Rabu, 26 Juli 2017

Home » » Kartel Politik Memang Maknyuss

Kartel Politik Memang Maknyuss

Agar umat sibuk sendiri dan misi mereka jalan terus

Kultwit By: Tengku Zulkifli Usman
(Analis Politik Dunia Islam & Internasional)


  
Mafaza-Online | Dimulai dengan perppu pembubaran ormas "radikal" maka HTI dan sejenisnya ditarget tutup buku, rencana ini berhasil, well done

Lanjut menyuntikkan dana ke PBNU 1,5 T, silakan bagi yang menafsirkan itu adalah dana hibah pemberdayaan umat, tapi bagi saya itu adalah dana panas politik(suddenly political hot money)

Tidak lama setelah itu, PPP yang kuat ikatannya dengan NU langsung deklarasi dukungan buat Jokowi nyapres, PKB hanya menunggu waktu dan hari baiknya saja

Dilanjutkan dengan meloloskan PT 20% maka kekuatan pihak sebelah  harus saya akui semakin kuat, ditambah dengan lolos nya setnov dari penahanan KPK

Dalam waktu dekat, kemungkinan juga akan ada perombakan kabinet, tujuannya semakin mensolidkan plot Jokowi cs, salah satu korbannya mungkin PAN akan dikeluarkan dari koalisi kabinet kerja

Dilanjutkan dengan isu skandal beras, ini untuk menyerang PKS dan akan ada isu lain nanti untuk menyerang Gerindra, bisa lewat kasus Sandiaga Uno yang masih jalan di pengadilan

Pengucuran dana 1,5 T ke PBNU itu untuk memecah buih suara politik muslim kultural akar rumput agar gaungnya yang anti Jokowi tidak lagi riuh terdengar

Bagi koalisi Jokowi, kekuatan oposisi yang ril hanya Gerindra PKS, PAN bagi Jokowi bukan batu sandungan apa apa, toh dulu ketua MPR naik dari PAN tidak lepas dari campur tangan istana

Kekalahan dalam pansus UU pemilu khususnya dalam butir PT 20% adalah telak bagi Gerindra PKS, oleh sebab itu PPP belum umumkan dukungan buat Jokowi karena masih menunggu hasil pansus ini

Rencana selanjutnya dari koalisi Jokowi cs adalah menaklukkan jawa tengah dan jawa timur lalu memberikan perlawanan hebat di jawa barat

Hitungannya, jika jawa barat kalah dan Gerindra PKS yang menang, maka jawa timur dan tengah adalah nafas terakhir plot Jokowi

Hitungan saya, jikapun Gerindra PKS menang di jawa barat, maka menang nya akan tipis, namun PKS dan Gerindra akan kesulitan menang di jateng dan jatim

Informasinya, koalisi Jokowi akan jual mahal mau koalisi sama Gerindra PKS di jateng dan jatim karena niatnya mau berkuasa penuh di dua provinsi ini sebagai modal besar pilpres 2019

Jokowi sedang menimbang beberapa nama sebagai cawapres nya, salah satunya kapolri Tito Karnavian

Pasangan ini bagi saya mematikan kalau terwujud, bukan karena kekuatan dua tokoh ini, tapi Jokowi tito adalah dua tokoh yang mendapatkan dukungan asing yang cukup kuat, semoga pasangan ini tidak terwujud

Strategi lainnya, Jokowi akan memilih salah satu kader demokrat atau kader PAN sebagai cawapres untuk benar benar memecah belah koalisi oposisi yang saat ini tidak menguntungkan

Strategi terakhir adalah Jokowi memilih cawapres dari kalangan sendiri didalam koalisi nya sendiri, bisa Golkar atau orangnya Golkar diluar kabinet

Strategi terakhir ini akan ditempuh, jika Jokowi cs sudah memastikan bahwa koalisi oposisi tidak akan kompak, karena memang menyatukan PKS Gerindra - PAN, Demokrat dalam satu gerbong adalah sangat sulit

Jadi, semua isu dan kegaduhan dua tahun terakhir nanti sampai pilpres itu bukan kegaduhan hukum, tapi kegaduhan politik untuk misi melemahkan koalisi PKS Gerindra cs

Gak ada itu skandal beras, gak ada isu serobot lahan oleh sandiaga uno, gak ada urgensi juga itu perppu buat ormas, itu hanya akal akalan penguasa, agar umat sibuk sendiri dan misi mereka jalan terus

Karena kartel politik lebih maknyuss daripada beras maknyuss itu sendiri.

Artikel Sebelumnya:
Silakan klik:
                                                         Lengkapi Kebutuhan Anda

Share this article :

Posting Komentar