Minggu, 06 Januari 2013

Home » » NASI JAGUNG MANGLIE: Solusi untuk Diabetes dan Diet

NASI JAGUNG MANGLIE: Solusi untuk Diabetes dan Diet

nasi jagung manglie, nasi jagung, diabetes, solusi lengsing
Praktis dan Kaya Manfaat
Kadar Gula rendah tapi kaya vitamin, nasi jagung yang susah prosesnya kini kami kemas dalam bentuk instan, cocok untuk orang sibuk, penderita diabetes dan Anda yang ingin tetap langsing singset
 
Oleh: Eman Mulyatman

Mafaza-Online.Com | MAGELANG - Nasi Jagung Manglie adalah sebuah inovasi di bidang pengolahan hasil pertanian. Sebuah produk yang mengolah jagung menjadi makanan yang praktis dan mudah disajikan. Dengan cita rasa yang enak, unik, dan khas desa Mangli, Gunung Sumbing Magelang. Kini begitu mudah anda dapatkan di dalam produk NASI JAGUNG MANGLIE. 

Hidup memang harus ulet dan sabar, betapa pun beratnya beban hidup sebagai orang beriman tak boleh berputus asa. Setiap tantangan membuat orang menjadi kreatif. Dengan kreativitas itulah seseorang bisa bertahan hidup. 

Namun, tak cukup kreatif masih ada faktor lain yang tak kalah penting yaitu, jeli melihat peluang.

Peluang bisa kita dapat kalau kita mau belajar dan terus mencari informasi. Pergaulan, jaringan atau silaturahim (dalam bahasa agama), akan membuka pintu-pintu keberkahan. Faktor  inilah yang membuat Supariyo bertindak gesit. 

Setelah jeli melihat peluang dia menentukan bidang usaha, memproduksi Nasi Jagung Manglie . Namun tak berhenti sampai disitu, selanjutnya dia rajin mengikuti pameran.

Supariyo ditemui Mafaza-Online.Com saat Pameran Pertanian di Soropadan. Sebuah ajang pameran bertajuk, Gelar Promosi Agribisnis (GPA) V 28 Juni- 2 Juli 2012, di Pusat Pelayanan Agribisnis, Agro Center Soropadan, Jalan Raya Magelang KM 13 Pringsurat, Temanggung, Jawa Tengah. Ketika pameran berlangsung memang sedang tren lagu "Iwak Peyek Nasi Jagung" yang dibawakan Trio Macan. Populernya lagu ini sebagai bukti betapa akrab dan merakyatnya nasi jagung.

Usaha yang dijalankan Supariyo ini memang beriringan dengan program pembangunan Provinsi Jawa Tengah. Hal ini seperti terekam dalam sambutan Gubernur Jawa Tengah H Bibit Waluyo dalam pembukaan GPA V Soropadan 2012. 


Ia menyampaikan bahwa acara pameran GPA  diharapkan dapat menjadi jembatan dalam mewujudkan masyarakat Jawa Tengah yang semakin sejahtera, mandiri, berkemampuan, berdaya saing tinggi melalui pengembangan pertanian sebagaimana misi kedua pembangunan Jawa Tengah Tahun 2008-2013, yakni “Membangun Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pertanian dalam Arti Luas dengan Melaksanakan Sapta Usaha Tani, Pemberdayaan UKM dan Industri Padat Karya”.

Selain itu, Gubernur Bibit Waluyo dalam kampanyenya mencanangkan “Bali nDeso mBangun Deso,” Supariyo memang berniat untuk membangun desanya. Supariyo memang bertempat tinggal di puncak Gunung Sumbing, tepatnya di Desa Mangli I Kaliangkrik, Magelang Jawa Tengah 56153. Dia mengidamkan ada usaha dari desanya, 

“Agar desa saya terbantu dari segi ekonominya,” bulat sudah tekadnya. 

Produksi dan Pemasaran

Sejalan dengan itu, Desa Mangli Kecamatan Kaliangkrik Magelang mencanangkan program berupa pengalihan dari nasi beras ke nasi jagung. Kembali ke nasi jagung, alasannya, karena Indonesia masih kekurangan beras, maka diadakan program pengalihan dari beras ke nasi jagung. Di Mangli sendiri sekitar 60 persen bahan pokoknya masih nasi jagung. Aslinya, orang-orang Mangli mayoritas petani yang makanan pokoknya nasi jagung

Supariyo sendiri sudah mendengar program kembali ke nasi jagung ini sekitar dua tahun yang lalu. Namun, baru di bulan Januari 2012, Supariyo mengawali langkah bisnisnya dengan membawa sampel nasi jagung ke Yogya. Sampel itu dia berikan pada teman-teman. Ternyata mereka merespon dengan baik.  Lalu timbul pemikiran bagaimana caranya agar teman-teman di kota bisa menikmati nasi jagung ini. Maka Supariyo pun mulai memproduksinya.

Supariyo lalu memutuskan untuk memproduksi nasi jagung dengan label Mangli, yang diambil dari nama desanya. Tujuannya sederhana,  agar bisa terserap oleh konsumen. Tapi karena Mangli ini sudah menjadi hak umum, maka untuk produknya dia menambahkan huruf E pada labelnya, jadilah, Nasi Jagung Manglie. Supariyo menggunakan nama ini, karena Mangli sudah terkenal sampai Jakarta. 


Usahanya ini baru berproduksi sekitar dua bulan yang lalu. Presiden SBY pun sudah mengetahui, Bibit Waluyo pun ke desa Mangli sudah dua kali. Jadi potensi ini memang harus dikembangkan. ”Kami legal juga, sudah mendapat persetujuan dari Lurah setempat untuk menggunakan nama Mangli menjadi merk,” katanya.

Untuk menjalankan usahanya, Supariyo bekerjasama dengan Kementerian Pertanian dan Deperindag. “Saat ini nasi jagung yang kami produksi sudah dikenal sampai Jakarta, sudah ada pesanan,” katanya berpromosi.

Meski hanya lulusan SD, bisnis sudah dijalani sejak lama. Umumnya penduduk gunung, biasanya bertani atau menjadi peternak. Tapi Supariyo memilih untuk berdagang. Lalu dia berpikir bagaimana caranya untuk membuat sebuah usaha, tapi dengan cara kembali ke kampung. Seperti kata Gubernur Bibit Waluto, Bali ndeso mbangun ndeso, 


“Jadi balik ke desa, bukan karena gagal di kota. Tapi ingin membantu masyarakat desa yang memang secara perekonomian sangat kurang,” jelasnya.

Supariyo memulai usaha dengan menggunakan dana pribadi. Mulanya kecil-kecilan untuk tes saja, waktu itu modal awalnya satu juta. Alhamdulillah, sekarang sudah ada tenaga karyawan yang membantu. Dana yang 1 juta itu berputar. Produksi berjalan seadanya,  dikerjakan secara manual, karyawannya keluarga sendiri. Dibantu keluarga, bapak ibu dan kakak adik. Ternyata tanggapan pasar positif. Kami lalu menghubungi teman-teman untuk meminjamkan dana untuk permodalan. Akhirnya bisa berproduksi sampai ratusan dus. Supariyo mau tidak mau harus menambah 5 orang karyawan lagi.

“Awalnya bersama keluarga produksi 20-30-an kantong, itupun dua hari sekali. Sekarang perhari produksinya 300-an dus,” katanya sambil tersenyum.

Supariyo tidak terlalu kaget untuk memasuki dunia bisnis, apalagi bisnisnya nasi jagung. “Saya memang sudah biasa berbisnis, dari lulus SD saya sudah berbisnis. Keadaan ekonomi orangtua pas-pasan, sehingga mau tidak mau saya harus usaha sendiri. Apalagi nasi jagung merupakan makanan sehari-hari,” jelasnya terselip rasa bangga.

Dari hasil evaluasinya, ternyata bisnis menyita waktunya, sedangkan produksi menuntut konsentrasi. Supariyo lalu memutuskan untuk menjalin kerjasama dengan mitra usaha untuk memasarkannya. Sehingga produksinya bisa lebih berkembang dan distribusinya bisa ke seluruh Indonesia. Supariyo menjalin kontak dengan dinas-dinas terkait agar membantu pemasaran. Bisnisnya berkibar dengan bendera CV Karya Insan Mandiri (KIM), “Jadi sekarang ini untuk pemasaran saya serahkan ke pihak lain,” simpulnya.

Sisa waktu lainnya, dia manfaatkan untuk terus belajar agar ide-ide tidak macet. “Hasil mengikuti expo sangat bagus, karena bertemu dengan partner kerja dan marketing. Karena pengunjung yang datang dari berbagai kota, rata-rata pengusaha UKM, sehingga kami bisa sharing untuk marketing. Terus kami juga bertemu dengan orang-orang marketing yang berniat memasarkan produk kami,” katanya mengungkap salah satu kiat sukses, rajin mengikuti pameran.

Selain itu Iklan pun gencar dilakukan lewat internet online, brosur dan banner.   “Kami terus  meningkatkan produksi dan masuk ke supermarket dan swalayan,” kata ayah tiga orang anak ini.

Tak henti berinovasi, ini kiat sukses lainnya dari seorang Supariyo. Dia rajin browsing mencari kemasan yang pas dan menarik. “Dari pertemuan dengan rekan bisnis, di internet itu terbuka sangat lebar. Kita butuh bahan apa, sangat jelas. Lalu kami dipertemukan dengan percetakan, penyedia aluminium foil dan seterusnya,” bebernya.

Kaya Manfaat

Nasi jagung bisa sebagai makanan alternatif, bagi orang yang terkena penyakit gula. Karena mereka tidak bisa makan nasi karena nasi beras mengandung gula yang sangat tinggi. 


Selain itu, nasi jagung juga bermanfaat untuk diet dan wanita yang ingin langsing tanpa menyiksa diri. Tak perlu berlapar-lapar untuk memiliki tubuh yang singset, asupan tercukupi dari nasi jagung dan tidak membuat gendut.
 
Dari penelitian terbukti, nasi jagung ini banyak mengandung vitamin yang dibutuhkan manusia. Rendah kalori. “Produk kami aman dan layak untuk dikonsumsi,” beber Supariyo. 

Namun, untuk menjadi nasi, sangat susah pembuatannya. Untuk menjadi nasi, bisa sampai 3 kali prosesnya. Sedangkan orang sekarang inginnya yang instan. Soal produksi sendiri, Supariro mengaku tidak menjadi masalah, karena kami biasa memproduksi jagung untuk makanan sehari-hari.  “Inilah di antara keunggulannya kami mempercepat proses, jadi makanan instan,” kata Supariyo setengah promosi.

Nilai lebih dari usaha ini adalah ada pemberdayaan bagi masyarakat. “Tanaman  jagung belum terserap secara pemasaran, jadi kami ingin petani itu menanam jagung bisa terserap langsung. Selain itu kami memperkerjakan ibu-ibu setempat,” ungkap Supariyo.

Jadi dari sebuah kebiasaan yang dipandang biasa-biasa saja di tangan orang kreatif bisa menjadi ladang bisnis yang menguntungkan. Supariyo sudah membuktikannya.

MANFAAT NASI JAGUNG MANGLIE

Nasi Jagung Manglie memiliki begitu banyak manfaat karena murni terbuat dari jagung pilihan. Manfaat utama yang dapat anda dapatkan antara lain :

  •     Membantu proses pertumbuhan anak

  •     Menjaga kesehatan

  •     Menjaga berat badan

  •     Kadar gula rendah sehingga cocok untuk penderita diabetes

  •     Serat jagung yang menjaga kadar kolesterol dalam darah

  •     Protein inhibitor di dalam jagung bermanfaat untuk menurunkan resiko kanker

  •     Asam folat di dalam jagung bermanfaat untuk menurunkan resiko serangan jantung dan stroke

  •     Mengandung vitamin A, C, E, B1, B2, Niasin, Fosfor, dan Kalsiu


Harga Nasi Jagung Manglie Instan*

@ Rp 10.000

Beli 3 pack, Cukup bayar Rp 25.000 

bukan Rp 30.000

Re-seller 1 Karton isi 24 pack, 

Disc 20% = Rp 192.000

* Harga Belum Termasuk Ongkos Kirim 

Bagi Anda yang berminat silakan hubungi kami:

0878 7648 7687 dengan Kang BEBEN

Share this article :

Poskan Komentar