Selasa, 02 Juli 2013

Home » » Kalau Pemerintah Rampok

Kalau Pemerintah Rampok

Belanda saja, sebagai penjajah, tidak sembarangan mencaplok tanah rakyat karena khawatir terjadinya pemberontakan

Oleh Yusril Ihza Mahendra



Sebagian masyarakat Belitung jengkel dengan tindakan Kementerian Kehutanan yang seenaknya menetapkan Kawasan Hutan Lindung. Kawasan pemukiman penduduk yang sudah lebih 100 tahun dihuni, tiba-tiba dipatok jadi kawasan hutan lindung. Seketika Menhut tunjuk kawasan hutan di atas tanah rakyat, langsung dibuat patok, rakyat dipersulit di atas tanahnya sendiri. Seluruh kegiatan pertanian rakyat, bahkan IUP yang sudah diterbitkan diperintahkan untuk menghentikan kegiatan. Ini benar-benar tindakan sewenang-wenang.

Kementerian Kehutanan tidak pernah konsultasi dengan Pemerintah Daerah dan tidak pernah melihat kenyataan di lapangan. Tiba-tiba saja petugas kehutanan memasang patok di halaman-halaman rumah penduduk dan menyatakan itu adalah hutan lindung. Padahal tanah itu adalah Tanah Adat yang sudah dihuni turun temurun jauh sebelum adanya Negara Republik Indonesia. Mestinya Menhut lakukan penelitian lapangan, apakah ada tanah rakyat atau tidak, baru menunjuk kawasan hutan. Bukan sebaliknya, Menhut menunjuk kawasan hutan di atas peta, rakyat kemudian disuruh berjuang pertahankan tanah mereka.

Belanda saja, sebagai penjajah, tidak sembarangan mencaplok tanah rakyat karena khawatir terjadinya pemberontakan. Kementerian Kehutanan menjadikan Negara RI seperti Perampok terhadap rakyatnya sendiri. Rakyat akan selalu kalah dengan Menhut yang sudah bertindak lebih kejam dari Gebernur Jenderal Deandels di zaman Kolonial. Rakyat sudah menetap di situ sejak Republik Indonesia belum lahir. Pemerintah Hindia Belanda juga tidak pernah menetapkan kawasan itu sebagai hutan lindung.

Sungguh gila! Ada investor membuat perkebunan sawit di kawasan hutan lindung. Sebagai penggantinya, tanah rakyat diambil begitu saja tanpa permisi. Cobalah melihat dari sisi rakyat. Praktiknya, setelah Menhut menentukan kawasan hutan di atas tanah rakyat, mereka langsung dipersulit, sehingga tidak bisa berbuat apa-apa. Saya tidak sekadar berteori, saya sungguh menghadapi kenyataan. Akhirnya kami harus melawan? Melelahkan jadi rakyat.

Kalau Pemerintah sudah bertindak sebagai perampok, maka tidak ada pilihan kecuali rakyat harus melawan. Lawan kezaliman sampai kapan pun. Gunakan cara-cara sah dan konstitusional melawan Pemerintah yang zalim. (FB)

Share this article :

Posting Komentar