Selasa, 20 Oktober 2015

Home » » Ideologi Politik Mati Suri

Ideologi Politik Mati Suri

Uji doktoral Dr Ari Sujito ‘Ideologi Politik dan Basis Sosial Studi tentang Keterbatasan Ideologi dalam Perluasan Dukungan Partai Kiri PRD dan Partai Islam PK(S) di Era Pasca Orde Baru’


   Silakan klik:
Lengkapi Kebutuhan Anda
 
FOTO: Istimewa/SM
Mafaza-Online.Com | YOGYAKARTA – Sosiolog dan pengamat politik Dr Ari Sujito mengatakan, ideologi politik di Indonesia mati suri.

Menurut dia, ideologi politik baru sebatas menyentuh elit dan aktifis partai politik namun tidak menyentuh basis politik.

“Ideologi politik Indonesia hanya berada dan bergerak dalam putaran analisis institusional dan instrumental,” kata Dr Arie Sujito saat ujian terbuka disertasi doktoralnya di jurusan Sosiologi Program Pasca Sarjana, di Fisipol UGM.

Sosiolog muda dan pengamat politik tersebut menyampaikan desertasi ‘Ideologi Politik dan Basis Sosial Studi tentang Keterbatasan Ideologi dalam Perluasan Dukungan Partai Kiri PRD dan Partai Islam PK(S) di Era Pasca Orde Baru’

Di era awal demokratisasi pasca orde baru, terjadi kebangkitan ideologi dalam ranah politik. Ini ditandai dan direpresentasikan lahirnya partai politik yang memilih jalan ideologi, yaitu Partai Rakyat Demokrat (PRD) dan Partai Keadilan Sosial (PKS).

Menurutnya, PRD membangun kembali sosialisme sebagai ideologi. Sementara PK (S) dengan Islamisme.

Namun dari hasil penelitian deology, lanjut dia, masih terbatas nalar dan keyakinan para elit politiknya.

Ari Sujito yang juga menjadi salah satu pendamping ahli UU Desa itu.

Di sisi lain Ari Sujito, yang juga menjadi salah satu pendamping ahli UU Desa mengatakan, perbedaan kedua partai tersebut kalau PRD lebih memiliki militansi kuat.

Mereka memproduksi simbol, jargon, dan alat propaganda. Sementara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) lebib kuat dalam pengelolaan dan perluasan jaringan pada segmen kelas menengah kota dengan mesin-mesin politik di kampus.

Di sisi lain struktur masyarakat sebagai habitat bagi berprosesnya ideologi tidak sepenuhnya mampu menjadi ladang tumbuh dan eksisnya membangun ideologi politik.

Ideologisasi berada persimpangan jalan. Di satu sisi parpol telah menghadirkan ruang keterbukaan untuk tumbuhnya ideologi politik, di lain sisi parpol kebingungan membangun basis sosial yang kuat dan mengakar.

“Yang terjadi Ideologisasi masih top down. Daya jangkaunya pada derajat tertentu tidak ditopang basis sosial,” tegas Ari.

Arie Sujito meraih gelar doktor kategori sangat memuaskan dan merupakan doktor ke-2389 dari UGM.

Ujian tersebut dipimpin oleh Dekan Fisipol UGM, Dr. Erwan Agus Purwanto, M. Si dengan promotor Prof Dr Heru Nugroho dan dewan penguji Prof Pratikno, Prof Susetyawan, Dr M Najib Azca, Dr Kuskridho Ambardi, dan Dr Lukas Luwarso.

SUGIARTO|CN19|SMNETWORK
Silakan klik:

Hanya dengan Rp 50.000 Anda sudah ikut berdakwah


Share this article :

Posting Komentar