Sabtu, 23 Mei 2015

Home » » Praktisi Kesehatan, Beras Plastik Mengiritasi Pencernaan

Praktisi Kesehatan, Beras Plastik Mengiritasi Pencernaan

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Sucofindo menyatakan ada unsur phthalate dalam beras palsu dari Bekasi tersebut. Phathalate bisa diserap oleh usus kita, masuk ke dalam darah dan sampai di hati

Walikota Bekasi Rahmat Effendi memegang contoh beras plastik oplosan dalam jumpa pers terkait temuan beras plastik di Kantor Walikota Bekasi, Jawa Barat, 21 Mei 2015. | TEMPO/Dhemas Reviyanto

Silakan klik:
Lengkapi Kebutuhan Anda

Mafaza-Online.Com | JAKARTA - Praktisi kesehatan, Dr Ari Fahrial Syam, mengatakan beras plastik sangat berbahaya untuk tubuh kita. Karena komponen dari plastik bukan sesuatu yang bisa dikonsumsi. Akibatnya sistem pencernaan tidak akan mencerna makanan yang mengandung plastik ini dengan sempurna.

"Secara akut bisa saja terjadi gangguan langsung pada sistem pencernaan. Makanan yang mengandung plastik akan butuh lama berada di dalam lambung kita," kata dokter dari Universitas Indonesia ini seperti dikutip Tempo dari milis kesehatan.

Hal ini, kata Ari, akan menimbulkan rasa begah, penuh, dan cepat kenyang. Gangguan yang terjadi selanjutnya bisa juga terjadi mual dan bahkan muntah. Selain itu bisa saja komponen dari plastik tersebut mengiritasi sistem pencernaan kita.

Proses pembuangan dari makanan yang mengandung plastik, kata Ari, juga bisa membuat masalah bisa terjadi diare atau malah susah buang air besar.

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Sucofindo menyatakan ada unsur phthalate dalam beras palsu dari Bekasi tersebut. Phathalate bisa diserap oleh usus kita, masuk ke dalam darah dan sampai di hati.

"Memang sebagian besar zat ini akan dikeluarkan melalui kencing sehingga kita sebenarnya bisa mendeteksi kadar phathalate pada urine kita," kata Ari yang telah dikonfirmasi Tempo.

Zat ini, kata Ari, akan merusak liver sehingga sistem pencernaan akan terganggu lebih lanjut. Pada penelitian binatang paparan phathalate pada liver akan menyebabkan berkembangnya kanker liver di kemudian hari.

MARTHA WARTA SILABAN | TEMPO.CO



Silakan klik:
Hanya dengan Rp 50.000 Anda sudah ikut berdakwah


Share this article :

Poskan Komentar