Jumat, 12 Juni 2015

Home » » Kekerasan Terhadap Etnis Rohingya Itu Nyata

Kekerasan Terhadap Etnis Rohingya Itu Nyata

Bila mereka diperlakukan baik di kampungnya tak akan mau terkatung-katung di lautan


Para Pengungsi Menunjukkan Bekas Luka kepada Ali Wiji Edhi (Kanan)

 
Mafaza-Online.Com | JAKARTA - Kekerasan dan pembantaian yang terjadi di Myanmar terjadi nyata. Itulah fakta yang diperoleh Tim PAHAM Indonesia saat melakukan assasment kepada para pengungsi Rohingya di Langsa, Lhoksomawe, Bayyin dan Aceh Utara. Hal itu disampaikan Ali Wiji Edhi, Wasekjend PAHAM Indonesia yang memimpin tim asassmen di lapangan. “Dari 600 orang lebih yang telah kita interview, tak ada satu pun yang membantah adanya upaya etnis cleansing,” ungkapnya.

Semua pengungsi, masih kata Ali Wiji, menceritakan kejadian kekerasan dan pembantaian yang terjadi di Myanmar.

“Para pengungsi dari Myanmar ini rata-rata berasal dari Sittwe dan Maungdaw, namun bukan berasal dari kota, mereka ini orang pinggiran,” terang aktifis kemanusiaan dari PAHAM Indonesia tersebut.

Secara detil para pengungsi Rohingya menceritakan bagaimana mereka bisa sampai ke Aceh, bila mereka diperlakukan baik di kampungnya tak akan mau terkatung-katung di lautan.

“Menurut cerita mereka, yang melakukan pembakaran rumah adalah kelompok 969,” kata Ali Wiji.


Silakan Klik

Setelah keluar rumah mereka diusir oleh polisi dan tentara yang ternyata ada dibelakang barisan kelompok tersebut. Yang mereka bisa lakukan hanya menyelamatkan diri ke laut, bila tidak mereka bisa terbunuh.

“Bahkan beberapa diantaranya pura-pura mati untuk menyelamatkan diri,” ungkap Ali menguraikan data yang diperoleh dari interview para pengungsi Rohingya.

Oleh karenanya, Ali sangat menyayangkan apabila ada yang menyampaikan bahwa di Myanmar tidak ada kekerasan ataupun konflik. Menurutnya, masyarakat jangan sampai diberikan informasi yang tidak benar, yang mengakibatkan pandangan negatif pada pengungsi.

“Selain menyalurkan bantuan dari pada donatur, kami juga melakukan asassment untuk memberikan rekomendasi pola pengelolaan terbaik untuk para pegungsi tersebut,” pungkas Wasekjend PAHAM Indonesia tersebut.



Silakan klik:
Hanya dengan Rp 50.000 Anda sudah ikut berdakwah

Share this article :

Poskan Komentar