Senin, 21 Oktober 2019

Home » » Transformasi Pribadi dari Surat Al Waqi'ah

Transformasi Pribadi dari Surat Al Waqi'ah

Mengingat kematian bukan hal destruktif justru akan menjadi energi, jika kematian seorang manusia saja begitu dahsyat, apalagi kematian alam semesta, perlu strategi besar untuk menghadapinya

Oleh: Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, M.Ag*


Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, M.Ag*
Mafaza-online |
Al Quran kitab suci umat Islam, kesuciannya tak perlu diragukan. Kitab suci paling otentik, sejak diturunkan Allah SWT pada Nabi Muhammad . Terjaga sampai sekarang, bahkan hingga  semesta ini berakhir.

Al Waqiah, surat ke-56 juz ke-27, terdapat ayat sebanyak 96. Dinamakan Al Waqiah karena sesuai dengan ayat yang pertama: Al Waqiah (kiamat). Isinya menceritakan tentang hari kiamat. Adanya imbalan bagi mukminin, sebaliknya balasan bagi non-mukmin.

Fadhilah
Sufi sejati, bukan sekadar mencari Fadhilah, tapi selalu mencari cara yang tepat untuk dekat dengan Sang Pemberi Fadhilah. Jadi bukan sebatas Fadhilah yang diburu,  tapi ingin semakin dicintai Allah SWT. Kemuliaan di sisi Allah SWT, itulah yang terus dikejarnya.

Membaca Al Quran jelas pekerjaan mulia. Tapi, membacanya di malam Jumat berbeda keutamaannya dengan malam-malam lainnya. 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : » خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ « رواه مسلم

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: ”Hari terbaik di mana pada hari itu matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan surga serta dikeluarkan darinya. Dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat”.

Salah satu keutamaan Surat Al Waqiah berdasarkan hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Masud dan penjelasan para ulama mufassirin. Membaca surat Al Waqiah tiap malam, insya Allah dijauhkan dari kemiskinan.

Khalifah Utsman bin Affan bermaksud memberikan sejumlah harta kepada Abdullah bin Mas’ud untuk putra-putranya.

Namun, Abdullah bin Mas’ud menolak sembari menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak khawatir putra-putranya menderita kemiskinan.

Sahabat ahli tafsir itu pun membuka sebuah rahasia. Bahwa ia telah mengajarkan satu amalan yang pernah diajarkan Rasulullah kepadanya.

“Apakah Amirul Mukminin takut putra-putraku miskin? Mereka sudah kusuruh membaca Surat Al Waqiah setiap malam,” kata Abdullah bin Mas’ud ketika sakit menjelang wafat.

Ia kemudian menyampaikan sabda Rasulullah yang pernah didengarnya:

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْواقِعَةِ كُلَّ لَيْلَةٍ لَمْ تُصِبْهُ فَاقَةٌ أَبَدًا

“Barangsiapa membaca surat Al Waqiah setiap malam, dia tidak akan menderita kemiskinan selama-lamanya” (HR Abu Ya’la dan Ibnu Asakir)

Kisah ini ditulis oleh DR Abdurrahman Raf’at Al Basya dalam bukunya, Shuwar min Hayaat ash Shahabat. Juga ditulis oleh Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar.

Dikutip dari Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah pada malam Jum’at, ia akan dicintai oleh Allah, dicintai oleh manusia, tidak melihat kesengsaraan, kefakiran, kebutuhan, dan penyakit dunia; surat ini adalah bagian dari sahabat Amirul Mukimin (sa) yang bagi beliau memiliki keistimewaan yang tidak tertandingi oleh yang lain.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203).
   

Strategi
Surat Al Waqiah berbicara tentang waktu (kiamat). Seorang Pengusaha, akan berstrategi memilih waktu yang tepat untuk mempromosikan produknya. Jangankan konglomerat pedagang asongan saja akan memilih tempat yang baik untuk menggelar dagangannya. Memikirkan kematian dan kiamat adalah peristiwa besar –kalau tidak mau celaka– harus menyiapkan strategi besar untuk menghadapinya.

Terkadang memikirkan kematian identik dengan pikiran-pikiran destruktif. Padahal dengan memikirkan kematian, membawa perubahan baik bagi hidup. Memikirkan tentang kematian justru memotivasi hidup.

Mengetahui, hidup kita terbatas, dapat memotivasi untuk menjalani hidup dengan sungguh-sungguh. Kematian peristiwa besar yang mengingatkan kita untuk tidak memusingkan hal-hal kecil. Memikirkan kematian dapat memberi kita beberapa perspektif. Etika kita diingatkan tentang kefanaan kita, kita tidak begitu khawatir tentang perkara sepele lainnya.

Memikirkan tentang kematian membantu kita menghargai saat ini dan penuh perhatian. Dengan memikirkan kematian, cenderung mewarnai hidup dengan hal-hal yang benar-benar Anda sukai. Hal yang jika Anda tua nanti tidak akan menyesal karena telah melakukannya.

Kecemasan tentang kematian, muncul ketika kita berpikir tentang mati. Tetapi semakin kita berpikir tentang sesuatu, semakin tidak menakutkan. Apa pun yang Anda yakini tentang kematian dan mungkin kehidupan setelahnya kadang membuat panik. Namun dengan memikirkannya terus menerus justru akan mengalir ketenangan dan energi. Melakukan hal-hal yang membuat Anda bahagia, dan meninggalkan jejak di masyarakat. karena kita sebagai muslim yang mukmin, percaya akan adanya Masa Perhitungan. 

Jadi, jika Anda merasa berani, sediakan ruang untuk berpikir tentang kematian. 
Perhatikan apa yang muncul. Adalah wajar jika Anda cemas namun Anda akan berdialektika dengan diri sendiri setelahnya untuk terus hidup. Dampak memikirkan kematian seorang manusia saja begitu dahsyat, bagaimana dengan kematian alam semesta? Padahal Kiamat sesuatu yang pasti akan terjadi.
   
   
Silakan Klik
DUA VARIAN RASA Gula Aren dan Kayu Secang


Kekayaan
Apabila ada seseorang yang mengatakan jika membaca Al Quran tidak diperbolehkan menginginkan dunia atau kekayaan, hal ini tidak benar. Semua manusia tentu sangat memerlukan dunia atau kekayaan, sebab dengan memiliki kekayaan maka akan banyak ibadah yang bisa ditunaikan seperti contohnya berangkat haji, menyantuni fakir miskin, infaq, sedekah rumah tangga sakinah dan lainnya. 

Sebagaimana ungkapan dalam bahasa Arab:

اعمل لدنياك كأنك تعيش أبداً ، واعمل لآخرتك كأنك تموت غداً
"Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup selamanya. Beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok."

Ibnu Umar ra pernah menyatakan,

إذا أصبحت فلا تنتظر المساء ، وإذا أمسيت فلا تنتظر الصباح ، وخذ من صحتك لمرضك ، ومن حياتك لموتك

Jika engkau berada di pagi hari, jangan tunggu sampai petang hari. Jika engkau berada di petang hari, jangan tunggu sampai pagi. Manfaatkanlah waktu sehatmu sebelum datang sakitmu. Manfaatkanlah waktu hidupmu sebelum datang matimu.” (HR Bukhari)

Makhluk Sosial
Al Waqiah juga mengingatkan manusia tentang penciptaannya dan perkembangannya. Ketika bersabar mengurus anak, sesungguhnya orang tua sedang mentransfer sifat sabar kepada anak-anaknya. Kelak ketika dewasa si Anak akan mengenang asuhan orangtuanya. 

Surat ini juga mengajak untuk menyelami orang-orang terdahulu. Teladan terbaik adalah Nabi Muhammad Dalam bershalawat pun akan terkenang sepak terjang dan teladan Nabi Muhammad . Imam Al Ghazali menganjurkan untuk menghadirkan sosok Nabi Muhammad dalam hati ketika bershalawat.

Lihat juga balasan bagi orang-orang zhalim. Orang yang sombong tidak mencium bau surga. Sombong bukanlah tentang kekayaan, kedudukan atau pun kendaraan. Orang yang paling sombong adalah yang menolak kebenaran dan agama Allah SWT.

Dalam surat Al Waqiah ini, Ayat-ayat tentang kiamat diulang-ulang karen penting sekali agar manusia tidak terlena kepada kehidupan dunia yang sementara, mau kembali kepada Allah SWT. Kenikmatan dunia yang secuil membuat lupa kepada Allah SWT Penguasa dan Pemberi nikmat. Kejadian kiamat, hancurnya alam, binasanya ciptaan menunjukkan semuanya akan kembali kepada Allah SWT.
   
Silakan Klik:

Syafaat
Di Padang Mahsyar akan ada diperlihatkan manusia dan amalnya ketika hidup di dunia, ada yang menjadi selebritis, gembel, cacat, buruk rupa.

Manusia dibangkitkan di Padang Mahsyar menjadi Tiga golongan: 

Pertama, Golongan Maymanah, Mereka yang menerima catatan dengan tangan kanan karena penuh amal baiknya. 

Kedua, Golongan Masy-amah, Mereka yang menerima catatan dengan tangan kiri), dan Golongan As Sabiqun as Sabiqun (yg paling duluan masuk surga). 

Ketiga, Golongan Kanan masih dihisab (ditimbang) dan amal baiknya lebih banyak. Dosanya ditutup dengan syafaat. 

Adapun Pemberi Syafaat terbagi Tiga: Para Nabi (bagi umatnya), Al Ulama Pewaris (bagi muridnya), dan Syuhada (buat keluarganya).

Golongan Kiri ada yang masuk neraka permanen, dan ada yang tertolong setelah menjalani hukuman.

Golongan as Sabiqun, yang masuk surga paling awal karena masuk surga tanpa hisab. Saat di dunia ia berlomba-lomba dalam beribadah. Mereka adalah Muqarrabun (dekat dengan Allah SWT). Mereka adalah para Wali Allah.

Golongan Ketiga ini terbagi lagi mnjadi 1/3 yang terdiri dari para Nabi As beserta para pembela/penolongnya. Dan selebihnya adalah Nabi terakhir Muhammad beserta Ulama Pewarisnya beserta para penolongnya (Ansharullah).

Mereka yang dapat meraih As Sabiqun, karena ketika di dunia ada Pembimbingnya. Jika ada salah ada yang langsung menegur. Jika keliru langsung dibetulkan.

Golongan As Sabiqun tidak diperiksa. Ibarat pengendara yang dikenal petugas. Petugas justru memberikan hormat karen mengenalnya. Keadaannya, berbeda dengan yang tidak dikenal dan tidak memiliki surat lengkap. baru melihat razia saja sudah keluar keringat dingin gelisah, karena merasa salah.

Surat Al Waqiah, mengajarkan kita untuk menjadi Manusia Hebat yang meraih kekayaan sejati. Menjadi juara karena mengawali langkah dengan stretegi jitu. Sehingga mampu menghadapi persoalan besar dan menang! Karena selamanya Pemenang itu selalu selangkah di depan (As Sabiqun). Menjadi juara tidak bisa diraih kecuali ada pelatih. Dalam hal ini bimbingan seorang ulama Mursyid menjadi mutlak kehadirannya.

Itulah kenapa banyak ulama menyarankan agar Surat Al Waqiah ini menjadi bacaan harian. Ibarat pedang yang diasah terus menerus untuk menjaga ketajamannya.

*Mursyid Tarekat Idrisiyyah



Silakan Klik
Lengkapi Kebutuhan Anda



Pada 1994 buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq ini, memperoleh penghargaan King Faisal Prize dalam Kategori Kajian Islam.

Dengan kelengkapan kandungannya, buku ini sangat tepat menjadi salah satu referensi Anda.

Penerbit Al-’Itishom Cahaya Umat 

Beberapa alasan mengapa memilih Fiqih Sunah  Terbitan Al-Itishom

1. Kwalitas terjemah terbaik di kelasnya, berdasarkan pengakuan Dr. Taufiq Hulaimi MA (Pakar fiqih lulusan Al-Azhar)

2. Harga termurah.

3. Kertas ringan.

4. dll.

Penulis: Syaikh Sayyid Sabiq
Harga
Rp.460.000
(Belum termasuk Ongkir/Penagihan) 

Bisa dicicil 3 kali : 
Khusus Jakarta, Tasik, Magelang dan Yogya 

Pesan sekarang juga…
Hubungi:
Andi Purnama
081229088016

Share this article :

Posting Komentar