Analis komunikasi politik Hendri Satrio. (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)
| Dari sudut komunikasi politik, menurut dia, upaya itu efektif tingkatkan kepercayaan publik terhadap DPR |
Mafaza Online | Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai upaya Komisi III DPR RI memanggil Kapolres Sleman dan Kasatlantas Polres Sleman, memulihkan keadilan hukum bagi Hogi Minaya usai ditetapkan tersangka karena membela istrinya yang dijambret tetapi pelakunya tewas.
Baca juga: Jangan Terkecoh dengan Tren, Ikan Lokal justru lebih Segar dan Bergizi
"Menurut saya ini langkah yang tepat merespons cepat dan berpihak kepada publik," kata Hendri di Jakarta, Kamis.
Dari sudut komunikasi politik, menurut dia, upaya itu efektif tingkatkan kepercayaan publik terhadap DPR.
Dia menilai Komisi III DPR juga berupaya untuk mendengar seluruh aspirasi dan permasalahan publik jika melihat respons terhadap kasus Hogi ini.
"Komunikasi DPR ini tidak hanya untuk meredam emosi publik, namun juga menunjukkan lembaga mendengar dan melihat rakyat biasa," kata dia.
Menurut dia, DPR harus merutinkan sikap pro-rakyat seperti itu untuk perkuat legitimasi lembaga sebagai perwakilan rakyat. Dia juga mengingatkan bahwa DPR juga tidak perlu menunggu viral untuk mendengar dan menyuarakan permasalahan yang terjadi di masyarakat.
"Tindakan seperti ini cukup bagus untuk menarik simpati publik kembali untuk mempercayai DPR sebagai perwakilan mereka, namun kalau bisa harusnya DPR yang bersuara terlebih dahulu tidak menunggu viral baru dibahas," kata dia.

Toko Peralatan Touring dan Konten Kreator
TOKO Peralatan Touring dan Conten Creator
Sebelumnya, Komisi III DPR memanggil Kapolres Sleman dan Kajari Sleman buntut dari suami korban penjambretan yang menjadi tersangka. Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman polemik itu memprihatinkan di tengah tuntutan masyarakat terkait reformasi Polri.
"Di tengah tuntutan masyarakat reformasi kepolisian, reformasi kejaksaan, reformasi pengadilan, kami sangat menyesalkan peristiwa yang menimpa Pak Hogi (suami korban penjambretan) ini," kata Habiburokhman saat rapat mengundang Kapolres Sleman di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (28/1).
Menurut dia, polemik yang terjadi itu bisa dipahami secara "kasat mata" bahwa penegakan hukum yang dilakukan Polres Sleman, Kejari Sleman itu bermasalah | Antara
Baca juga: CEK FAKTA Viral Klaim Nisa Pramugari Gadungan diterima Garuda Indonesia
Video
Mafaza-Store
#hukum #jambret #polri

Tidak ada komentar:
Posting Komentar