Minggu, 13 November 2016

Home » » Saat Berdzikir, Ini yang Terjadi Pada Otak Kita

Saat Berdzikir, Ini yang Terjadi Pada Otak Kita

Saat merenung, berdoa, dan memikirkan keagungan tuhan, sebuah bagian penting bernama limbic system terlihat aktif. Bagian ini berfungsi mengatur emosi manusia


  
Mafaza
-Online |
Sebuah ilmu baru bernama Neurotheology yang meneliti tentang keimanan dan ateis dari sudut pandang saraf. Penelitian dilakukan dengan menggunakan scanner resonansi magnetik pada otak.

Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh keimanan pada otak, dan mengetahui perbedaan antara otak orang yang beriman dan orang yang tidak beriman.

Seperti dilansir situs resmi Dr. Abdu Daim Kaheel, seorang peneliti Amerika bernama Andrew Newberg menemukan hasil yang sangat mengagetkan ketika meneliti beberapa orang ateis dan beberapa orang beragama Budha.

Otak orang yang beriman terlihat aktif pada bagian ubun-ubun (prefrontal cortex). Bagian ini berfungsi dalam hal emosi dan pengendalian. Sedangkan otak orang ateis, terlihat aktif pada bagian-bagian analisis, bahkan sekalipun dalam kondisi istirahat.

Saat merenung, berdoa, dan memikirkan keagungan tuhan, sebuah bagian penting bernama limbic system terlihat aktif. Bagian ini berfungsi mengatur emosi manusia.

Penelitian membuktikan bahwa keimanan kepada Allah Taala sama-sama ada pada semua otak. Tapi orang ateis menyangkal hal itu.

Gambar yang dihasilkan scanner resonansi magnetik pada otak menunjukkan bahwa menjaga shalat dan merenung mengabkibatkan aktivitas positif pada bagian ubun-ubun, dan di waktu yang sama mengurangi aktivitas di bagian yang berperan terhadap perasaan kosong. Ini membantu seseorang untuk merasakan ketenangan jiwa dan kemampuan untuk berinteraksi emosional dengan orang lain.

Sementara itu, ada sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2010 menghasilkan kesimpulan bahwa merenungkan keagungan Allah Taala bisa meringangkan keletihan dan membantu menghadirkan ketenangan jiwa.


Hal ini sesuai dengan yang difirmankan Allah Taala, “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah.  Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram.” [Ar-Ra’du: 28].

Sebaliknya, penelitian juga menghasilkan bahwa seorang ateis akan merasa benci ketika mengingat Allah Taala, dan terjadi gangguan dalam otaknya. Sama dengan ayat Al-Quran, “Dan apabila hanya nama Allah saja yang disebut, kesallah hati orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat; dan apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka bergirang hati.” [Az-Zumar: 45].

Otak seperti cermin bagi al-qalbu (jantung).  Jantunglah yang mengirimkan sinyal-sinyal kepada otak. Karena jantung adalah tempanya informasi-informasi. 


Sumber:
sof1|mukjizat.co



Sebelumnya:


Silakan klik:
                                                         Lengkapi Kebutuhan Anda



 

Share this article :

Poskan Komentar