Kamis, 13 Februari 2014

Home » » Shalat Zuhur di Masjid At Taqwa Berhadiah Innova

Shalat Zuhur di Masjid At Taqwa Berhadiah Innova

Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan didampingi Wakil Wali Kota Patriana Sosialinda dalam sebuah acara beberapa waktu lalu | (kompas.com/Firmansyah)
Jagalah Hati, agar niat baik Wali Kota itu tidak bias dan dapat mengarah pada riya (ingin dilihat orang), syirik, atau hanya ingin dapat hadiah

Mafaza-Online.Com | BENGKULU — Pendaftaran shalat zuhur berjamaah berhadiah umrah, haji, dan mobil Innova serta Avanza mulai dibuka pada Rabu (12/2/2014).

"Pendaftaran mulai besok dibuka stan pendaftaran. Panitia sudah dipersiapkan di Masjid At-Taqwa agar masyarakat yang ingin ikut serta dalam program ini dapat dilayani," kata Kepala Kantor Agama Kota Bengkulu Mukhlisuddin, Selasa (12/2/2014).

Ia melanjutkan, peserta yang mendaftar diwajibkan membawa kartu tanda penduduk (KTP) sebagai tanda pengenal, dan selanjutnya akan diberi pin dan dibuatkan database oleh panitia.

MUI: Rentan Diskriminasi dan Bias Jender

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Provinsi Bengkulu, Rohimin mengingatkan Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan bahwa pemberian hadiah haji, umrah, dan mobil Toyota Innova bagi masyarakat yang rajin shalat berjemaah rentan diskriminasi dan bias jender.

Hal itu akan terjadi jika esensi dari kebijakan itu tak disampaikan. "Niat Wali Kota bagus, namun harus diperhatikan kesetaraan beragama, bagaimana dengan penganut agama lain selain muslim, harus ada solusi, sehingga tidak ada diskriminasi, demikian juga dengan kesetaraan jender," kata Rohimin saat ditemui di kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu, Senin (10/2/2014).

Dalam syarat untuk mendapatkan hadiah tersebut dijelaskan, warga harus melakukan shalat dzuhur berjemaah di Masjid At-Taqwa sebanyak 42 kali berturut-turut untuk mendapatkan hadiah umrah, dan selanjutnya 52 kali diberangkatkan haji. Jika konsisten, warga akan mendapatkan mobil pribadi milik Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan, yaitu Toyota Innova.

Rohimin menegaskan, kalau harus berturut-turut, bagaimana dengan jemaah perempuan yang tiap bulan mendapatkan menstruasi, tentu tidak dapat shalat berjamaah. "Ini yang saya sebutkan bias kesetaraan atau istilah sekarang bias jender. Dalam Islam tidak ada pengecualian seperti itu. Artinya, khusus untuk jemaah perempuan harus ada aturan tersendiri, jangan disamaratakan dengan pria," lanjut Rohimin.

Menurut Rohimin, yang paling penting dilakukan agar niat baik Wali Kota itu tidak bias dan dapat mengarah pada ria (sombong), syirik, atau menyimpang karena mungkin jemaah shalat hanya ingin dapat hadiah. Maka, pemahaman kognitif akan kebijakan itu disosialisasikan oleh Wali Kota.


"Dalam agama itu kan hal yang paling utama dilakukan dalam sebuah ibadah adalah pemahaman (kognitif), lalu afektif (sikap dan nilai), lalu pada psikomotorik dalam artian kesadaran, bukan pada iming-iming tertentu, termasuk hadiah," papar dia.

"Kita menginginkan Wali Kota menjelaskan bahwa hadiah tersebut merupakan rangsangan agar kesadaran religius masyarakat meningkat, begitu juga dengan umat beragama lain," sambungnya.

Membangun religiusitas tidak cukup pada ajaran agama saja, tetapi adat istiadat juga harus diperhatikan dan dihargai agar cita-cita "Bengkuluku Religius" oleh Wali Kota dapat tercapai.

Bantah bias jender

Dalam kesempatan itu, Muhklisuddin juga menyebutkan tidak ada diskriminasi dan bias jender dalam program ini. Wanita yang sedang haid pun tetap dapat ikut program ini dengan catatan mereka harus tetap mendatangi masjid dengan membawa KTP untuk mengisi absen.

"Walau tidak shalat, mereka dapat membantu di masjid, seperti menjaga sandal atau kendaraan jamaah lain," paparnya.

Menurutnya, program tersebut terus mendatangkan banyak relawan untuk berpartisipasi memberikan hadiah. Awalnya,  untuk hadiah bonus disediakan mobil Innova milik pribadi Wali Kota Helmi Hasan. Kali ini, ada juga tambahan satu unit mobil Avanza yang merupakan sumbangan dari donatur.

Sebelumnya, Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan menyediakan hadiah bagi jemaah yang rajin shalat dengan catatan shalat 40 kali berturut-turut tidak ketinggalan takbiratul ula akan mendapatkan hadiah umroh, 52 kali mendapatkan hadiah haji, dan yang paling rajin di antara semuanya berhak mendapatkan mobil Innova V-Series dan Avanza. Jika shalatnya "bolong" sekali saja, perhitungan dimulai lagi dari awal. (KOMPAS.com)



Silakan di Klik:
Masjid at Tahirin Terendam Banjir, Semoga Bisa Segera digunakan Kembali
Share this article :

Poskan Komentar