Kamis, 24 April 2014

Home » » Rusia dan Cina Tolak Sanksi untuk Afrika Tengah

Rusia dan Cina Tolak Sanksi untuk Afrika Tengah

Pada awalnya, Prancis ingin sanksi yang dijatuhkan bersifat lebih individu, tetapi ditetapkan tiga nama karena usulan tersebut merupakan gabungan antara Prancis dan Amerika

  
Mafaza-Online.Com | PBB– Rusia dan Cina telah menolak usulan Amerika Serikat dan Prancis untuk menjatuhkan sanksi PBB terhadap mantan presiden Afrika Tengah, Francois Bozize dan dua orang lainnya. Penjatuhan sanksi itu dilakukan terkait konflik yang terjadi di Afrika Tengah.

Berdasarkan proposal setebal delapan halaman yang diberikan kepada komite sanksi dewan keamanan PBB di Afrika Tengah, usulan sanksi terhadap Bozize itu diberikan karena ia diduga terlibat dan memberikan dukungan terhadap aksi yang merusak perdamaian, ketertiban, atau keamanan di Afrika Tengah.

Pemberian sanksi terhadap Bozize, yang merupakan mantan presiden terguling yang sebagian besar didukung oleh pemberontak Muslim Seleka pada Maret 2013, dan dua orang lainnya akan berlaku mulai Selasa. Namun, kemudian Rusia dan Cina menyatakan keberatannya pada saat terakhir.

Langkah itu merupakan upaya pertama kali untuk memasukkan seseorang yang terlibat dalam konflik ke dalam daftar hitam sejak rezim sanksi PBB didirikan pada Desember. “Rusia dan Cina telah menahan usulan tersebut,” kata seorang diplomat yang termasuk dalam 15 anggota dewan keamanan.

“Kami tidak tahu itu keputusan akhir atau keputusan mereka dapat dibicarakan kembali,” tambahnya.

Jika kesepakatan tidak dapat meloloskan usulan tersebut, sanksi tersebut dapat ditinggalkan hingga waktu tak terbatas hingga adanya resolusi. Pasalnya, komite sanksi Dewan Keamanan bekerja atas dasar kebulatan suara.

Pada awalnya, Prancis ingin sanksi yang dijatuhkan bersifat lebih individu, tetapi ditetapkan tiga nama karena usulan tersebut merupakan gabungan antara Prancis dan Amerika. Sementara itu, juru bicara misi Rusia untuk PBB menolak untuk berkomentar.

Sedangkan, juru bicara misi Beijing di New York memberikan komentarnya melalui email.

“Kami akan kembali menegaskan bahwa ini merupakan prinsip Cina untuk menentang penjatuhan sanksi itu. Sanksi tersebut tidak tepat dijatuhkan dalam masalah ini,” katanya.

Meskipun begitu, diplomat Barat mengaku optimis nantinya Rusia dan Cina akan kembali setuju dengan usulan tersebut, seperti halnya dalam kasus Korea Utara dan Iran. Para diplomat pun menyebutkan Cina membutuhkan waktu untuk mempertimbangkan usulan tersebut.

Rusia memberikan rasa keberatannya kepada komite sanksi dalam sebuah penjelasan tertulis bahwa memasukkan Bozize dalam daftar hitam dapat memberikan dampak negatif yang dapat mempengaruhi tujuan rekonsiliasi di Afrika Tengah.

Para diplomat mengatakan mereka tidak berpendapat bahwa Rusia menyatakan keberatannya terhadap usulan itu sebagai bentuk balasan karena AS dan Eropa telah mendukung pemerintah Ukraina atau karena sanksi Barat terhadap Rusia atas aksi pencaplokannya terhadapa wilayah Crimea.

“Kami kecewa tapi semoga kami dapat meyakinkan mereka untuk menarik kembali keputusannya,” kata diplomat Dewan Keamanan.

Dalam usulan itu, Prancis dan Amerika menyerukan negara lainnya untuk memberikan sanksi larangan perjalanan dan pembekuan aset kepada Bozize dan dua orang lainnya. Disebutkan pula, Bozize telah memberikan bantuan financial dan membantu para militan dalam upayanya menggangu kestabilan di Afrika Tengah serta membawanya kembali mendapatkan kekuasaan.

REPUBLIKA.CO.ID




Silakan klik: 
 
Share this article :

Posting Komentar