Selasa, 08 Januari 2013

Home » » Pemimpin Sudan Setuju Tarik Pasukan

Pemimpin Sudan Setuju Tarik Pasukan



MafazaOnline-SUDAN-Presiden Sudan dan Sudan Selatan akhirnya menyetujui perjanjian minyak, keamanan dan perbatasan setelah pertemuan di Ethiopia.

Seorang mediator memberi info, Presiden Sudan dan Sudan Selatan telah sepakat untuk mematuhi jadwal yang disusun untuk menerapkan perjanjian keamanan, minyak dan perbatasan yang sempat terhenti selama lebih dari tiga bulan.

Kedua tetangga semakin diikat pasca perselisihan yang dipimpin Juba untuk menutup produksi minyaknya tahun lalu, pengumuman pada hari Sabtu (5/1) menawarkan harapan segar dalam menjalankan perundingan demi mengakhiri krisis.

Pemimpin kedua negara juga sepakat untuk membentuk zona demiliterisasi yang lama tertunda di sepanjang perbatasan yang disengketakan, keadaan ini memungkinkan dimulainya kembali ekspor minyak.

Mediator Uni Afrika, Thabo Mbeki mengatakan bahwa pada akhir pertemuan di ibukota Ethiopia, Presiden Omar al-Bashir dan presiden Salva Kiir telah berkomitmen dan setuju untuk memberlakukan perjanjian mereka tanpa syarat.

"Kami sedang mempersiapkan kerangka untuk pelaksanaan semua perjanjian yang ada dengan jangka waktu," kata Mbeki.

Mbeki  menambahkan bahwa Uni Afrika akan menyelesaikan jadwal pada Januari 13, tambah mantan presiden Afrika Selatan itu.

Mereka juga menyetujui penarikan pasukan dari wilayah perbatasan yang diperebutkan untuk meredakan ketegangan antara dua tentara, yang hampir perang habis-habisan pada Maret dan April 2012 lalu.

Perdana Menteri Ethiopia Hailemariam Desalegn, yang menjadi tuan rumah dan membantu mediasi mengatakan dia "sangat puas" dengan kemajuan pertemuan.

"Saya sangat senang bahwa kemacetan sekarang bisa dilanjutkan," katanya kepada wartawan.

Ketegangan di Perbatasan.

Pada Jumat (4/1), kepala mediator Sudan Selatan Amum Pagan, menuduh Sudan menjatuhkan bom melintasi perbatasan empat kali dalam seminggu ini.

"Serangan ini memiliki dampak negatif pada pertemuan pemimpin di Ethiopia," kata Amum pada wartawan di Addis Ababa.

Juba menuduh Khartoum bertanggung jawab atas serangkaian serangan yang digagalkan oleh Sudan.

AS, Inggris dan Norwegia mengeluarkan pernyataan bersama menjelang pembicaraan, mereka mendesak tentara dari kedua negara untuk segera mundur dari perbatasan mereka.

Pasukan Sudan mundur dari wilayah Sudan Selatan pada bulan Mei setelah pendudukan selama setahun yang memaksa lebih dari 100.000 orang mengungsi ke Sudan Selatan.

Sudan Selatan berpisah dari Sudan pada Juli 2011 di bawah kesepakatan damai yang mengakhiri perang saudara sejak tahun 1983 sampai tahun 2005, namun isu-isu penting tetap belum terpecahkan. (M.Rani Tarigan/AlJazeera)

===================================================================
NASI Jagung Manglie Harga @Rp 10.000 disc 30% bagi agen atau pembelian 1 karton (48 dus) Harga Belum Termasuk Ongkos Kirim Bagi Anda yang berminat silakan hubungi kami: 085717238073 (Muhammad Nur) Kami juga melayani Terapi, konsultasi kesehatan, ruqyah dan keharmonisan rumahtangga (permasalahan pria). Silakan di Klik:
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ 
Bagi Ukhti muslimah yang ingin tampil cantik nan shalihat, segera beralih ke pengobatan Herbal non alkohol. Tersedia: Aliya Natural Anti Acne dan Aliya Natural Regenerating Harga: Rp 40.000,- (Plus Ongkos kirim) Hub: Winwin (0293)5540586

 



Share this article :

Posting Komentar