Senin, 16 November 2015

Home » » Santri Juga Harus Selesaikan Persoalan Masyarakat

Santri Juga Harus Selesaikan Persoalan Masyarakat

Sekolah Kehidupan yang diresmikan Jazuli Juwaini ini adalah sekolah yang menggabungkan metode pendidikan pesantren dengan kemandirian dan kewirausahaan


Silakan klik:
Lengkapi Kebutuhan Anda
Mafaza-Online.Com | BANTEN - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Jazuli Juwaini berharap kepada para santri di seluruh Indonesia untuk tidak sekadar hafal kitab kuning, melainkan juga menjadi problem solver di masyarakat. Demikian disampaikan Jazuli di sela-sela reses dalam rangka peresmian Sekolah Kehidupan setingkat SMA di Pesantren Sirojul Atfal, Desa Banoga, Cisoka, Tangerang, Banten, Sabtu (14/11).

“Ke depan para santri tidak sekadar hafal isi kitab kuning tapi juga dapat menjawab tuntutan kehidupan dunia. Sehingga mereka mampu memberikan solusi (problem solving) bagi problem umat dan masyarakat sekitarnya,” kata legislator dari daerah pemilihan Tangerang Raya ini.

Sekolah Kehidupan yang diresmikan Jazuli Juwaini ini adalah sekolah yang menggabungkan metode pendidikan pesantren dengan kemandirian dan kewirausahaan.

“Sekolah Kehidupan di Sirojul Atfal ini, selain anak-anak menguasai knowledge dan teori, kita didik mereka dengan praktik. Praktik ternak lele, praktek ternak kambing, praktek berkebun sayuran jagung dan yang lainnya,” kata Jazuli.

Tidak Hanya Hafal Kitab Kuning, Santri Juga Harus Selesaikan Persoalan Masyarakat

Selain Jazuli, hadir dalam peresmian ini Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kabupaten Tangerang, Wisnu Yudha Mukti. Wisnu mengungkapkan bahwa peresmian sekolah ini sebagai bentuk khidmat PKS untuk rakyat dengan peduli pada dunia pendidikan.

“PKS yang mengusung berkhidmat untuk rakyat sangat peduli dengan persoalan pendidikan. PKS sangat mendukung Sekolah Kehidupan ini dan terus mensupport kegiatan-kegiatannya,” kata Wisnu.

Ketua Yayasan Sirojul Atfhal, H. Saripudin S.Ag berharap dengan didirikannya Sekolah Kehidupan ini, para santri yang lulus tidak hanya membawa ijazah tapi juga memiliki keterampilan yang berguna untuk diterapkan di masyarakat. "Dia bisa menjadi iman atau dai yang berdikari," jelas Saripudin.

Silakan klik:
Hanya dengan Rp 50.000 Anda sudah ikut berdakwah
Share this article :

Posting Komentar