Jumat, 12 Mei 2017

Home » » Islam Kotak - Kotak

Islam Kotak - Kotak

@ Kronik Indonesia
Oleh: Eko Jun

Mafaza-Online | Jika ada terminologi baru tentang islam di Indonesia (teranyar pasca terminologi Islam Nusantara), mungkin "Islam Kotak - Kotak" adalah salah satunya. Embrionya ada sejak Pilkada Jakarta 2012 dan semakin mengkristal pada Pilkada Jakarta 2017. Ada beberapa ciri dan karakter umum yang bisa kita kenali pada diri mereka. Diantaranya :

Pertama, Agamanya Tidak Jelas
Yakni, simbol dan atribut agama Islam mereka kenakan, pengakuan sebagai muslim mereka lontarkan, afiliasi terhadap ormas tertentu mereka ikrarkan. Namun semuanya serba kontradiktif. Cara berdoanya tidak menyerupai cara berdoanya orang Islam, karena umat Islam berdoa dengan cara mengangkat kedua tangan keatas, bukan dengan menggenggam tangan. Ungkapan - ungkapannya tidak menyerupai ungkapan orang islam, karena orang islam terbiasa menyebut kitab sucinya dengan Al Qur'an, bukan Alkitab. Ini hal - hal sederhana yang kasat mata. Kalau mau lebih mendalam lagi, semuanya akan terbuka secara gamblang.

Kedua, Mendekonstruksi Ajaran Islam
Meski mengaku sebagai orang islam, sejatinya mereka sangat membenci islam. Variannya banyak, misalnya membenci ulama, senang memegang pendapat yang aneh, menolak hadirnya Islam diranah publik dll. Sikap itu bukan sekedar menjadi keyakinan pribadi mereka yang bersifat pasif, tapi benar - benar dipromosikan secara aktif kepada khalayak muslim. Mereka ingin memisahkan umat Islam dari kitab sucinya, ajarannya dan ulamanya. Lalu mengisinya dengan pemahaman Islam versi mereka. Target minimalnya adalah umat Islam akan merasa malu dan minder memperjuangkan agamanya.

Ketiga, Akrab Dengan Non Muslim
Didalam masyarakat muslim sendiri, banyak ragam varian yang bisa mengarah pada kompetisi dan bahkan konflik. Namun jika dihadapkan pada isu - isu keummatan dan keislaman, mereka cenderung akan bersatu, saling menolong dan mengesampingkan perbedaan. Namun barisan Islam Kotak - Kotak lebih akrab dan nyaman dengan komunitas non muslim, bahkan dalam situasi genting sekalipun. Kalau perlu, mereka meminta bantuan internasioanl demi menekan kelompok muslim di Indonesia. Konsep Al Wala Wal Bara-nya kebalik - balik, timbangan ukhuwahnya rusak.

Khatimah
Tulisan ini bukan dimaksudkan untuk menghadirkan genre Islam yang baru, tapi sebagai bentuk identifikasi sosial yang nyata hadir didepan kita. Sebagai kajian awal, mungkin masih perlu banyak penyempurnaan materi, pendalaman konsep dan pengujian premis. Namun, situasi ini sungguh layak dijadikan perhatian, khususnya dikalangan aktivis dakwah. Amati, pahami dan temukan solusi terbaik untuk mengatasinya. Wallahu a'lam.

Lainnya Silakan Klik:

Share this article :

Posting Komentar