Jumat, 08 Agustus 2014

Home » » Alhamdulillah, Komik Propaganda LGBT Ditarik dari Peredaran

Alhamdulillah, Komik Propaganda LGBT Ditarik dari Peredaran

Menurut pihak Elex Media, terbitnya buku ini bukan karena faktor kesengajaan, tetapi karena faktor keteledoran dalam mekanisme editing



Fahira Idris dkk bertemu dengan pihak Elex Media, Kamis (7/8/2014) | SI Online
Mafaza-Online.Com | JAKARTA  - Buku komik "Why? Puberty Pubertas" yang dinilai provokatif dan merupakan propaganda penyebaran perilaku Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) akhirnya ditarik dari peredaran. Demikian kata Ketua Yayasan Anak Bangsa Mandiri dan Berdaya Fahira Fahmi Idris pada akun Twitternya @fahiraidris, Kamis (7/8/2014).

Penarikan buku tersebut ia sampaikan usai mendatangi pihak penerbit Elex Media di Gedung Humas Kompas Gramedia (Gedung Selatan) yang terletak di jalan Palmerah Selatan nomor 17, Jakarta.

Menurut pihak Elex Media, kata Fahira menjelaskan, bahwa terbitnya buku ini bukan karena faktor kesengajaan, tetapi karena faktor keteledoran dalam mekanisme editing.
  
Dalam pertemuan tersebut disepakati beberapa poin diantaranya, pihak penerbit Elex Media melakukan beberapa tindakan yakni menarik seluruh peredaran buku komik "Why? Puberty Pubertas" di seluruh toko buku di Indonesia.

“Dan alhamdulillah sudah dilaksanakan,” katanya.

Membuat permohonan maaf atas keteledoran penerbit karena tidak punya mekanisme kontrol yang cukup baik. “Dan alhamdulillah juga sudah dilaksanakan,” imbuhnya.
  
Disamping itu, pihak penerbit Elex media juga harus melakukan kordinasi dengan pihak-pihak terkait diantaranya KPAI, Balitbang Kemendikbud, Balitbang Kemendag, juga MUI jika buku itu memasukkan unsur agama didalamnya agar buku-buku yang diterbitkan bisa lebih baik lagi, terutama jika mau menerbitkan buku-buku yang terkait dengan persoalan-persoalan sensitif.
  

“Penerbit Elex Media harus mempunyai komitmen untuk mjunjung tiggi nilai-nilai keagamaan, etika kemanusiaan dan budaya kebaikan yang mengakar di negeri ini,” tandasnya.

Penerbit Elex Media juga diminta untuk tidak menerbitkan kembali buku komik serupa, terutama yang merusak para remaja yang sedang mencari jati dirinya.
  
“Semoga dengan adanya kejadian seperti ini, dapat menjadi pembelajaran untuk Elex Media dan Penerbit buku lainnya, agar lebih berhati-hati ke depan,” pungkas Fahira.

SI Online



Silakan klik: 
 



Share this article :

Poskan Komentar