Rabu, 21 November 2018

Home » » SIAPA YANG SESAT?

SIAPA YANG SESAT?

“... Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.” (QS. Hud: 88)



+ Masak bid’ah itu nggak ada yang hasanah?
- Tidak ada. Semua bid’ah sesat. Kan haditsnya jelas…

+ Kalau sesat, berarti di neraka?
- Pasti. Antum ini gimana. Kan haditsnya jelas…
+ Padahal mayoritas ulama dan umat Islam mengakui adanya bid’ah hasanah? Kasihan dong banyak yang masuk neraka. 
- Ya akhi. Beragama itu pakai dalil. Jangan pakai perasaan.
+ Berarti yang mengamalkan maulid dan tahlilan misalnya, semua sesat dan di neraka?
- Ya, haditsnya jelas. Makanya kembalilah kepada al-Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman Salaf.
+ Banyak ulama yang memperbolehkan peringatan maulid Nabi. Al-Suyuthi, Ibnu Hajar, dan…
- Ya akhi, beragama itu pakai dalil. Jangan kata ulama. Semua bid’ah itu sesat dan setiap kesesatan itu di neraka.
+ Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan doa khatmil Qur’an dan qiyamul lail di bulan Ramadhan nggak ada tuntunannya dari Rasulullah dan para sahabat. Sedangkan Syaikh Abdurrahman Sudais mengamalkannya di Masjidil Haram. Syaikh al-Albani mengatakan meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri saat berdiri dari ruku’ adalah bid’ah yang sesat. Tapi pendapat itu dibantah oleh Syaikh Bin Baz dalam Majmu’ Fatawa-nya. 
- Terus kenapa?
+ Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan tidak ada tuntunannya, sedang Syaikh Sudais mengamalkannya. Menurut antum di antara keduanya mana yang sesat? 
- Ya akhi…
+ Syaikh al-Albani mengatakan itu bid’ah sesat. Sedangkan Syaikh Bin Baz mengatakan bukan bid’ah. Nah, di antara keduanya siapa yang sesat?
- Ya akhi. Jaga lisan antum. Dalam bermanhaj Salaf wajib pakai adab!
+ Twing… Twing… 
http://mafaza-store.blogspot.com/2018/11/pudding-moiia-praktis-macam-macam.html
Silakan Klik:

(kok standarnya beda. Pakai adab juga dong ke mayoritas ulama yang mengakui adanya bid’ah hasanah. Jangan adabnya buat tokoh dan ustadznya doang)

إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

“... Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.” (QS. Hud: 88)



Silakan klik:
Lengkapi Kebutuhan Anda
Share this article :

Posting Komentar