Selasa, 17 September 2013

Home » » DDI Jabar, Miss World Liberalisasi Politik dan Budaya

DDI Jabar, Miss World Liberalisasi Politik dan Budaya

Miss World sesungguhnya hanyalah acara kecil saja sebagai kemasan, tetapi yang perlu diwaspadai adalah misi besar di balik semua itu
 
Mafaza-Online.Com|BANDUNG—Sebagai bagian dari upaya konsolidasi secara internal, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jawa Barat nmenggelar Silaturahim di Plaza Aula Masjid Istiqomah, Bandung akhir pekan lalu dihadiri ratusan anggota, simpatisan dan juga undangan. Acara ini merupakan jawaban langsung terhadap fenomena yang terjadi akhir-akhir ini khususnya Miss World 2013 yang digelar di Indonesia.

DDII Jabar merasa perlu menyikapi hal tersebut dengan mengusung tema “Miss World  2013 Liberalisasi Politik dan Budaya”. Panitia perlu memilih tema tersebut karena memang perhelatan ajang pemilihan wanita tersebut merupakan program Barat untu menggusur tatanan islam yang ada di negeri ini dan jelas hal tersebut merupakan kepentingan tirani minoritas yang berupaya mencengkeram di negeri ini.

Dalam sambutannya, Ketua DDII Jawa Barat, KH E. Bahrul Hayat, nenegaskan silaturahim ini memang sangat perlu dilakukan untuk lebih mengenal kekuatan yang ada dalam tubuh DDII khususnya yang ada di wilayah Jawa Barat. Baginya, silaturahim seperti ini pantas utnuk dijadikan momentum untuk semua elemen yang ada agar dapat bersinergi di dalam membangun kekuatan utnuk menghadapi tantangan dakwah yang tidak kecil.

“Banyak sekali peristiwa yang terjadi dan menuntut kader Dewan Dakwah untuk bisa berkontribusi dalam dakwah Islamiyah termasuk menyikapi hal-hal yang setidaknya mengganggu stabilitas umat Islam,” ujar Bahrul dalam kesempatan itu.

Pada kegiatan tersebut, Pusdiklat DDI provinsi Jawa Barat mendapat hibah mobil ambulan dari Yayasan Istiqomah Bandung. Ustad Dudu Sa’dudin mengatakan hibah ini diberikan sebagai bentuk kepedulian yayasannya kepada kepentingan umat dan salah satunya adalah mobil ambulance untuk mengangkut jenazah. “Semoga dapat dimanfaatkan sebaik mungkin,” kata Dudu.

Atas pemberian tersebut, Ketua Pusdiklat DDII Jabar, Ustad Roinul Balad S,Sos.I mengatakan ia menerima amanat tersebut secara baik dan akan menggunakannya seperti yang diamanatkan oleh pemberinya.

“Insya Allah saya prioritaskan untuk umat yang membutuhkan,” tegas Roin dalam esempatan tersebut.

Dalam sesi diskusi di dalam menyikapi Miss World 2013, acara yang dimoderatori Yusuf Tajri berlangsung menarik karena membahas fenomena Miss Wolrld terhadap keberadaan umat Islam. Pembicara pertama, Ustad Misbah Malim, Pimpinan Bidang Pemberdayaan Daerah DPP DDII Pusat mengatakan Miss World sesungguhnya hanyalah acara kecil saja sebagai kemasan, tetapi yang perlu diwaspadai adalah misi besar di balik semua itu, di mana di dalamnya mengandung misi menghancurkan umat Islam baik dari dalam maupun dari luar dan hal ini yang sesungguhnya perlu diwaspadai.

Sementara pembicara Kedua, Ustad Hadi Hadiyanto dari DPW DDII Jabar menegaskan bila Miss World ini adalah bagian dari liberalisasi budaya yang mengesampingkan persoalan agama. Pemikiran orang sekular memang selalu ingin mengesampingkan agama dari kehidupan dunia. Sehingga Miss World bagi mereka adalah keniscayaan padahal bagi umat Islam hal itu adalah Ghazwul Fikri yang begitu nyta dilakukan kepada Islam.

Acara Silaturahim yang berlangsung dari pagi sampai menjelang Dzuhur ini, tidak sekedar acara kumpul dan bertatap muka saja melainkan dari hal itu diharapkan dapat membentuk kesadaran bersama dari elemen Dewan Dakwah yang ada untuk menyiapkan diri dalam berdakwah menghadapi tantangan dakwah yang terjadi. (Deffy Ruspiyandy) 


MAFAZA-STORE Lengkapi Kebutuhan Anda
Share this article :

Poskan Komentar