Kamis, 27 Juni 2013

Home » » Enam Ketidakadilan TV One Dalam Tayangan ILC ‘Syiah Diusir, Negara Kemana?’

Enam Ketidakadilan TV One Dalam Tayangan ILC ‘Syiah Diusir, Negara Kemana?’

TAYANGAN Indonesia Lawyers Club (ILC) di Tv One pada hari Selasa 25 Juni 2013 dengan tema “Syiah Diusir, Negara Kemana” banyak menuai kontroversi di tengah-tengah umat Islam. 


Berbagai kalangan menilai Tv One dinilai tidak berimbang dalam membawa acara untuk mendengar penjelasan dari kedua pihak. Dalam catatan kami, minimal ada enam catatan kritis dalam acara yang ramai dibanjiri narasumber dari tokoh Syiah tersebut.

Pertama, dari judul yang dipilih Karni Ilyas dalam Indonesia Lawyers Club yang disiarkan Tv One. Judul “Syiah Diusir, Negara Kemana” jelas menunjukkan Tv One berada dalam posisi mengadvokasi Syiah.

Dengan posisi ini, Tv One berpihak kepada Syiah tanpa melihat fakta penodaan ajaran agama yang dilakukan Syiah di Sampang. Makanya dari awal aneh, acara yang biasanya banyak dihadiri pengacara tiba-tiba saja berubah dengan dominasi tokoh-tokoh Syiah.

Padahal jika Karni fair, dia seharusnya mengundang tim ahli yang concern meneliti aliran sesat untuk membahas penodaan agama oleh kelompok Syiah di Sampang.

Kedua, dari awal Karni Ilyas sudah mempersempit peluang terungkapnya kebenaran. Dengan mem-block ILC untuk tidak membahas perbedaan ajaran Sunni Syiah, maka sumber utama. Padahal perbedaan ajaran inilah yang jadi akar masalah sampang. Selama ini tidak diungkap, persoalan Sampang tidak akan selesai.

Ketiga, Ketidakadilan dalam membagi suara kepada narasumber. Alokasi waktu untuk para ulama Sampang yang mengetahui sejarah kasus Syiah sangat sedikit. Berbeda dengan Syiah yang sangat leluasa bersuara.

Harusnya Karni dapat lebih adil untuk memberikan hak suara dari kalangan ulama yang menangani kasus ini dari tahun 2004. Kenapa? Karena jauh sebelum ada Kontras dan Ahlul Bait Indonesia, Ulama Madura sudah mengawal kasus ini ketika pertama kali muncul.

Keempat, tidak adanya lembaga yang dihadirkan Tv One dari kalangan Ahlussunah untuk menjelaskan kasus Sampang secara berimbang.

Berbeda dengan kalangan Syiah dimana ada Kontras. Ahlusunnah hadir tanpa ada pembelaan dari lembaga yang concern meneliti kasus Sampang. Padahal MIUMI telah mengeluarkan buku tentang akar kasus Sampang. Buku ini sangat valid karena berasal dari penelitian langsung di Sampang

Kelima, Karni Ilyas tidak memberikan ruang bagi narasumber ahlussunah untuk melakukan konfirmasi sepadan atas pernyataan kalangan Syiah.

Berbeda dengan Syiah yang diberikan kesempatan konfirmasi oleh Karni Ilyas. Dengan leluasa mereka bebas mendeskriditkan para ulama. Ulama bukannya ingin membantah klaim-klaim kelompok Syiah. Namun apa daya, Karni lebih suka memberikan mic kepada kalangan Syiah

Keenam, Tv One mengundang narasumber yang tidak kompeten seperti tokoh Kristen (Romo Benny) yang sama sekali tidak mewakili agama Islam.Seakan-akan umat Islam tidak bisa menyelasaikan masalahnya sendiri dengan harus melibatkan tokoh Kristen. Ini jelas penghinaan bagi Umat Islam. Padahal banyak pihak terkait yang lebih layak diundang TV One spt MUI Jatim, MUI Sampang, LPPI, Rois Al Hukuma (Adiknya Tajul).
(FB Mas Lumiyono)


Nasi Jagung Manglie: Solusi untuk Diet dan Penderita Diabetes
Share this article :

Posting Komentar