Senin, 15 Agustus 2016

Home » » Soal Curhatan Freddy Budiman, Pemerintah Harus Lebih Serius Berantas Narkoba

Soal Curhatan Freddy Budiman, Pemerintah Harus Lebih Serius Berantas Narkoba

Politisi PKS asal daerah pemilihan Jakarta Timur ini juga mengatakan, PKS terus berkomitmen mendukung pemberantasan narkoba. Hal itu dibuktikan dengan perjanjian kerjasama antara FPKS dengan BNN

  

Anggota Komisi IX DPR RI Ahmad Zainuddin (Peci hitam) | PKSFoto

Mafaza
-Online|
Pengakuan Freddy Budiman soal keterlibatan oknum BNN, Polri dan Bea Cukai dalam jaringan narkoba di Indonesia cukup mengejutkan. Pemerintah diminta lebih serius memberantas narkoba hingga ke elite-elite penegak hukum.

Anggota Komisi IX DPR RI Ahmad Zainuddin mendorong pemerintah untuk lebih serius memberantas narkoba, terutama berkaitan dengan pengakuan Freddy sebelum dihukum mati.

"Kami, fraksi PKS selalu dorong pemerintah untuk berantas narkoba, untuk tidak main-main dengan narkoba. Berita kesaksian Freedy tentang narkoba sangat membuat kita prihatin," ujar Zainuddin.

Hal tersebut disampaikan Zainuddin dalam kegiatan reses dan silaturahim dengan 100an ibu-ibu Forum Silaturahim Majelis Taklim (Forsitma) se-kecamatan Pulogadung di Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (13/8/2016).

Zainuddin mengapresiasi kemajuan-kemajuan yang dicapai Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam pemberantasan narkoba. Namun dengan terungkapnya pengakuan Freddy, BNN harus lebih berani melakukan pemberantasan narkoba hingga menyentuh oknum-oknum penegak hukum.


“Kami mungkin satu-satunya fraksi yang sering melakukan tes urine"

Politisi PKS asal daerah pemilihan Jakarta Timur ini juga mengatakan, PKS terus berkomitmen mendukung pemberantasan narkoba. Hal itu dibuktikan dengan perjanjian kerjasama antara FPKS dengan BNN.

"Fraksi PKS di DPR sudah beberapa kali melakukan tes urine bekerjasama dengan BNN. Ada Pakta Integritas. Kami mungkin satu-satunya fraksi yang sering melakukan tes urine," cetusnya.

Zainuddin juga mengajak warga masyarakat untuk melindungi keluarga dan lingkungannya dari pengaruh narkoba. Menurutnya, angka penduduk Indonesia yang terjebak narkoba dari tahun ke tahun terus meningkat.

"Melihat ancaman-ancaman tadi, majelis taklim  menjadi sarana penting untuk membentengi anak-anak muda, demi masa depan umat. Di sinilah peran ibu-ibu mengoptimalkan majelis taklim untuk membina masyarakat," pungkasnya.

Silakan Klik:


Silakan klik:
                                                         Lengkapi Kebutuhan Anda
Share this article :

Poskan Komentar