Selasa, 20 November 2018

Home » » Mayat di Tong Plastik itu Sepupu Saya

Mayat di Tong Plastik itu Sepupu Saya

Menyedihkan baru tahu dari medsos kalau ternyata Dufi meninggal karena pembunuhan,  sekeluarga seperti lemas

Suasana pemakaman almarhum Abdullah Fitri Setiawan atau biasa disapa Dufi | Istimewa
Mafaza-Online | Berita Mayat Dalam Drum Diduga Wartawan Alumni IISIP Jakarta medapat tanggapan dari Pembaca. Redaksi Mafaza-Online mendapatkan kiriman WhatsApp dari Bapak Bambang Pribadi bahwa almarhum Abdullah Fitri Setiawan atau biasa disapa Dufi adalah kerabatnya. 

"Mayat almarhum Dufi   yang ditemukan didalam tong plastik oleh penduduk di daerah Kelapa Nunggal adalah Suami dari sepupu Istru saya," kata Bambang.

Awalnya Bambang diberi kabar duka pada Ahad malam jam 20 an, "Mas Dufi meninggal karena kecelakaan," katanya.

Suasana pemakaman almarhum Abdullah Fitri Setiawan atau biasa disapa Dufi | detikcom
Jenazah dari RS Polri Kramat Jati,  Akan dibawa ke rumahnya di BSD jam 21 an. 
Ketika Bambang bersiap berangkat takjiah jam 22 an, Ternyata Ada informasi Jenazah Dufi akan dibawa ke rumah Ibunya di Yayasan Yatim Al Khairiyah Cilincing  Semper, rencana Dimakamkan jam 7 Pagi. 

Akhirnya Bambang memutuskan bada subuh saja berangkatnya. Sebelum berangkat dia mencari-cari profil Abdullah Dufi di fb ternyata sudah ada realese ucapan duka kawan wartawan,  

"Menyedihkan baru tahu dari medsos kalau ternyata Dufi meninggal karena pembunuhan,  sekeluarga seperti lemas. Kehilangan daya,  terbayang Iin istrinya dan 6 orang anaknya," kata Bambang.
Almarhum Dufi bersama keluarga | FOTO Istimewa
Seperti rame pemberitaan di media, Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi ditemukan tewas dalam drum di Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Dufi mantan wartawan di sejumlah media.

Dufi dimakamkan di TPU Budi Darma Jakarta Utara sekitar pukul 07.30 WIB, Senin (19/11/2018). Adik Dufi, Muhammad Ali Ramdoni mengatakan Dufi merupakan mantan wartawan yang mengawali kariernya di media cetak. 

"Beliau yang kami tahu bergelut di bidang jurnalistik, entah advertising ataupun peliputan, karena karier beliau berawal dari jurnalis di Harian Rakyat Merdeka," katanya kepada wartawan, usai pemakaman, Senin (19/11/2018). 
http://mafaza-store.blogspot.com/2018/11/pudding-moiia-praktis-macam-macam.html

Selepas dari Rakyat Merdeka, Dufi kemudian melanjutkan karirnya di harian Indopos. Tidak hanya itu. Doni mengatakan sang kakak juga pernah bekerja di beberapa stasiun televisi swasta seperti Berita Satu dan Inews. 

"Walaupun untuk yang dua terakhir ini beliau merasa lebih tertantang di dunia marketing-nya. Nah beberapa tahun lalu, beliau minta izin berhenti dari tugasnya di iNews TV sebagai marketing," ucap Doni.

Saat ini Dufi memiliki usaha dalam bidang perikanan. Dirinya juga sambil menjabat staf khusus Dewan Pengurus TVRI dan bekerja freelance di TV Muhammadiyah. Pekerjaan tersebut masih dilakoni sampai ia ditemukan tewas. 

"TV Muhammadiyah itu freelance tapi kalau di TVRI karena dia sebagai karyawan di sana. Iya masih sekarang," ungkapnya. 

Mayat tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB oleh seorang pemulung, Santi yang tengah mengais sampah di sekitar lokasi. 


"Awalnya dikira sampah kan, saya buka itu lakban yang nutupin tong itu, memang saya yang buka lakbannya. Pas saya buka ada kaki orang, langsung saya lari kasih tahu orang-orang sini," kata salah seorang saksi mata, Santi kepada wartawan, Ahad (18/11/2018).

Sebelumnya:

Silakan klik:
Lengkapi Kebutuhan Anda

Share this article :

Posting Komentar