Selasa, 18 Juni 2013

Home » » LIPI: Kenaikan BBM Picu Kriminalitas

LIPI: Kenaikan BBM Picu Kriminalitas



Kenaikan harga BBM hampir pasti akan menyebabkan semakin sempitnya lapangan kerja baru akibatkan pengangguran bertambah, dan yang jelas akan memicu angka kriminalitas



MafazaOnline | JAKARTA - Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI) memperkirakan angka kriminalitas akan meningkat sebagai dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Kenaikan harga BBM hampir pasti akan menyebabkan semakin sempitnya lapangan kerja baru akibatkan pengangguran bertambah, dan yang jelas akan memicu angka kriminalitas," kata Peneliti P2E LIPI Dr Wijaya Adi di Jakarta, Rabu (28/5).

Dia mencontohkan, ketika Pemerintah menaikkan harga BBM tahun 2005 lalu angka kriminalitas juga naik. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah tindak pidana 2005 sebesar 256.431 kasus, sedangkan sebelum menaikkan harga BBM, tepatnya 2004, angka kriminal 220.886 kasus. "Dengan kata lain angkanya naik 16,09 persen," katanya.

Berapa persentase kenaikan jumlah angka kriminalitas, dia mengaku sulit mempersentasekan. "Pemicu kriminalitas itu banyak. Salah satunya karena himpitan ekonomi jadi susah diperkirakan naik berapa," ujar Wijaya.

Sejumlah dampak lain dari kenaikan harga BBM, menurut Wijaya, diantaranya akan menyebabkan kehidupan masyarakat pada umumnya akan lebih sulit, jumlah penghuni rumah sakit jiwa bakal naik, jumlah orang bunuh diri meningkat, dan tentu saja memicu angka kemiskinan.

"Akses terhadap pendidikan semakin sulit, daya beli masyarakat turun terutama paling terasa pada masyarakat miskin dan rentan miskin," katanya.

Tak hanya disebabkan kenaikan harga BBM, pemberian bantuan langsung tunai (BLT) Plus juga berpengaruh seperti pada pembagian BLT tahun-tahun sebelumnya. "Ini merusak pranata sosial di tingkat RT, RW, dan Desa. Ada diskriminasi antara warga yang menerima dan tidak mendapatkan BLT," katanya. (kompas)
Share this article :

Poskan Komentar