Jumat, 07 Juni 2013

Home » » Pemerintah Jangan Terlena dengan Keberhasilan Hilirisasi Kakao

Pemerintah Jangan Terlena dengan Keberhasilan Hilirisasi Kakao

Keberhasilan hilirisasi harus dijaga agar bisa dirasakan dalam jangka panjang


MafazaOnline-JAKARTA-Anggota Komisi IV DPR RI, Habib Nabiel Almusawa mengingatkan Pemerintah agar tidak terlena dengan keberhasilan hilirisasi kakao.  Menurut Nabiel, Keberhasilan hilirisasi harus dijaga agar bisa dirasakan dalam jangka panjang. 

”Pemberian izin investasi untuk industri hilir hendaknya memperhatikan ketersediaan bahan baku.  Bila industri yang ada sudah seimbang dengan suplai bahan baku, maka jangan dulu dikeluarkan izin lagi untuk industri baru,” kata Nabiel di Kompleks Parlemen DPR, Rabu (5/6)

Hal ini perlu disampaikan, kata Nabiel, karena industri hilir kakao tumbuh dengan cepat. Sementara produksi kakao cenderung stagnan bahkan menurun karena pengurangan luas lahan dari 1,5 juta ha menjadi 1,2 juta ha di tahun 2012.

Penerapan bea keluar menjadi pendorong utama pertumbuhan industri pengolah kakao. Pemerintah mulai menerapkan kebijakan tersebut pada April 2010.  Sejak itu, kapasitas industri dalam dua tahun terakhir sudah naik 30-40 persen.  Peningkatan itu berasal dari investasi baru, perluasan usaha, dan industri lama yang hidup kembali.

”Izin untuk industri baru bisa dibuka kembali bila sang investor sanggup menjamin pengadaan bahan bakunya di luar sumber-sumber yang sudah ada. Caranya, bisa dengan membangun kebun sendiri atau menjalin kemitraan dengan para petani lain,” ujarnya.

Pengaturan ini penting, masih kata Nabiel, agar tidak terjadi persaingan yang tidak sehat diantara industri hilir tersebut.  “Hindari terjadinya rebutan bahan baku. Jangan biarkan industri-industri saling mematikan,” tandasnya.

“Bila industri mati, maka akan ada pengangguran yang berimplikasi pada bertambahnya orang miskin.  Negara juga rugi karena penerimaan pajak berkurang,” pungkasnya.

Share this article :

Poskan Komentar