Sabtu, 17 November 2018

Home » » Surga Untuk Orang Pemaaf 3

Surga Untuk Orang Pemaaf 3

Surga Untuk Orang Pemaaf 3
Jenis : Drama
Untuk Semua Umur

55 Anak Pejuang Subuh gembira mendapatkan paket alat tulis,  sumbangan dari Keluarga Muslim Oman. Paket tersebut  dibagikan pada Hari Sabtu subuh 10/November di Aula Masjid Al Kautsar, Waru Doyong Cakung. 

Jazakumullahu khairan katsir kepada Keluarga Muslim Oman dan Komunitas Anak Petani Cerdas Bogor, atas kepeduliannya terhadap Anak Pejuang Subuh. 


Babak III - Sengsara di Hari Tua

Heri jatuh sakit. Bukan sembarang sakit, karena penyakitnya sungguh aneh. Ia menderita kelumpuhan di sekujur tubuhnya. Tangan dan kakinya sulit untuk digerakkan.
Wajahnya merah terbakar. Matanya selalu terlihat melotot.  Hanya mulutnya yang masih bisa berbicara, namun tak seorangpun mengerti apa yang disampaikan. 
{Lakukan dialog dengan penonton, penyakit apa yang diderita Heri}

Walaupun tubuhnya sudah sulit untuk bergerak, Heri masih tetap benci dan dendam kepada kakaknya. Mulutnya berkomat-kamit mencaci maki kakaknya.

"Agghu benci ghiaa.. ghiaa harruss matii.. agghu mau bunuh ghiiaa.."

Sejak Heri jatuh sakit, tokonya semakin sering ditutup. Keluarganya sibuk membawa Heri ke sejumlah dokter dan tabib untuk menyembuhkan Heri, namun mereka semua menyerah. Ratusan juta rupiah sudah dikeluarkan untuk mengobati Heri, namun tak kunjung sembuh dan sehat kembali. 

Tokonya terpaksa dijual, begitu pula harta bendanya. Mobil, tanah, apartemen hingga rumah yang megah, semua habis terjual.

Karena kesibukan di tokonya, Hari tak langsung mengetahui keadaan adiknya yang sakit. Apalagi adiknya pernah mengusirnya saat ia berkunjung ke tokonya. 

Hari segera bergegas ke rumahnya saat mengetahui adiknya jatuh sakit. Ia saat sedih melihat adiknya kurus kering dan lumpuh.

Adiknya tak mengenali Hari saat bertemu. 

"Aku Hari, dek. Kakakmu. Maafkan kakak yang telat datang..", Hari mengusap sayang keningnya.

"Shiiiappa inii? Agghu mau bunuh ghiiaa.. ", Heri mengigau.

"Aku kakakmu, Dek", ucap Hari penuh kesedihan.

"Agghu gghag punya ghagag.. agghu mau bunuh ghagag..", Heri melotot ke atas, tangannya mengepal.

Rupanya, di akhir hidupnya Heri masih saja membenci dan mendendam kepada kakaknya. Ia tak peduli bahwa kakaknya menyayanginya.

"Aku tak pernah membencimu, Dek. Walaupun kamu telah menyakitiku di masa lalu, aku tetap sayang padamu. 

Dek, surga tak pernah menerima orang-orang yang pembenci dan  pendendam. Surga hanya menerima orang-orang yang pemaaf. Aku telah memaafkanmu. Aku sayang padamu, Dek..", ucap Hari terisak-isak.
Diiringi Isak tangis Hari dan kedua keluarga, akhirnya Heri menutup mata selama-lamanya. Sayangnya, Heri wafat dalam keadaan masih menyimpan benci dan dendam kepada kakaknya. Padahal surga hanya menerima orang-orang yang pemaaf...

TAMAT

Sebelumnya: 


Cobain bikin silky puding, puding kekinian yg private hehe Kok private?? G bs diiris-iris soalnya
Ditaruh di gelas lucu2, cup ato botol yg memungkinkan mereka dpt msg2 satu

Varianny ada 17 rasa, banyaak y..
Jd bisa warna warni 
Harga terjangkau..enak lagi 
Silakan Klik:

Terkadang Anak Pejuang Subuh menonton film-film edukasi pilihan di Aula Masjid Al Kautsar, agar wawasan pengetahuan mereka semakin luas dan terbuka. Dan terbukti pengetahuan yang telah didapatkan, bermanfaat bagi kehidupan mereka sehari-hari. 

Yuk nonton bareng 😘

Penulis : Kak Sidik - Pendongeng Keliling Nusantara
Penggagas Gerakan Anak Pejuang Subuh Indonesia
Penggagas Program Uang Saku Subuh
Silahkan dibagikan sebagai bahan bercerita untuk semua kalangan. 
Semoga menjadi wasilah kebaikan di hadapan Allah SWT. Aamiin. 


CATATAN : 
Di akhir cerita ini, bacakan sebuah hadits berikut ini. 
Suatu hari, para sahabat tengah duduk bersama Rasulullah . Di tengah perbincangan, Rasulullah berkata, “Sebentar lagi akan lewat di hadapan kalian seorang lelaki penghuni surga”. Tak lama, muncul seorang lelaki anshar dengan janggut masih basah oleh air wudlu. Ia berjalan dengan tangan kiri menjinjing sandal. Esok hari, pada kesempatan yang sama, Rasulullah kembali berkata,“Akan datang seorang lelaki penghuni surga”. Lelaki itu kembali muncul. Pada kesempatan yang lain, untuk ketiga kalinya Rasulullah mengatakan hal yang sama. Karena penasaran, sahabat Abdullah Ibn Amr Ibn Al-Ash mengikuti lelaki anshar yang disebut-sebut Rasulullah sebagai penghuni surga itu.

          Abdullah Ibnu Amr berusaha mencari alasan yang tepat untuk menyelidiki lelaki itu. Ia menghentikan langkah lelaki itu dan berkata, “Wahai kawan, dapatkah kamu memberi pertolongan? Aku bertengkar dengan ayahku dan berjanji tidak akan menemuinya selama tiga hari. Maukah kamu memberi tumpangan selama tiga hari itu?” pinta Abdullah Ibn Amr. Setelah diperbolehkan, Abdullah Ibn Amr mengikuti lelaki itu menuju rumahnya dan bermalam di sana selama 3 hari. Tujuannya, tidak lain agar ia dapat melihat ibadah apa yang dilakukan lelaki yang kelak menjadi penghuni surga itu. Hingga malam ketiga, Abdullah Ibnu Amr tak melihat sesuatu yang istimewa dari lelaki itu dalam ibadahnya, sampai hampir saja ia meremehkan amalan ibadah lelaki itu.

Akhirnya, Abdullah Ibn Amr berterus terang, “Hai hamba Allah, sebenarnya aku tidak sedang bertengkar dengan ayahku dan juga tidak sedang bermusuhan. Aku hanya ingin membuktikan apa yang telah dikatakan Rasulullah tentang dirimu. Beliau katakan dalam sebuah majlis sampai 3 kali, ‘Akan datang seorang di antara kalian seorang lelaki penghuni surga’. Aku ingin tau, amalan apa yang membuatmu demikian dan aku ingin menirukan agar bisa mencapai kedudukan seperti dirimu”.

Lelaki itu berkata, “Yang kuamalkan setiap hari tak lebih dari apa yang kau saksikan”. Saat Abdullah Ibn Amr hendak berpamitan pulang, lelaki itu kembali berkata, “Demi Allah, amalku tidak lebih dari yang kau lihat, hanya saja aku tak pernah menyimpan niat buruk terhadap sesama muslim (juga yg lain). Aku juga tak pernah memiliki rasa dengki kepada mereka yang mendapat anugerah dan kebaikan dari Allah”. Mendengar pernyataan itu, Abdullah Ibn Amr membalas, “Begitu bersihnya hatimu dari prasangka buruk dan perasaan dengki kepada orang lain. Inilah nampaknya yang membuatmu berada di tempat yang mulia itu. Sesuatu yang tak dapat aku lakukan”.

Silakan klik:
Lengkapi Kebutuhan Anda
Share this article :

Posting Komentar