Senin, 14 Oktober 2013

Home » » Empat Strategi Peningkatan Kemampuan SDM dan Iptek Nasional

Empat Strategi Peningkatan Kemampuan SDM dan Iptek Nasional

Berharap melalui penyelenggaraan seminar Ilmu Pengetahuan Teknik memberikan makna strategi dalam pencarian solusi permasalahan pengembangan Iptek

Mafaza-Online.Com | YOGYAKARTA -  Peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM) dan Ilmu Pengetahuan & Teknologi (Iptek) nasional menjadi salah satu dari tiga strategi utama pelaksanaan Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2015.

“Pilihan strategi tersebut mempertegas argumen bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa yang akan datang membutuhkan kontribusi teknologi yang lebih nyata, karena Indonesia tak selamanya dapat mengandalkan hasil eksploitasi sumber daya alam untuk menyokong perekonomiannya,” ungkap Wakil Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr. Djusman Sajuti saat membuka Seminar Nasional Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT) bertajuk Teknologi untuk Mendukung Pembangunan Nasional, Kamis (3/10) lalu, di Hotel Inna Garuda Yogyakarta.


Menurut Djusman, untuk menuju peningkatan kemampuan SDM & Iptek nasional perlu diambil langkah strategis. Setidaknya, ada empat strategi untuk mewujudkan hal itu, di antaranya

Pertama adalah menjalin hubungan kemitraan dengan industri dan masyarakat.

Kedua, penguatan kapasitas riset yang mencakup fasilitas penelitian dan pengembangan (litbang), pola manajemen, fungsionalisasi organisasi litbang, kelengkapan dan kemutakhiran data kinerja hasil litbang Iptek nasional, dan kemitraan dan pengembangan teknologi.

Ketiga yakni peningkatan jumlah Hak Kekayaan Atas Intelektual (HKI) dibidang Ilmu Pengetahuan Teknik agar penemuan inventif dapat dilindungi oleh oleh Undang-Undang.

Keempat ialah menyebarluaskan informasi hasil riset dan memasarkan teknologi yang dihasilkan secara proaktif.

Bila hal itu mampu dilaksanakan, Djusman mengatakan bahwa masalah mendasar yang dihadapi dalam pembangunan Iptek akan teratasi. Secara umum, masalah tersebut adalah kemampuan sisi litbang menyediakan solusi teknologi yang masih kurang, kemampuan sisi pengguna dalam menyerap teknologi baru yang tersedia masih minim, dan integrasi penyedia dan pengguna teknologi belum terbangun dengan baik.

Ia pun berharap melalui penyelenggaraan seminar Ilmu Pengetahuan Teknik memberikan makna strategi dalam pencarian solusi permasalahan pengembangan Iptek. “Sebab, seminar ini merupakan wadah bertemunya semua pemangku perhatian dan kepentingan dari berbagai unsur, baik dari unsur perguruan tinggi, pemerintah dan industri, serta para penyusun kebijakan,” pungkas Djusman. (pw/lipi)


Silakan di Klik:
✽̶ M-STORE LengkapiKebutuhanAnda ♈̷̴✽̶⌣̊
Share this article :

Poskan Komentar