Minggu, 17 November 2013

Home » » Nurul Arifin Minta Maaf Kepada JK, PMI dan DMI

Nurul Arifin Minta Maaf Kepada JK, PMI dan DMI

Menurut Nurul, dirinya tidak pernah menyatakan mantan Wakil Presiden di era Kabiner Indonesia Bersatu Jilid I itu menggunakan PMI dan DMI sebagai alat politik oleh JK

Mafaza-Online.Com | JAKARTA - Wakil Sekretaris Jendral DPP Golkar, Nurul Arifin menyampaikan permohonan maafnya kepada mantan Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla (JK).  Permohonan maaf Nurul juga ditujukan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI).

"Saya meminta maaf sebesar-besarnya," ungkap Nurul Arifin kepada wartawan, di kompleks gedung DPR, Jakarta, Sabtu (16/11/2013) malam.

Hal ini disampaikan anggota Komisi II DPR RI ini untuk meluruskan pemberitaan yang menyatakan JK telah menggunakan PMI dan DMI sebagai sarana untuk kampanye.

Nurul mengklarifikasi pemberitaan tersebut. Menurut Nurul, dirinya tidak pernah menyatakan mantan Wakil Presiden di era Kabiner Indonesia Bersatu Jilid I itu menggunakan PMI dan DMI sebagai alat politik oleh JK.

"Yang saya katakan adalah bahwa semua organisasi tersebut menjadi aktivitas sosial dari Pak JK," ujar Nurul.

Lebih lanjut saat ditanyai awak media Jumat (15/11/2013) mengenai sosok JK, Nurul katakan, yang ada dibenaknya adalah kebanggaan kepada sosok Ketua Umum PMI dan Ketua DMI. Karena JK adalah seorang yang luar biasa sebagai kader Golkar dirinya mampu menjadi tokoh yang sangat dikagumi baik secara nasional maupun internasional.

Selain itu, Nurul katakan, sebagai anggota DPR, dirinya memahami betul akan prinsip-prinsip independen dan institusi seperti PMI dan DMI tidak berpolitik.

Lebih lanjut menurut Nurul, aktivitas JK sebagai tokoh sosial itu sudah diakui bukan saja di tingkat nasional, tetapi di tingkat internasional.

"Jadi bagaimana mungkin saya akan sebodoh itu untuk katakanlah melecehkan apalagi menyinggung perasaan Pak JK," tandasnya.

Namun, seandainya pernyataannya itu dianggap menyinggung, Nurul meminta maaf. "Karena saya tidak bermaksud sama sekali. Apalagi saya menghubung-hubungkan dengan organisasi DMI, PMI," tuturnya.

"Jadi sekali lagi saya mau meminta maaf kepada Pak JK, terus PMI dan pengurusnya, juga DMI berserta pengurusnya, dan seluruh masyarakat yang merasa tersinggung dengan statement saya," ucapnya. (Tribunnews.com)




Silakan di Klik:

Share this article :

Posting Komentar