Senin, 23 Mei 2016

Home » » Sandiaga Uno Dapat Gelar Pendekar Silat

Sandiaga Uno Dapat Gelar Pendekar Silat

Setelah dinobatkan sebagai pendekar kehormatan untuk seni bela diri silat, Sandi berkomitmen melestarikan budaya tersebut

  
Calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno tiba di Posko Pendaftaran Relawan Sandiaga Uno, Jalan Jian RT 5/7 Cipete Utara, Jakarta Selatan, untuk menerima penganugerahan pendekar kehormatan pencak silat budaya betawi, 22 Mei 2016. Tempo/Destrianita
Mafaza-Online | Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mendapat gelar pendekar kehormatan dari guru besar silat lipet khas Betawi, Sanusi. Dengan pemberian gelar itu, ia berharap, Sandiaga Uno dapat ikut melestarikan budaya Betawi, salah satunya silat, yang menurut dia sudah terkikis kemajuan zaman.


"Kami percaya Pak Sandi akan mengamankan budaya Betawi"
 
"Karena Pak Sandi ini akan mencalonkan jadi gubernur. Apabila menjadi gubernur, mudah-mudahan dia akan mengamalkan silat kita. Kami percaya Pak Sandi akan mengamankan budaya Betawi. Saya percaya (kepada) dia," ujar Sanusi di Cipete Utara, Jakarta Selatan, Ahad, 22 Mei 2016.

Sandi mengaku pernah memiliki pengalaman soal seni bela diri semacam silat, yakni karate. Ketika itu, ia sempat mengikuti jambore bela diri dan bertemu dengan teman-temannya yang aktif belajar silat. Namun, saat memperoleh sabuk cokelat, ia beralih menggeluti olahraga renang.

Saat mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI, ia kembali mempelajari kesenian asli Betawi itu. "Baru akhir-akhir ini, semenjak mulai proses (pencalonan gubernur) di DKI, mulai kenal lagi sama seniman DKI, sama silat. Di DKI kan banyak seniman, di Cipete, Kemayoran juga ada. Makanya kalau enggak hati-hati, akan termakan zaman," ujar politikus Gerindra itu.

Setelah dinobatkan sebagai pendekar kehormatan untuk seni bela diri silat, Sandi berkomitmen melestarikan budaya tersebut. Caranya dengan mengenalkan seni silat kepada generasi muda. "Saya mohon, yang muda-muda ini belajar silat, supaya enggak lupa. Kalau Babe Sanusi ini ilmunya sudah dalam, nanti bisa belajar intensif. Bukan hanya jurus, tapi nilainya, yakni menang tanpa menyoraki, mengalahkan tanpa menyakiti, menang tanpa menggusur, itu ya," ucapnya.

Bahkan Sandi ingin seni silat lipet Betawi menjadi salah satu warisan budaya dunia. "Seperti batik, keris, kenapa enggak? Karena Betawi adalah jiwa Jakarta sebagai kota. Kalau kita bangga terhadap Jakarta, berarti kita bangga terhadap budayanya," tuturnya.

TEMPO.CO | DESTRIANITA KUSUMASTUTI

Berita Terkait:

Silakan klik:
                                                         Lengkapi Kebutuhan Anda



Share this article :

Posting Komentar