Selasa, 03 Juni 2014

Home » » Generasi Indonesia Sehat Tanpa Rokok

Generasi Indonesia Sehat Tanpa Rokok

Peringatan “World No Tobacco Day” Unikala SWAYANAKA JAKARTA


   
Mafaza-Online.Com | SILATURRAHIM - Swayanaka Indonesia regional Jakarta pada Ahad, 1 Juni 2014 sukses menyelenggarakan kegiatan peringatan Hari Anti Rokok Sedunia (World No Tobacco Day) 2014. Kegiatan yang bertajuk “Generasi Indonesia Sehat Tanpa Rokok” ini berhasil menghimpun setidaknya 202 peserta anak-anak dari jenjang pendidikan PAUD, TK, dan SD di wilayah Jakarta Kota.

Acara yang diikuti anak-anak tersebut diantaranya lomba mewarnai Aro dan Arin (icon anti rokok); lomba menggambar dengan tema anti rokok untuk; edukasi mengenai bahaya asap rokok kepada orang tua; edukasi tentang rokok ke anak-anak melalui sistem mentoring kelompok, pembagian pin Duta cilik, pelantikan duta cilik anti rokok, kampanye turun ke jalan oleh para duta cilik; sosialisasi penggunaan masker dan pembagian masker gratis untuk peserta lomba; flashmob, dan aksi cap tangan yang berisi dukungan perlindungan anak dari bahaya asap rokok pada sebuah spanduk besar.

Peserta antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Terbukti mereka telah stand by di lokasi kegiatan yang berada di halaman Museum Mandiri, kawasan Kota Tua sejak pukul 07.00 WIB bersama orang tua, saudara, dan beberapa guru. Panitia jadi kewalahan karena jumlah peserta yang datang ternyata 100% lebih banyak dari yang ditargetkan.

Sembari menunggu peserta yang sedang berlomba, orang tua diberi edukasi bahaya asap rokok bagi kesehatan oleh dr. Noorwati Sutandyo, selaku dokter dari Rumah Sakit Kanker Dharmais. Noorwati  sekaligus pembina Swayanaka Indonesia regional Jakarta.

Selesai menggambar dan mewarnai, peserta menuju photo booth yang telah disediakan oleh panitia untuk berfoto bersama hasil karya mereka.

”Foto dengan hasil karya mereka sendiri, agar mereka bangga dan bisa mengapresiasi hasil karya  sendiri,” kata Rosita Handayani (project officer).

Seusai berfoto, mereka dikelompokkan berdasarkan jenjang pendidikan dan diberikan edukasi bahaya asap rokok melalui sistem mentoring oleh beberapa fasilitator. Materi yang disampaikan pada kegiatan mentoring ini lebih focus menggali apa yang anak-anak ketahui tentang rokok, apa yang mereka rasakan ketika menghirup asa prokok, memaparkan bahaya menghirup asa prokok, dan mengajarkan apa yang harus mereka lakukan untuk melindungi diri dari bahaya tersebut.

Setelah mendapatkan materi yang cukup, anak-anak dilantik menjadi duta cilik melalui penyematan pin secara bersama-sama. Mereka langsung turunke area museum dan jalan-jalan untuk mengkampanyekan bahaya merokok dan asap rokok kepada orang dewasa yang berada di sekitar tempat tersebut.

Mereka melaksanakan tugas mereka sebagai duta cilik anti rokok dengan sangat baik. Tak segan mereka menegur beberapa pria yang sedang merokok dan meminta puntung rokok tersebut untuk kemudian dimatikan dan dibuang. Kegiatan diakhiri dengan aksi cap tangan yang berisi dukungan perlindungan anak dari bahaya asap rokok pada sebuah spanduk besar yang dilakukan oleh peserta dan flashmob bersama

“Dua ratus dua puluh dua anak yang dilantik sebagai “Duta Cilik Anti Rokok” ini adalah asset dan investasi kita 10 tahun yang akan datang.Kalau pun kita belum bisa mengurangi jumlah perokok aktif saat ini, setidaknya 10 tahun lagi anak-anak ini akan menjadi kaum mayoritas yang cerdas memilih untuk tidak menjadi perokok dan menjadi agen yang baik di masyarakat,” ungkap Rosita menutup acara.



Silakan klik: 



Share this article :

Posting Komentar