Minggu, 04 Oktober 2015

Home » » Cadar tak Hambat Siswi MA Jadi Pengibar Bendera

Cadar tak Hambat Siswi MA Jadi Pengibar Bendera

Tidak menutup kemungkinan, masih kata Candra, mereka itu berjiwa nasionalis yang tinggi


  
PASKIBRA BERCADAR Cadar tidak menghalangi siswa menjalankan tugas negara
Mafaza-Online.Com | TASIKMALAYA - Bercadar ternyata tidak menghambat siswi SMK dan MA Al Idrisiyyah untuk menjadi Paskibra pada upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-69 Republik Indonesia  di Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Ahad (17/8/2014). Langkah mereka tampak tegap dan tidak terganggu walaupun mengenakan kerudung panjang plus cadar.

“Awalnya deg-degan, tapi sesudah benderanya naik, jadi lega. Seneng juga jadi pemegang baki. Memakai cadar gak mengganggu kok, fleksibel aja pakai cadar,” ujar pembawa baki satu Paskibra, Ainun Nurul Sa­diah, kelas XI Akuntansi SMK Al Idrisiyyah.

Untuk kepentingan ini, Ainun mencari disain yang pas, agar tidak ribet.

“Saya sudah pakai cadar dan berlatih Paskibra dari kelas tujuh,” ujar Ainun.

Memakai cadar menurut Koordinanator Paskibra Al Idrisiyyah, Silmi Nur Salamah, bukan jadi halangan untuk mengabdikan diri pada negara. Salah satunya adalah dengan menjadi Paskibra pada perayaan HUT ke-69 RI ini.

Bahkan Silmi tahun kemarin pernah ikut menjadi Paskibraka di tingkat Kabupaten Tasikmalaya dengan tetap memakai cadar. Mungkin dirinya satu-satu­nya Paskibra yang memakai cadar saat itu.

Ustaz Candra Yusuf, bagian kesiswaan Lembaga Pendidikan Al Idrisiyyah berharap, ini bisa jadi pelajaran juga buat organisasi lainnya.

“Orang yang tertutup dan bercadar tidak identik dengan hal negatif,” katanya.

Tidak menutup kemungkinan, masih kata Candra, mereka itu berjiwa nasionalis yang tinggi. Bukankah sebagai warga negara Indonesia tetap harus mencintai budaya Indonesia. Dia juga menginginkan, Kecamatan Cisayong bisa menjadi kecamatan percontohan. Ini memperlihatkan bahwa Indonesia itu benar-benar beragam, bhinneka tunggal ika.

“Termasuk di dalam berpakaian. Kita di In­donesia harusnya bersyukur ka­rena di Indonesia itu banyak kebebasan, termasuk kebebasan berpakaian yang terarah,” katanya. 

Paskibra pada upacara tersebut ada sebanyak 25 orang, orang laki-laki dan sisanya 8 orang perempuan. Mereka me­lakukan latihan selama satu minggu untuk persiapan upa­cara bendera HUT RI tersebut. (Res)

Kabar-Priangan.Com




Silakan klik:
Lengkapi Kebutuhan Anda

 
Share this article :

Poskan Komentar