Jumat, 09 Agustus 2013

Home » » Aktivis Nobel Perdamaian diancam Mati Pro Kudeta

Aktivis Nobel Perdamaian diancam Mati Pro Kudeta

Ribuan suara yang menolak telah dibunuh atau dipenjarakan, “Itulah alasan saya berangkat ke Mesir,” tegas Karman

Mafaza-Online.Com | MESIR - Aktivis Yaman dan pemenang Nobel Perdamaian, Tawakkul Karman, mengatakan dia telah menerima beberapa ancaman kematian dari pendukung kudeta Mesir. Ancaman serupa juga dilayangkan jurnalis pro-kudeta, sebelum kunjungannya ke Kairo beberapa waktu lalu.

Karman yang sebelumnya tidak diperbolehkan masuk Mesir. Dia mengatakan beberapa pejabat pro-kudeta di Mesir berusaha untuk menutupi pelanggaran HAM di negeri itu. Dia ditolak masuk Kairo sehingga dia tidak akan menjadi saksi pelanggaran tersebut, lapor MEMO yang dipantau MINA (Mi’raj News Agency).

Karman menambahkan bahwa setelah penggulingan Presiden Mesir Muhamad Mursi awal Juli lalu, pemerintah sementaranya mulai membatasi hak dan kebebasan para warga. Mereka lebih banyak ‘mendengarkan’ suara-suara pro-kudeta. Dia mengatakan bahwa ribuan suara yang menolak telah dibunuh atau dipenjarakan, “Itulah alasan saya berangkat ke Mesir,” tegas Karman.

Aktivis Yaman mengatakan dia menganggap dirinya bertanggung jawab untuk mengungkap ketidakadilan yang terjadi di Mesir dan dunia. Dia juga menekankan pentingnya bagi Mesir melestarikan pencapaian revolusi 25 Januari yang menggulingkan rezim Mubarak.


Karman membantah kritik ditujukan padanya atas kedekatannya dengan Ikhwanul Muslimin, “Saya membela HAM di manapun dan di semua tempat di mana ada hak yang dilanggar, termasuk Mesir,” kata Karman.

Dia menekankan bahwa dirinya juga  telah mengkritik beberapa kebijakan Ikhwanul Muslimin dari waktu ke waktu.

Dia menyatakan kekhawatiran tentang masa depan Mesir, mengatakan bahwa pemerintahan militer akan digulingkan dalam beberapa bulan, jika tidak minggu.

Sebelumnya, Karman ditolak masuk ke Mesir setelah kedatangannya ke Bandara Internasional Kairo. Pihak berwenang Mesir memegang paspornya selama dua jam sebelum mengatakan bahwa dia ada dalam daftar hitam, kata petugas Bandara Mesir. (MINA)
Share this article :

Posting Komentar