Kamis, 14 November 2013

Home » » Temuan Koin Emas Hebohkan Kutaraja

Temuan Koin Emas Hebohkan Kutaraja

Warga memperlihatkan koin emas (mata uang Dirham) yang ditemukan di kawasan tambak Desa Merduati, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, Senin (11/11). Koin emas kuno yang diperkirakan berjumlah ribuan itu pertama kali ditemukan dalam sebuah peti kuno oleh seorang pencari tiram dan dijual ke toko emas di Pasar Atjeh hingga seratusan juta rupiah. SERAMBI/M ANSHAR
* Ratusan Warga Berduyun-duyun ke Lokasi

Mafaza-Online.Com | BANDA ACEH - Warga Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, Senin (11/11) siang kemarin, dihebohkan oleh penemuan koin emas (dirham) dalam jumlah besar di kuala Krueng Doy, Gampong Merduati. Hingga tadi malam, ratusan warga terus berdatangan dan beramai-ramai menyusuri aliran Krueng Doy untuk mencari koin  kuno itu.

Informasi temuan koin emas ini awalnya diketahui Serambi dari warga Lampaseh Aceh, sore kemarin. Ia menyebutkan seorang tetangganya mendapat sejumlah kepingan koin emas seukuran kancing baju, di dasar kuala Krueng Doy.

“Ada tetangga baru pulang cari emas di sungai. Banyak orang disitu rame-rame turun ke sungai. Dapatnya banyak, ada yang sudah jual ke pasar sampai seratus juta lebih. Tapi sekarang lokasinya sudah dijaga oleh polisi,” kata warga tersebut.

Saat Serambi tiba di lokasi penemuan koin emas tersebut, selepas Magrib, terlihat  puluhan orang pria dan wanita, mulai dari orang tua sampai anak-anak, berada di dalam sungai dengan peralatan senter, ember, dan perlengkapan lainnya.

Diperoleh informasi bahwa aparat polisi bukan melarang warga untuk mencari emas di sungai itu, tapi terpaksa membubarkan karena sudah menjelang Magrib. Apalagi, saat itu jumlah warga yang datang ke lokasi semakin banyak, bukan hanya dari Kecamatan Kutaraja tapi juga dari wilayah lainnya.

Kabar temuan koin emas, disertai bumbu penarik rasa penasaran, masih terus merebak dengan cepat. Sehingga, hanya beberap menit setelah Shalat Isya usai, lokasi tersebut kembali ramai dengan warga. Mereka datang dengan membawa peralatan yang lebih lengkap.

Bahkan, sekitar pukul 22.30 WIB, seorang warga kembali menemukan segenggam koin emas. Keadaan ini semakin menambah semangat warga lainnya untuk turut menceburkan diri ke sungai yang ketinggian airnya hanya sebatas paha orang dewasa itu.

Informasi dihimpun Serambi di lokasi, temuan koin emas di aliran sungai itu kemarin, pertama kali ditemukan oleh Shalihin, warga Lampaseh Aceh yang sedang mencari tiram di dasar sungai, yang sebelum tsunami merupakan kompleks pekuburan kuno. Aktivitas mencari tiram sering dilakukannya dan warga setempat saat air sedang surut untuk kemudian dijual.

Pagi kemarin, saat sedang mengais dasar sungai untuk mencari tiram, langkah Shalihin terhenti saat menemukan sebuah peti yang sekelilingnya diselimuti tiram.  “Dia memukul peti itu dengan parangnya untuk melepaskan tiram yang menempel. Namun peti itu terbuka dan berhamburlah koin-koin emas yang ada di dalamnya, jumlahnya mungkin mencapai ribuan keping,” kata Gompal, Ketua Pemuda Gampong Merduati.

Masih menurut cerita Gompal, Shalihin dan beberapa warga yang berhasil mengambil koin emas itu, langsung menjualnya ke toko emas di Pasar Atjeh. “Ada yang mendapat Rp 117 juta untuk segenggam koin emas yang dijualnya,” ungkap Gompal.

Informasi lainnya yang diperoleh Serambi, hingga kemarin sore sudah banyak juga warga yang berhasil mendapatkan koin emas itu dan menjualnya. Uang yang didapat dari hasil menjual koin emas itu bervariasi, tergantung jumlah koin yang ditemukan.

Di lokasi penemuan, harga koin emas itu dihargai Rp 350 ribu per koin seukuran kancing baju, dan Rp 800 ribu untuk koin seukuran uang logam Rp 1.000. Hingga berita ini diturunkan pukul 23.00 WIB malam tadi, lokasi temuan koin emas itu masih dipenuhi warga yang mencari koin emas dari dasar Kuala Krueng Doy.(yat/saf/Serambi Indonesia)   

Terkait: 
Mengapa Ribuan Koin Emas Bisa Berada di Gampong Pande Aceh  


Silakan di Klik:
┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶♡̨̐M-STORE LengkapiKebutuhanAnda✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡ 


Share this article :

Poskan Komentar