Selasa, 11 Maret 2014

Home » » Mahasiswa Jurusan Agama UNJ Protes Kampus Undang Jalaluddin Rakhmat

Mahasiswa Jurusan Agama UNJ Protes Kampus Undang Jalaluddin Rakhmat

Untuk menyatakan ketidaksetujuannya dengan kehadiran Jalal, mahasiswa UNJ terus melakukan aksi penolakan dengan mengumpulkan tanda tangan di bentangan kain

Mafaza-Online.Com|SILATURRAHIM - Kedatangan Jalal untuk memberikan kuliah umum pada calon wisudawan Jurusan Ilmu Agama Islam (JIAI) mendapat penolakan keras dari mahasiswa Universitas Negeri Jakarta.

Untuk menyatakan ketidaksetujuannya dengan kehadiran Jalal, mahasiswa UNJ terus melakukan aksi penolakan. Mereka mengumpulkan tanda tangan di bentangan kain sebagai penolakan mahasiswa atas sikap kampus mengundang tokoh Syiah tersebut.


“Gue Islam Bukan Syiah, Say No To Syiah, UNJ Anti JIL dan Syiah,” demikian sebagian kata-kata penolakan yang ditulis.

Ketua LDK UNJ, Andry, mengaku diundangnya tokoh yang mencaci maki istri Rasulullah Aisyah radhiyallahu ‘anha itu dinilai akan membuka peluang Syiah masuk ke kampus calon guru tersebut.

“Kalau satu tokoh Syiah saja datang ke UNJ, maka akan membuka peluang tokoh-tokoh Syiah lain berdatangan untuk menyebarkan  paham sesat Syiah di UNJ,” tambahnya.

Sementara itu penolakan kedatangan Jalal juga datang dari dalam jurusan JIAI sendiri. Seorang mahasiswa yang ditemui Islampos, mengaku Jalaluddin Rakhmat cacat secara akidah.

“Saya menolak kedatangan Jalaludin Rakhmat karena aqidahnya menyimpang dari Islam serta  gelar profesor dan doktornya  palsu,” ujar mahasiswa JIAI angkatan 2013 yang tidak mau disebutkan namanya.

Lebih lanjut, mahasiswa JIAI ini mengatakan bahwa dirinya kaget dan kesal kepada jurusannya yang mengundang Jalal.

“Saya khawatir karena mahasiswa-mahasiswa JIAI yang masih polos terdoktrin paham sesat Syiah oleh argumen-argumen Jalaludin Rakhmat,” ujarnya.

Sementara dalam kajian bahaya Syiah di Masjid Alumni, Selasa (4/3), seorang mahasiswi dari JIAI menerangkan bingung menjadi mahasiswa JIAI karena kerap mendapat doktrin Syiah secara halus dari dosen.

Untuk meminimalisir doktrin tersebut, dia bersama para mahasiswi lainnya membuat diskusi kecil untuk membentengi akidah.

SHL | ISLAMPOS



Silakan di Klik:

Share this article :

Poskan Komentar