Rabu, 11 Juni 2014

Home » » Stop! Kasus Kekerasan Seksual Pada Anak di Bawah Umur

Stop! Kasus Kekerasan Seksual Pada Anak di Bawah Umur

Kasus Kekerasan seksual pada anak didik, masih kata Surahman, sudah pada taraf membahayakan. Semua orang tua, tanpa terkecuali pihak pendidikan, masyarakat semuanya, harus memiliki kewaspadaan yang tinggi, untuk melakukan pengawasan

  
Mafaza-Online.Com | JAKARTA - Maraknya pemberitaan tentang aksi pemerkosaan terhadap siswi pelajar tingkat SD dan SMP, belakangan ini, membuat keprihatinan banyak kalangan, belum lama ini diberitakan seorang siswi Sekolah Menegah Pertama (SMP) berusia 14 tahun di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), disetubuhi oleh empat orang pria berinisial La (23), Aj (23), Is (25), dan Al (23).

Salah seorang anggota Komisi X DPR RI, dari Fraksi PKS, Surahman Hidayat, saat di konfirmasi di Jakarta (23/5), menyebutkan bahwa kasus-kasus tersebut menjadi catatan penting bagi seluruh komponen bangsa, terutama pihak-pihak yang memiliki kepentingan dalam melindungi, menjaga para generasi penerus bangsa.

“Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pemuda Olah Raga, dan Pihak Kepolisian, harus melakukan koordinasi yang intensif agar kasus-kasus kekerasan seksual pada anak-anak di bawah umur dapat di selesaikan,” tandasnya.

Kasus Kekerasan seksual pada anak didik, masih kata Surahman, sudah pada taraf membahayakan. Semua orang tua, tanpa terkecuali pihak pendidikan, masyarakat semuanya, harus memiliki kewaspadaan yang tinggi, untuk melakukan pengawasan. 


“Termasuk sosial media dan pornografi harus di kendalikan,” katanya.

Kebejatan akhlak, Surahman manambahkan, berupa kekerasan seksual yang menista adalah akibat terlalu longgarnya pergaulan anak laki-laki dan perempuan, para orang tua saat ini sudah mulai berkurang kepeduliannya terhadap pergaulan anak-anaknya.

“Bahkan tidak sedikit pihak orang tua yang lalai membiarkan anak gadis mereka keluyuran hingga larut malam,” ungkapnya lagi.

Ketahanan Keluarga menjadi penting,  di samping yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana penanaman nilai-nilai moralitas pada anak-anak menjadi satu hal yang mendesak.

“Dari kesadaran moralitas yang ada di agama itulah yang akan mampu menghidari bentuk-bentuk penyelewengan prilaku,” tutup Surahman.



Silakan klik: 
Share this article :

Poskan Komentar