Selasa, 22 Oktober 2013

Home » » Ayung Pura-pura Masuk Islam demi Nikahi Rini

Ayung Pura-pura Masuk Islam demi Nikahi Rini

Rupanya kisah pertengkaran keluarga ini bukan sekadar konflik rumah tangga biasa

Mafaza-Online.Com | CIREBON – Tersulut api cemburu itu cerita cinta biasa. Yang ini justru api beneran yang dipakai untuk membakar. Kalau ada cinta kenapa harus ada acara bakar-bakaran. Apalagi ini yang dibakar istri dan mertua.

Tersebutlah Ayung (32), warga Kelurahan Tanda Barat Kecamatan Kejaksan Kota Cirebon tega membakar istri dan mertuanya akibat konflik dalam keluarganya.

Kejadian bermula saat Ayung terlibat percekcokkan dengan istrinya Rini (30), lalu Ayung langsung membakar istri dan mertuanya, Yoyo (70) yang kebetulan tinggal satu rumah dengannya.

Belakangan, Yoyo menghembuskan nafas terakhirnya alias meninggal akibat luka bakar serius yang dideritanya.

Namun, saat persidangan bergulir, rupanya kisah pertengkaran keluarga ini bukan sekadar konflik rumah tangga biasa.

Berdasarkan penelusuran Tim independen Pencari Fakta Cirebon, mendapatkan fakta-fakta dari kuasa hukum keluarga korban,

Pertama, Ayung Indrajaya Kosasih tak lain sorang nasrani keturunan Cina yang berasal dari Kota Cirebon. Sedang, Rini Fitriana muslimah dari Sukamulya, Kecamatan Cigugur, Kuningan.

Kemudian, Ayung datang ke pihak keluarga Rini dan menyatakan berniat untuk menikahinya. Orang tua Rini yang bernama Yoyo Halim Mulyana mengizinkan dengan syarat Ayung harus masuk Islam.

Kedua, pada 14 Mei 2009 terjadi pernikahan antara Ayung dengan Rini, setelah Ayung masuk Islam di Desa Sukamulya, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan dengan dibuktikan adanya buku nikah yang dikeluarkan oleh KUA Cigugur.

Ketiga, Awalnya mereka hidup rukun dan dikaruniai anak bernama Jansen. Kemudian, Rini berhasil membeli rumah di Cirebon dan mengajak orangtuanya di Kuningan tinggal di Cirebon.

Orang tua Rini sering mendidik cucunya (Jansen) dengan ajaran-ajaran Islam. Seperti membaca basmallah, mengucapkan salam, belajar shalat, dan sebagainya. Ayung sudah mulai tak bisa menyembunyikan kekesalannya dan sering terjadi pertengkaran di rumah.

Keempat, Akibat seringnya pertengkaran, akhirnya Rini cerita kalau suaminya dari awal-awal pernikahan  Ayung sudah menyatakan diri telah balik lagi ke agama Nasrani.

Kelima, Ayung mengatakan ke Rini kalau dia tidak mau anaknya diajari tentang Islam, bahkan dipakaikan kopiah pun Ayung marah.

Keenam, Ayung membuat Kartu Keluarga dan KTP  keluarganya dengan mengubah status semuanya dari beragama Islam menjadi beragama Nasrani.

Ketujuh, Sempat terjadi pisah ranjang selama 3 bulan antara Ayung dan Rini. Belakangan Ayung datang ke orang tua Rini dan mengatakan ingin kembali melanjutkan rumah tangganya namun, dengan tetap meyakini agama nasrani. Serta merta, Yoyo, ayah Rini menolaknya. “Itu sama dengan mempermainkan agama Islam,” katanya.

Silakan di Klik:
✽̶ M-STORE LengkapiKebutuhanAnda ♈̷̴✽̶⌣̊ 
Share this article :

Posting Komentar