali pulang dari berjihad, kamu jangan pergi kemana pun dan jangan keluar dari rumah ini.” 

Setelah berpesan demikian pada istrinya, berangkatlah si Suami menuju medan jihad.

Kalender Idrisiyyah 2020
Beberapa hari berlalu, datanglah seseorang ke rumah wanita tersebut. Dia mengabarkan, ibunya sedang sakit parah. Orang yang diutus tersebut mengatakan pada wanita shalihah tersebut untuk segera menjenguk Ibunya.

“Ibumu saat ini sedang sakit keras, jenguklah sekarang!”

Diantara gelisah wanita tersebut menjawab, “Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, bukannya tidak mau menjenguk, tapi saya dilarang keluar rumah sebelum suami saya pulang, tolong sampaikan permohonan maaf dan salam saya pada Ibu,” Si utusan pun pulang kembali tanpa membawa wanita tersebut.

Malam berlalu dan suami yang berjihad belum juga pulang. Keesokan harinya datang kembali seorang utusan yang mengabarkan bahwa Ibu wanita tersebut meninggal dunia. 

Betapa sedih perasaan wanita tersebut, air matanya berlinang mendengar kabar Ibu yang dicintainya telah pergi untuk selama-lamanya, bahkan disaat terakhirnya dia tidak berada disampingnya.

Utusan tersebut berkata, “Sekarang Ibumu telah tiada, datanglah untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum beliau akan dikebumikan hari ini”. 
Namun istri yang shalihah ini sambil menangis tersedu menjawab. 

“Bukannya saya tidak mencintai Ibu saya, tapi saya memegang amanah suami saya untuk tidak keluar rumah hingga dia pulang dan memberi saya izin.” 

Dengan berat utusan tersebut pulang. Mungkin karena kesal dan heran dengan sikap wanita tersebut yang tidak mau datang walaupun Ibunya sakit keras hingga meninggal dunia, dia adukan masalah tersebut pada Rasulullah .

Dengan nada sedikit kesal ia berkata kepada Nabi , “Wahai Rasulullah, wanita itu sangat keterlaluan, dari mulai Ibunya sakit hingga meninggal dunia dia tidak mau datang untuk menemui Ibunya”.

Rasulullah bertanya, “Kenapa dia tidak mau datang?”

“Wanita itu mengatakan, dia tidak mendapat izin untuk keluar rumah sebelum suaminya pulang berjihad,” jawab utusan yang mengadu ke Rasulullah tersebut.

Rasulullah tersenyum, kemudian beliau berkata, “Dosa-dosa Ibu wanita tersebut diampuni Allah SWT karena dia mempunyai seorang puteri yang sangat taat terhadap suaminya.”

Hikmah dari kisah ini adalah agar setiap wanita selalu taat pada suaminya selama apa yang diperintahkan suaminya bukan untuk mengingkari ketentuan

Karena bagi seorang Istri hak Suamilah yang paling pertama dan utama harus dipenuhi. Adapun bagi seorang Suami, Ibunyalah yang harus lebih diutamakan. 

Kesetiaan seorang istri dan ketaatannya pada suami pada kisah wanita di atas bisa dijadikan contoh, bagaimana seorang Istri menjaga amanah dan patuh pada suami. Sehingga orangtuanya pun mendapa berkah yang luar biasa, dosa-dosa orangtuanya diampuni. 


 KAMPOENG HIJRAH RESIDENCE Beli Rumah dapat Motor


Silakan Klik:

Share this article :

Posting Komentar