Sabtu, 02 November 2013

Home » » Ajang Miss World Mencoreng Orang Minang

Ajang Miss World Mencoreng Orang Minang

Apakah hal ini menjadi bukti bahwa telah lunturnya nilai-nilai minang yang dekat dengan syariat Islam

Mafaza-Online.Com | NASIONAL - Saat ini kita sedang dihebohkan dengan beredarnya foto bikini wakil Indonesia di ajang Miss Universe 2013 di rusia. Whulandary Herman, wanita Minang kelahiran Pariaman ini yang ditunjuk oleh Indonesia yang mempertontonkan kemolekan tubuhnya diajang Miss Universe 2013. Apa yang dilakukan oleh Whulandari tidak hanya mencoreng tapi juga sudah melecehkan nilai-nilai yang terkandung di tanah Minang.

Masih segar pula di ingatan kita ajang Miss World yang diselenggarakan di Indonesia dan penuh dengan kontroversi. Bagaimana tidak, ajang ini sangat jauh dari budaya Indonesia, apalagi Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim di dunia. Tentunya hal ini akan mencoreng Indonesia dengan predikat tersebut di mata dunia.

Ajang ini kembali mencoreng orang minang. Dalam daftar nama juri ajang Miss World ini terdapat nama wanita minang kelahiran Sungai Batang, Maninjau. Liestyana Rizal Gusman, yang ikut di tunjuk untuk menjadi juri ajang Miss World 2013 yang di selenggarakan di Indonesia oleh salah satu pemilik media terbesar di Indonesia Hary Tanoe dan juga Capres yang didukung oleh Partai Hanura berpasangan dengan Wiranto.

Sebagaimana kasurau.com kutip dari okezone daftar juri miss world 2013 terdiri dari Liliana Tanoesoedibjo, Listyanna Rizal Gusman, Silvia Agung Laksono, Julia Morley, Mike Dixon, Andrew Minerick, Donna Derby, Vineet Jain, Azra Akin, Ken Warwick, dan Mickey.

Liestyana Rizal Gusman adalah istri dari Irman Gusman, anggota DPD RI yang mewakili SUmatera Barat dan juga sedang mengikuti konvensi calon Presiden yang sedang dilakukan oleh Partai Demokrat. Apa yang dilakukan oleh Liestyana dengan menjadi juri Miss World 2013 juga telah mencoreng nilai-nilang minang yang seharusnya dipegang oleh orang minang dimanapun berada. Apalagi di ajang tersebut Irman Gusman sebagai Tokoh Minang justru menjadi tamu kehormatan.

Melihat hal ini, apakah hal ini menjadi bukti bahwa telah lunturnya nilai-nilai minang yang dekat dengan syariat islam pada orang-orang minang sendiri, sehingga nilai-nilai minang hari ini hanya tinggal kenangan. (fgz/ kasurau)

Silakan di Klik:
┈┈»̶•̵̭̌✽M-STORE LengkapiKebutuhanAnda✽•̵̭̌«̶┈┈

Share this article :

Posting Komentar